UWHSUWHS
Jurnal Fisioterapi dan RehabilitasiJurnal Fisioterapi dan RehabilitasiAktivitas fisik yang mendominasi keluhan nyeri tumit adalah aktivitas yang dilakukan pada posisi statis dalam waktu lama dan dilakukan berulang. Salah satu posisi statis adalah berdiri lama, posisi tersebut dapat meningkatkan resiko peradangan pada plantar fasciia yang disebut plantar fasciitis. Pekerjaan dengan durasi berdiri lama salah satunya perawat, ada beberapa faktor individu lainnya yaitu usia, jenis kelamin, indeks massa tubuh. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbedaan efektivitas calf strtetching exercise dan plantar fascia spesific stretching exercise terhadap aktivitas fungsional perawat, jenis penelitian yang dipakai quasi eksperimen, dengan teknik purposive sampling. Sampel penelitian ini perawat yang berjumlah 40 orang dibagi menjadi 2 kelompok intervensi, 20 orang kelompok calf strtetching exercise dan 20 orang kelompok plantar fascia spesific stretching exercise diberikan 24 kali selama 4 minggu. Instrumen yang digunakan yaitu FADI. Berdasarkan uji statistik didapatkan hasil tidak ada perbedaan efektivitas pemberian intervensi calf strtetching exercise dan plantar fascia spesific stretching exercise terhadap aktivitas fungsional. Kesimpulan dalam penelitian ini kedua intervensi sama-sama berpengaruh terhadap aktivitas fungsional perawat dengan nilai signifikasi sama yaitu 0.00 pada kedua kelompok.
Penelitian ini menyimpulkan bahwa baik calf stretching exercise maupun plantar fascia specific stretching exercise sama-sama efektif dalam meningkatkan aktivitas fungsional pada penderita plantar fasciitis.Kedua jenis latihan tersebut terbukti mampu mengurangi nyeri serta memperbaiki kemampuan fungsional seperti berdiri dan berjalan.Meskipun demikian, peregangan spesifik pada plantar fascia menunjukkan hasil yang sedikit lebih optimal karena menargetkan langsung jaringan sumber nyeri, sehingga keduanya dapat menjadi pilihan latihan mandiri yang praktis dengan bimbingan fisioterapis.
Penelitian ini menyediakan dasar penting tentang efektivitas calf stretching exercise dan plantar fascia specific stretching exercise bagi penderita plantar fasciitis, khususnya perawat. Untuk memperluas pemahaman dan relevansi klinis, beberapa saran penelitian lanjutan diajukan. Pertama, penting untuk menguji efektivitas kedua jenis peregangan ini pada populasi yang lebih luas, seperti atlet, individu dengan berbagai tingkat aktivitas fisik, atau kelompok usia yang berbeda, guna mengevaluasi generalisasi temuan. Penelitian ini dapat menyelidiki bagaimana faktor demografi dan gaya hidup memengaruhi respons pengobatan. Kedua, mengingat intervensi hanya berlangsung empat minggu, studi longitudinal dengan jangka waktu yang lebih panjang sangat dibutuhkan untuk memantau keberlanjutan efek terapi, mengidentifikasi tingkat kekambuhan, dan menentukan perlunya program pemeliharaan jangka panjang. Hal ini krusial untuk memahami durasi manfaat fungsional dan faktor-faktor pemicu kekambuhan. Ketiga, meskipun kedua intervensi menunjukkan efektivitas serupa, dengan sedikit keunggulan pada peregangan spesifik plantar fascia, penelitian lebih lanjut dapat membandingkan efikasi kombinasi kedua teknik ini terhadap aplikasi tunggal, atau membandingkannya dengan modalitas terapi alternatif. Tujuannya adalah merumuskan protokol intervensi paling optimal dan personalisasi yang lebih baik. Melalui penelitian-penelitian ini, rekomendasi klinis penanganan plantar fasciitis dapat diperkuat secara signifikan.
| File size | 527.74 KB |
| Pages | 5 |
| DMCA | Report |
Related /
YARSIYARSI Semua literatur yang telah diperoleh kemudian dipilih menggunakan kriteria inklusi dan eksklusi yang telah ditentukan. Berdasarkan analisis dari setiapSemua literatur yang telah diperoleh kemudian dipilih menggunakan kriteria inklusi dan eksklusi yang telah ditentukan. Berdasarkan analisis dari setiap
YARSIYARSI coli, sedangkan kontrol positif menghasilkan zona hambat 36,66 mm, menandakan sangat sensitif. Simpulan: madu fermentasi ragi tempe tidak menunjukkancoli, sedangkan kontrol positif menghasilkan zona hambat 36,66 mm, menandakan sangat sensitif. Simpulan: madu fermentasi ragi tempe tidak menunjukkan
MITRAHUSADAMITRAHUSADA Variabel lain yang dianalisis meliputi usia, tipe skoliosis, dan lama penggunaan brace. Data dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji chi-squareVariabel lain yang dianalisis meliputi usia, tipe skoliosis, dan lama penggunaan brace. Data dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji chi-square
UNP KEDIRIUNP KEDIRI Rata‑rata intensitas latihan partisipan adalah 72,8 ± 5,6 % HRmax (132,5 ± 10,4 bpm), pengeluaran energi rata‑rata sebesar 245,6 ± 35,2 kcal,Rata‑rata intensitas latihan partisipan adalah 72,8 ± 5,6 % HRmax (132,5 ± 10,4 bpm), pengeluaran energi rata‑rata sebesar 245,6 ± 35,2 kcal,
CENDEKIA UTAMA KUDUSCENDEKIA UTAMA KUDUS Studi ini menunjukkan bahwa anak sekolah dasar di SD Negeri 08 Cibadak memiliki hubungan yang signifikan dengan pertumbuhan fisik. Hasil analisis menunjukkanStudi ini menunjukkan bahwa anak sekolah dasar di SD Negeri 08 Cibadak memiliki hubungan yang signifikan dengan pertumbuhan fisik. Hasil analisis menunjukkan
CENDEKIA UTAMA KUDUSCENDEKIA UTAMA KUDUS Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan status gizi dan status glikemik secara simultan dengan kejadian hipertensi di wilayah kerja BalaiPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan status gizi dan status glikemik secara simultan dengan kejadian hipertensi di wilayah kerja Balai
UnmulUnmul Terakhir, penelitian juga dapat mengeksplorasi dampak pendidikan kesehatan berbasis komunitas terhadap perubahan gaya hidup lansia dalam mengelola kadarTerakhir, penelitian juga dapat mengeksplorasi dampak pendidikan kesehatan berbasis komunitas terhadap perubahan gaya hidup lansia dalam mengelola kadar
PUBLINEPUBLINE Kejadian dismenore diukur berdasarkan laporan subjektif remaja tentang intensitas nyeri menstruasi yang dialami. Analisis data dilakukan menggunakan ujiKejadian dismenore diukur berdasarkan laporan subjektif remaja tentang intensitas nyeri menstruasi yang dialami. Analisis data dilakukan menggunakan uji
Useful /
SARI MUTIARASARI MUTIARA Penelitian ini memperkuat pemahaman mengenai karakteristik akurasi, stabilitas, dan fleksibilitas metode Langsung, Diferensial, dan Alternatif, menunjukkanPenelitian ini memperkuat pemahaman mengenai karakteristik akurasi, stabilitas, dan fleksibilitas metode Langsung, Diferensial, dan Alternatif, menunjukkan
ITNYITNY Adapun pada saluran terbuka 2 dan 3 kapasitas secara aktual sudah memadai. Estimasi debit air limpasan menggunakan metode rasional menunjukkan nilai bervariasiAdapun pada saluran terbuka 2 dan 3 kapasitas secara aktual sudah memadai. Estimasi debit air limpasan menggunakan metode rasional menunjukkan nilai bervariasi
UWHSUWHS Implementasi perlindungan hukum bagi mahasiswa fisioterapi yang sedang melakukan praktik klinik lapangan di instansi kesehatan belum berjalan dengan baik.Implementasi perlindungan hukum bagi mahasiswa fisioterapi yang sedang melakukan praktik klinik lapangan di instansi kesehatan belum berjalan dengan baik.
UWHSUWHS Kelompok perlakuan berjumlah 15 orang yang diberi terapi standar rumah sakit ditambah latihan trunk dengan unstable surface, sedangkan kelompok kontrolKelompok perlakuan berjumlah 15 orang yang diberi terapi standar rumah sakit ditambah latihan trunk dengan unstable surface, sedangkan kelompok kontrol