UWHSUWHS

Jurnal Fisioterapi dan RehabilitasiJurnal Fisioterapi dan Rehabilitasi

Mahasiswa vokasi jurusan fisioterapi pasti akan melakukan praktik klinik dengan memberikan layanan kesehatan secara langsung kepada pasien di instansi kesehatan, layanan kesehatan yang di berikan oleh mahasiswa kepada pasien mungkin mempunyai resiko malpraktik yang merugikan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi perlindungan hukum bagi mahasiswa fisioterapi tingkat akhir Universita Widya Husada Semarang dalam praktik klinik di instansi kesehatan. Metode penelitian kali ini menggunakan metode yuridis sosiologis yang mempelajari variable sebab sampai akibat yang muncul dari proses sosial yang diteliti dan ditarik kesimpulan sesuai desain pola ilmu sosial. Hasil dari penelian ini menunjukan bila ada pembekalan dari kampus hanya tentang tugas - tugas selama praktik klinik dan Instansi Kesehatan tentang teknis dan non teknis selama praktik klinik. Implemetasi perlindungan hukum bagi mahasiswa fisioterapi UWHS yang melakukan layanan kesehatan pada pasien saat praktik klinik belum terlaksana dengan baik karena juga ditemukan adanya lahan praktik yang belum ada keterikatan perjanjian kerjasama secara tertulis.

Implementasi perlindungan hukum bagi mahasiswa fisioterapi yang sedang melakukan praktik klinik lapangan di instansi kesehatan belum berjalan dengan baik.Masih ditemukan beberapa pelanggaran yang tidak sesuai dengan legalitas yang ada, termasuk kurangnya pedoman tertulis mengenai batasan layanan kesehatan.Oleh karena itu diperlukan penyediaan buku pedoman praktik klinik yang memuat aturan, batasan layanan, serta perjanjian kerja sama tertulis antara institusi pendidikan dan tempat praktik.

Penelitian selanjutnya dapat mengkaji efektivitas kerangka kerja hukum‑pedagogis standar untuk praktik klinik mahasiswa, dengan mengukur dampaknya terhadap frekuensi malpraktik serta tingkat kepercayaan diri mahasiswa selama penempatan. Selain itu, studi komparatif mengenai pengaruh perjanjian kerja sama tertulis antara universitas dan institusi kesehatan terhadap distribusi tanggung jawab hukum dan keselamatan pasien dapat memberikan insight tentang mekanisme perlindungan yang lebih optimal. Selanjutnya, eksplorasi model supervisi interprofesional yang melibatkan instruktur klinik, dosen pembimbing, dan penasihat hukum dapat menilai sejauh mana peningkatan kesadaran hukum dan kepatuhan etis pada mahasiswa fisioterapi, sehingga menghasilkan praktik klinik yang lebih aman dan berlandaskan regulasi yang jelas.

  1. Perlindungan Hukum Bagi Mahasiswa Fisioterapi Dalam Praktik Klinik Lapangan Di Instansi Kesehatan | Jurnal... jurnal-d3fis.uwhs.ac.id/index.php/akfis/article/view/538Perlindungan Hukum Bagi Mahasiswa Fisioterapi Dalam Praktik Klinik Lapangan Di Instansi Kesehatan Jurnal jurnal d3fis uwhs ac index php akfis article view 538
Read online
File size520.25 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test