IMWIIMWI

Winter Journal: IMWI Student Research JournalWinter Journal: IMWI Student Research Journal

Jumlah kasus penipuan yang tinggi di Indonesia menuntut peran yang lebih efektif untuk konsultasi auditor internal. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan bukti empiris pengaruh positif pengalaman auditor, keterampilan antar pribadi, dan kompetensi terhadap kualitas konsultasi yang diberikan oleh Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP). Auditor BPKP dipilih sebagai populasi karena BPKP memiliki fungsi konsultasi dan bimbingan untuk Aparat Pengawasan Internal Pemerintah (APIP). Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik analisis regresi berganda. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang didistribusikan kepada 126 auditor BPKP. Hasil menunjukkan bahwa pengalaman auditor tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kualitas konsultasi (sig. = 0,154 > 0,05), sedangkan keterampilan antar pribadi (sig. = 0,000 < 0,05) dan kompetensi (sig. = 0,000 < 0,05) memiliki pengaruh positif yang signifikan terhadap kualitas konsultasi. Secara bersamaan, ketiga variabel menjelaskan 67,9% variasi kualitas konsultasi BPKP. Penelitian ini memberikan bukti empiris pentingnya mengembangkan keterampilan antar pribadi dan kompetensi auditor untuk meningkatkan kualitas konsultasi.

Penelitian ini mengungkapkan bahwa pengalaman auditor tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap kualitas konsultasi BPKP (sig.= 0,154 > 0,05), yang menunjukkan bahwa lama masa kerja saja tidak meningkatkan kualitas konsultasi karena keterampilan yang berbeda yang diperlukan.Sebaliknya, keterampilan antar pribadi memiliki pengaruh positif yang signifikan (sig.= 0,000 < 0,05), karena auditor dengan kemampuan komunikasi yang kuat lebih memahami kebutuhan stakeholder dan memberikan konsultasi yang lebih baik.Kompetensi muncul sebagai penentu terkuat (β = 0,421.= 0,000), dengan auditor yang sangat berpengetahuan dan terampil secara analitis memberikan wawasan yang sangat bernilai tambah.Bersama-sama, ketiga variabel menjelaskan 67,9% variasi kualitas konsultasi BPKP.Secara praktis, BPKP harus memprioritaskan pelatihan berkelanjutan dalam keterampilan antar pribadi dan kompetensi.untuk penelitian masa depan, studi dapat menggunakan sampel yang lebih besar dan lebih representatif, serta menyelidiki pengaruh tambahan seperti budaya organisasi atau alat teknologi untuk menemukan peningkatan lebih lanjut.

Untuk meningkatkan kualitas konsultasi yang diberikan oleh BPKP, penelitian ini menyarankan agar fokus pengembangan auditor lebih diarahkan pada peningkatan keterampilan antar pribadi dan kompetensi, alih-alih hanya mengandalkan pengalaman yang terakumulasi. BPKP dapat merancang program pelatihan khusus yang mencakup komunikasi efektif, negosiasi, fasilitasi, dan keterampilan coaching. Selain itu, perlu ada mekanisme sertifikasi atau kredensial khusus untuk auditor yang melakukan peran konsultatif. Sertifikasi ini dapat mencakup penilaian kompetensi teknis, keterampilan antar pribadi, dan kemampuan memberikan konsultasi. Pengembangan sistem manajemen pengetahuan juga penting untuk memfasilitasi berbagi praktik terbaik dalam konsultasi. Auditor yang telah memberikan konsultasi berkualitas dapat mendokumentasikan pendekatan dan pelajaran yang diperoleh. Terakhir, evaluasi kinerja auditor harus mencakup aspek kualitatif konsultasi yang diberikan, selain aspek kuantitatif. Umpan balik dari stakeholder tentang kualitas konsultasi dapat menjadi masukan penting untuk pengembangan auditor.

Read online
File size283.07 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test