UNTANUNTAN

ELKHA : Jurnal Teknik ElektroELKHA : Jurnal Teknik Elektro

Pertanian merupakan komponen penting bagi ekonomi dan keamanan pangan Indonesia. Namun, petani masih menggunakan teknik konvensional seperti menanam berdasarkan kalender yang tidak disesuaikan dengan perubahan cuaca atau suhu. Hal ini dapat berdampak negatif pada kualitas dan hasil panen. Oleh karena itu, diperlukan perangkat yang dapat memberikan informasi tentang cuaca atau suhu. Protokol Message Queuing Telemetry Transport (MQTT) sangat membantu karena dapat mengirimkan data dari mikrokontroler ke tampilan. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan prototipe yang menampilkan data pengukuran menggunakan MQTT dan Node-RED, serta melakukan evaluasi kinerja termasuk latensi, kehilangan paket, dan efisiensi energi. Penelitian ini menggunakan pendekatan eksperimental yang dimulai dengan desain skematik, diikuti dengan instalasi dan evaluasi sistem pemantauan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prototipe berfungsi dengan baik di lapangan. Kinerja sistem dinilai berdasarkan latensi, kehilangan paket, dan efisiensi energi. Hasil menunjukkan operasi stabil selama pengujian lapangan selama 10 hari, dengan rata-rata latensi sekitar 1,3 detik, tingkat kehilangan paket 1,38%, dan konsumsi daya rata-rata 1,25 W selama 24 jam operasi terus menerus. Temuan ini menunjukkan bahwa sistem yang diusulkan cocok untuk pemantauan pertanian waktu nyata di bawah kondisi lapangan terbuka.

Sistem pemantauan waktu nyata yang dikembangkan dalam penelitian ini menunjukkan kinerja yang andal dalam pertanian presisi di lapangan terbuka melalui pengujian multi-hari.Evaluasi latensi, kehilangan paket, dan efisiensi energi dalam kondisi lingkungan yang realistis menunjukkan bahwa sistem dapat memberikan komunikasi yang stabil dan kebutuhan energi yang moderat.Meskipun profil energi komponen hemat daya menunjukkan potensi efisiensi biaya dalam konteks tanpa jaringan, evaluasi ekonomi formal tidak dilakukan dalam penelitian ini.Demikian pula, meskipun arsitektur mendukung perluasan node sensor, skalabilitas tidak diuji secara empiris pada skala penerapan yang lebih besar.Selain itu, keterbatasan seperti kekurangan kalibrasi laboratorium untuk pengukuran agronomi harus ditangani dalam penelitian selanjutnya.Oleh karena itu, penelitian selanjutnya harus fokus pada analisis biaya, penilaian skalabilitas, dan validasi sistematis akurasi sensor untuk meningkatkan penerapan praktis sistem.

Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk melakukan analisis biaya yang komprehensif untuk mengevaluasi potensi efisiensi biaya sistem dalam konteks tanpa jaringan. Selain itu, perlu dilakukan penilaian skalabilitas untuk memastikan bahwa sistem dapat diterapkan secara efektif pada skala yang lebih besar. Terakhir, penting untuk melakukan validasi sistematis akurasi sensor untuk memastikan bahwa data yang dikumpulkan oleh sistem dapat diandalkan dan akurat dalam mendukung keputusan agronomi. Dengan menggabungkan analisis biaya, penilaian skalabilitas, dan validasi akurasi sensor, penelitian selanjutnya dapat meningkatkan penerapan praktis sistem pemantauan IoT berbasis MQTT dalam pertanian presisi.

Read online
File size603.65 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test