UIMAUIMA

Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia MajuJurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Maju

Gangguan kognitif dan memori pada lansia dapat mempengaruhi aktivitas sehari-hari. Lansia yang memiliki gejala kepikunan (demensia alzheimer) dapat mengalami halusinasi, depresi, cemas, mudah marah, suka memberontak, dan kesulitan dalam melakukan aktivitas sehari-hari. Kondisi tersebut dialami para lansia di Masyarakat RW 13 Pegangsaan Dua, Jakarta Utara. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk melaksanakan terapi berkebun dengan menggunakan pohon cabai sebagai bentuk terapi kognitif pada lansia, bekerjasama dengan Yayasan Rangkul Peduli Sesama. Metode yang digunakan yaitu pendidikan masyarakat tentang cara berkebun menggunakan metode ceramah dan pre-test menggunakan kuesioner Short Portable Mental Status Questionnaire (SPMSQ), serta pelaksanaan terapi berkebun dengan media pohon cabai. Pengabdian ini berlangsung selama satu hari dan diikuti oleh delapan orang lansia. Hasilnya terapi kognitif melalui terapi berkebun pohon cabai dapat meningkatkan nilai SPMSQ yang menunjukan peningkatan fungsi kognitif sehingga dapat mencegah terjadinya kepikunan pada lansia.

Terapi berkebun dengan tanaman cabai terbukti efektif meningkatkan fungsi kognitif dan mengurangi kesepian pada lansia, terbukti dari peningkatan skor SPMSQ setelah intervensi.Selain memperbaiki fungsi intelektual, terapi ini memberikan dampak positif pada kondisi psikologis, meningkatkan interaksi sosial.Karena sifatnya yang mudah dilakukan, menyenangkan, dan memberikan manfaat fisik, mental, serta emosional, terapi ini layak dijadikan bagian program peningkatan kualitas hidup lansia.

Penelitian selanjutnya dapat memperluas sampel dengan melibatkan lebih banyak lansia dari berbagai wilayah dan latar belakang gender untuk menilai apakah manfaat terapi berkebun tetap konsisten pada populasi yang lebih heterogen serta menguji keberlanjutan efek kognitif selama periode yang lebih panjang. Selain itu, studi komparatif dapat membandingkan dampak terapi berkebun menggunakan berbagai jenis tanaman, seperti sayuran, buah-buahan, atau tanaman hias, untuk menentukan apakah media tanam tertentu memberikan peningkatan fungsi kognitif atau kesejahteraan psikologis yang lebih signifikan. Penelitian juga dapat menyelidiki mekanisme psikofisiologis di balik peningkatan fungsi kognitif dan pengurangan rasa kesepian, misalnya dengan mengukur perubahan aktivitas otak melalui EEG atau level hormon stres, sehingga memberikan dasar ilmiah yang lebih kuat bagi implementasi terapi berkebun sebagai intervensi nonfarmakologis pada lansia.

  1. Terapi Hijau: Optimalisasi Kesehatan Otak dan Interaksi Sosial Lansia Melalui Kegiatan Berkebun: Green... journals.uima.ac.id/index.php/JLS1/article/view/3910Terapi Hijau Optimalisasi Kesehatan Otak dan Interaksi Sosial Lansia Melalui Kegiatan Berkebun Green journals uima ac index php JLS1 article view 3910
Read online
File size487.69 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test