UIIIUIII

Muslim Politics ReviewMuslim Politics Review

Para ahli terorisme terus berdebat mengenai bagaimana dan mengapa orang menjadi terradikalisasi serta melaksanakan kekerasan. Penelitian ini bertujuan memperkaya perdebatan rtl mengenai peran disengagement (penghentian perilaku kekerasan) sebagai metode mitigasi terorisme, dengan dasar analisis mendalam dan implementasi proyek di Indonesia. Data dikumpulkan dari program mentoring yang dirancang untuk memfasilitasi returnee—para mantan penyerang ISIS—melalui pendekatan hearts, hands and heads yang melibatkan pembangunan kepercayaan, jaringan sosial alternatif, dan transformasi ideologis. Temuan menunjukkan bahwa proses disengagement, bila dilaksanakan secara sekuensial dan terintegrasi dengan program deserialisasi, meningkatkan peluang mantan teroris tetap teramuk hakikat non‑kekerasan serta Bonuses terhadap rekonsiliasi sosial. Studi ini menegaskan pentingnya dukungan keb ואזיות dan struktur kebijakan untuk memperluas dan menstandardisasi program semacam itu pada skala nasional.

Penelitian menunjukkan bahwa disengagement lebih efektif dalam mempercepat perubahan perilaku mantan teroris dibandingkan deserialisasi yang bersifat ideologis.Meskipun disengagement dapat memicu respons positif, kesuksesannya tergantung pada dukungan jaringan sosial yang kokoh dan interaksi berkelanjutan.Penerapan strategi ini harus dipadukan dengan kebijakan pemerintah yang menyokong integrasi masa depan peserta program.

Berdasarkan temuan, disarankan agar program mentoring disebarluaskan secara terstruktur melalui kemitraan antara lembaga pemerintah, LSM, dan komunitas lokal, sehingga dapat menjaring lebih banyak mantan teroris di tingkat wilayah. Selanjutnya, perlu dikembangkan indikator kuantitatif dan kualitatif yang terukur, seperti tingkat partisipasi dalam kegiatan sosial serta perubahan persepsi nilai, untuk evaluasi jangka pendek dan panjang. Akhirnya, integrasi platform digital—misalnya aplikasi pelacak kesejahteraan emosional dan jaringan dukungan—bisa menunjang monitoring berkelanjutan, meminimalisir risiko relaps, serta memperkuat keterlibatan keluarga sebagai penopang utama proses disengagement.

  1. 0. keep wayback machine sign fight future letter texts audio software images donate archive log upload... journals.sagepub.com/doi/10.1177/01925121124544160 keep wayback machine sign fight future letter texts audio software images donate archive log upload journals sagepub doi 10 1177 0192512112454416
  2. 0. loading doi.org/10.1525/as.2013.53.4.7540 loading doi 10 1525 as 2013 53 4 754
  3. Why Are Indonesians Prone to Support the Islamic State of Iraq And Syria? | Verity: Jurnal Ilmiah Hubungan... doi.org/10.19166/verity.v10i20.1457Why Are Indonesians Prone to Support the Islamic State of Iraq And Syria Verity Jurnal Ilmiah Hubungan doi 10 19166 verity v10i20 1457
  4. 0. loading academic.oup.com/ia/article-lookup/doi/10.1111/1468-2346.120490 loading academic oup ia article lookup doi 10 1111 1468 2346 12049
  5. Understanding the effectiveness and desirability of de-radicalisation: How de-radicalisation is framed... journals.sagepub.com/doi/10.1177/1369148118819067Understanding the effectiveness and desirability of de radicalisation How de radicalisation is framed journals sagepub doi 10 1177 1369148118819067
Read online
File size358.26 KB
Pages19
DMCAReport

Related /

ads-block-test