UNIVPGRI PALEMBANGUNIVPGRI PALEMBANG

Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya PerairanJurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan

Kepulauan Bangka Belitung memiliki kekayaan ikan natif dan endemik yang tinggi. Belum semua wilayah di kepulauan ini telah teridentifikasi iktiofaunanya. Salah satu spesies ikan air tawar natif populer adalah Rasbora einthovenii (Bleeker, 1851) dari famili Cyprinidae yang memiliki sebaran luas di Paparan Sunda. Spesies dengan nama dagang internasional Blue line rasbora telah lama menjadi salah satu jenis ikan hias yang diimpor Amerika Serikat dari Asia. Di Kepulauan Bangka Belitung, spesies ini memiliki catatan keberadaannya di Pulau Bangka dan Belitung. Namun belum pernah diidentifikasi keberadaannya di Pulau Mendanau yang berada di antara Pulau Bangka dan Belitung. Ekplorasi R. enthovenii di Pulau Mendanau bertujuan untuk melaporkan catatan pertama keberadaannya di Pulau Mendanau dan menambah informasi mengenai distribusi geografisnya. Pelaksanaan penelitian ini dilakukan pada bulan Juli-Agustus tahun 2024. Proses ekplorasi ikan dilakukan pada perairan umum air tawar yang berada di Pulau Mendanau, Kabupaten Belitung. Identifikasi ikan menggunakan karakter morfologi pada morfometrik menggunakan aplikasi TPSDig dan meristik pada jari-jari sirip dan linealateralis. Keberadaan R. einthovenii ditemukan pada perairan umum di Pulau Mendanau. Spesimen yang ditemukan di Pulau Mendanau memiliki karakter morfometrik panjang total 5,35 ± 0,24 cm dan panjang standar 4,37 ± 0,13 cm. Pemastian spesies R. einthovenii melalui karakter meristiknya D.II.7, A.III.5, V.II.7, P.I.12, C. 16, dan LL.30. Publikasi ini menjadi catatan pertama R. einthovenii di Pulau Mendanau. Temuan ini menambah informasi distribusi geografis spesies ini di Kepulaua Bangka Belitung dan Indonesia. Keberadaannya di pulau kecil seperti Pulau Mendanau menunjukkan kemampuan adaptasi ikan yang tinggi. Kehadiran R. einthovenii dapat menjadi alternatif sumber asal broodstock pada domestikasinya.

Keberadaan Rasbora einthovenii di Pulau Mendanau dilaporkan pertama kali dalam publikasi ini.Spesimen yang ditemukan memiliki karakter morfometrik panjang total 5,35 ± 0,24 cm dan panjang standar 4,37 ± 0,13 cm, serta dipastikan melalui karakter meristik D.Temuan distribusi ini menambah pengetahuan tentang penyebaran geografis spesies ini di Indonesia.

Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi diversitas genetik dan struktur populasi Rasbora einthovenii di seluruh Kepulauan Bangka Belitung dengan menggunakan teknik DNA barcoding serta analisis mikrosatelit, sehingga dapat mengungkap tingkat konektivitas antar pulau termasuk Mendanau. Selanjutnya, diperlukan studi eksperimental yang menilai toleransi ekologis spesies ini terhadap variasi parameter kualitas air seperti pH, suhu, dan kadar oksigen terlarut, untuk memahami batas adaptasi dan potensi penyebaran ke habitat baru. Terakhir, investigasi kelayakan domestikasi Rasbora einthovenii sebagai sumber broodstock harus mencakup percobaan pembiakan terkontrol, pemantauan pertumbuhan, serta evaluasi risiko inbreeding, sehingga dapat memberikan dasar ilmiah bagi pengembangan budidaya berkelanjutan. Ketiga fokus penelitian tersebut akan melengkapi pengetahuan yang masih terbatas, memperkuat strategi konservasi, dan membuka peluang ekonomi bagi masyarakat lokal melalui akuakultur yang berbasis pada spesies endemik.

  1. GBIF Backbone Taxonomy. gbif backbone taxonomy doi.org/10.15468/39omeiGBIF Backbone Taxonomy gbif backbone taxonomy doi 10 15468 39omei
Read online
File size355.78 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test