UMNUMN
Ultima Accounting : Jurnal Ilmu AkuntansiUltima Accounting : Jurnal Ilmu AkuntansiPenelitian ini menganalisis implementasi Sustainability Accounting Standards Board (SASB) standards dalam sustainability reports industri tembakau di Indonesia. Industri ini menghadapi tekanan signifikan terkait dampak kesehatan dari produknya, dengan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melaporkan 8 juta kematian tahunan di seluruh dunia akibat tembakau. Meskipun berbagai regulasi telah diterapkan untuk mengurangi konsumsi tembakau dan risiko terkait, seperti kawasan bebas rokok dan pajak tinggi, produksi dan konsumsi tembakau di Indonesia terus meningkat. Temuan menunjukkan bahwa sebagian besar perusahaan tembakau, termasuk PT Gudang Garam Tbk dan PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk, belum memenuhi standar SASB, terutama dalam mengungkapkan informasi material terkait kesehatan. Laporan juga mengungkapkan potensi greenwashing, di mana perusahaan mempromosikan inisiatif lingkungan sambil mengabaikan dampak kesehatan negatif produk mereka. Penelitian ini menekankan urgensi bagi perusahaan-perusahaan ini untuk meningkatkan pengungkapan keberlanjutan, memastikan akurasi dan relevansi sesuai dengan standar SASB. Peningkatan transparansi dan akuntabilitas dalam pelaporan keberlanjutan akan meningkatkan kepercayaan publik dan mendukung kesehatan masyarakat.
Penerapan standar SASB pada laporan keberlanjutan di industri tembakau di Indonesia menunjukkan variasi dalam kualitas dan ketepatan pengungkapan informasi, terutama terkait dengan isu kesehatan publik dan praktik pemasaran yang bertanggung jawab.Meskipun standar SASB memberikan kerangka yang jelas bagi perusahaan untuk mengungkapkan dampak lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG), perusahaan rokok masih kurang transparan dalam menyajikan informasi dalam laporan mereka.Sebagian besar laporan yang dianalisis, termasuk dari PT Gudang Garam Tbk dan PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk, masih belum sesuai standar SASB, khususnya dalam mengungkapkan informasi yang material terkait kesehatan masyarakat.Laporan keberlanjutan dari perusahaan-perusahaan tersebut berpotensi mengandung elemen greenwashing, dimana informasi yang disampaikan berfokus pada inisiatif hijau atau tanggung jawab sosial tanpa memberikan gambaran lengkap tentang dampak negatif dari produk tembakau.Hal ini dapat menyesatkan pemangku kepentingan dan publik.Beberapa perusahaan menunjukkan upaya untuk mengembangkan produk tembakau alternatif yang dianggap lebih aman, namun informasi yang terkandung dalam laporan perusahaan masih belum cukup untuk meyakinkan terkait pembuatan kebijakan dan praktik pemasaran yang lebih etis.Meskipun perusahaan menyatakan kepatuhan terhadap peraturan yang berlaku, laporan-laporan tersebut sering kali kurang detail dan tidak memberikan analisis yang memadai tentang dampak kesehatan masyarakat dan kerugian finansial akibat masalah hukum.Dengan demikian, terdapat kebutuhan mendesak bagi perusahaan-perusahaan dalam industri tembakau untuk meningkatkan pengungkapan keberlanjutan mereka, memastikan bahwa laporan-laporan tersebut relevan, akurat, dan sesuai dengan standar SASB.Peningkatan transparansi dan akuntabilitas dalam laporan keberlanjutan akan lebih meningkatkan kepercayaan publik dan pemangku kepentingan, serta mendukung kesehatan masyarakat secara keseluruhan.
Untuk meningkatkan transparansi dan akuntabilitas dalam pelaporan keberlanjutan industri tembakau, disarankan agar perusahaan mengembangkan kerangka pengukuran yang jelas untuk mengidentifikasi dan melaporkan risiko terkait kesehatan. Hal ini dapat dilakukan dengan menggunakan metrik yang sesuai dalam laporan keberlanjutan untuk menunjukkan dampak dari produk tembakau terhadap kesehatan masyarakat dan lingkungan. Selain itu, perusahaan harus memastikan bahwa kebijakan pemasaran yang digunakan untuk produk alternatif jelas dan transparan, merinci bagaimana kebijakan tersebut sesuai dengan standar SASB dan praktik etis. Pemerintah juga perlu memberlakukan peraturan yang lebih ketat tentang pengungkapan dampak kesehatan dalam laporan keberlanjutan industri tembakau, serta memberikan insentif bagi perusahaan yang mematuhi standar keberlanjutan. Terakhir, melibatkan pemangku kepentingan, termasuk konsumen, masyarakat, dan ahli kesehatan, dalam proses pengembangan dan evaluasi produk baru dapat membantu perusahaan dalam industri tembakau untuk meningkatkan transparansi dan menunjukkan komitmen nyata terhadap praktik bisnis yang lebih bertanggung jawab dan berkelanjutan.
| File size | 797.75 KB |
| Pages | 20 |
| DMCA | Report |
Related /
UINSAUINSA Kendala utama yang dihadapi meliputi keterbatasan modal dan rendahnya partisipasi petani, yang diatasi dengan penggunaan dana pribadi pemimpin, rencanaKendala utama yang dihadapi meliputi keterbatasan modal dan rendahnya partisipasi petani, yang diatasi dengan penggunaan dana pribadi pemimpin, rencana
UM PalembangUM Palembang Penelitian ini mempunyai tujuan untuk menganalisis dampak dari Literasi Financial Technology dan Kredit Usaha Rakyat kepada Pendapatan pada UMKM di KecamatanPenelitian ini mempunyai tujuan untuk menganalisis dampak dari Literasi Financial Technology dan Kredit Usaha Rakyat kepada Pendapatan pada UMKM di Kecamatan
UMTUMT Berfokus pada Kahf Facial Wash yang dijual melalui Shopee Indonesia, penelitian ini membahas kesenjangan kritis dalam memahami bagaimana faktor-faktorBerfokus pada Kahf Facial Wash yang dijual melalui Shopee Indonesia, penelitian ini membahas kesenjangan kritis dalam memahami bagaimana faktor-faktor
UMNUMN Selain itu, hubungan kerja yang lebih panjang antara kantor akuntan publik dan klien memungkinkan auditor memperoleh pemahaman yang lebih mendalam tentangSelain itu, hubungan kerja yang lebih panjang antara kantor akuntan publik dan klien memungkinkan auditor memperoleh pemahaman yang lebih mendalam tentang
UMNUMN Hasil penelitian menunjukkan bahwa profitabilitas memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap nilai perusahaan, dan keberadaan dewan komisaris independenHasil penelitian menunjukkan bahwa profitabilitas memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap nilai perusahaan, dan keberadaan dewan komisaris independen
UMNUMN Pendekatan kuantitatif deskriptif digunakan untuk menganalisis data emisi. Temuan menunjukkan bahwa emisi karbon tahunan total mencapai 394,124 ton CO2,Pendekatan kuantitatif deskriptif digunakan untuk menganalisis data emisi. Temuan menunjukkan bahwa emisi karbon tahunan total mencapai 394,124 ton CO2,
ASY SYUKRIYYAHASY SYUKRIYYAH Respon guru (87,5 %) dan siswa (90,33 %) menilai media tersebut sangat baik dan positif untuk penggunaan dalam pembelajaran. Dengan demikian, mediaRespon guru (87,5 %) dan siswa (90,33 %) menilai media tersebut sangat baik dan positif untuk penggunaan dalam pembelajaran. Dengan demikian, media
UNIPASBYUNIPASBY Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif, dengan populasi dan sampel sebanyak 100 konsumen yang dipilih oleh penulis dan diperoleh dari laporan penjualanPenelitian ini menggunakan metode kuantitatif, dengan populasi dan sampel sebanyak 100 konsumen yang dipilih oleh penulis dan diperoleh dari laporan penjualan
Useful /
STMIKBINSASTMIKBINSA Transaksi penyewaan yang dilakukan pada CV. Vira Salon masih dilakukan secara manual sehingga sering menyebabkan pelanggan kesulitan memperkirakan biayaTransaksi penyewaan yang dilakukan pada CV. Vira Salon masih dilakukan secara manual sehingga sering menyebabkan pelanggan kesulitan memperkirakan biaya
LIFESCIFILIFESCIFI Pertumbuhan pesat dalam bidang e-commerce telah mengubah perilaku pembelian konsumen, terutama di kalangan Generasi Z yang aktif terlibat dalam pasar daringPertumbuhan pesat dalam bidang e-commerce telah mengubah perilaku pembelian konsumen, terutama di kalangan Generasi Z yang aktif terlibat dalam pasar daring
KAHURIPANKAHURIPAN Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kontribusi Customer Relationship Management (CRM) terhadap retensi pelanggan pada usaha kedai kopi independen,Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kontribusi Customer Relationship Management (CRM) terhadap retensi pelanggan pada usaha kedai kopi independen,
UMNUMN Dari hasil uji statistik t, nilai t untuk variabel tingkat utang (DER) adalah -0,262 dengan tingkat signifikansi 0,794. Dapat disimpulkan bahwa variabelDari hasil uji statistik t, nilai t untuk variabel tingkat utang (DER) adalah -0,262 dengan tingkat signifikansi 0,794. Dapat disimpulkan bahwa variabel