IMWIIMWI

Winter Journal: IMWI Student Research JournalWinter Journal: IMWI Student Research Journal

Desa Banyuasri terletak di Kecamatan Buleleng, Kabupaten Buleleng, Provinsi Bali, seluas 1,45 km² dengan ketinggian 15 meter di atas permukaan laut dan berpenduduk sebanyak 10.704 jiwa yang mayoritas berprofesi sebagai pedagang dan pegawai negeri. Menurut Sekretaris Desa Banyuasri, I Made Sujana Dibya, S.E., masalah utama desa adalah sampah dan limbah serta meningkatnya risiko bencana alam yang dirasakan masyarakat. Kelompok Ormawa Working and Reasoning dari Fakultas Teknik dan Kejuruan Undiksha mengusulkan program desa iklim berbasis adaptasi dan mitigasi yang bersifat partisipatif, dengan mengacu pada kriteria kesesuaian pemerintah (PN6/PP2/KP1) dalam RKP 2023. Hasil pelaksanaan menunjukkan Indeks Kesesuaian Program (IKP) mencapai 81% (sangat sesuai), dengan dominasi target pro-p4 (67%) serta kontribusi pro-p2 (14%), pro-p3 (10%), dan pro-p1 (9%). Temuan ini sejalan dengan prakiraan musim kering Stasiun Klimatologi Bali 2023, dimana bagian utara pasar Desa Banyuasri berada pada zona ZOM 418 yang menandakan awal musim kering dengan curah hujan kurang dari 85% dan puncak pada bulan Juni.

Program desa iklim yang difokuskan pada perlindungan kesehatan dari perubahan iklim (pro-p4) terbukti selaras dengan kondisi iklim lokal dan kebijakan pemerintah, meskipun curah hujan selama periode penelitian sangat rendah.Meskipun pengelolaan lingkungan di Desa Banyuasri tergolong baik, ancaman krisis iklim tetap berpotensi mengganggu ketahanan pangan, air, dan kesehatan masyarakat.Implementasi program PPK Ormawa POKJA FTK berhasil meningkatkan kesejahteraan dan melestarikan lingkungan, sekaligus memberikan dasar kebijakan yang lebih kuat untuk masa depan yang berkelanjutan.

Penelitian lanjutan dapat mengevaluasi dampak jangka panjang program desa iklim terhadap ketahanan terhadap bencana alam di Desa Banyuasri, dengan mengukur perubahan indikator kesehatan masyarakat, keamanan pangan, dan ketersediaan air selama beberapa tahun ke depan; selanjutnya, studi terperinci mengenai efektivitas sistem biopori dan alat pembersih drainase otomatis dalam mengelola limpasan air hujan serta mengurangi risiko banjir dapat memberikan rekomendasi teknis yang optimal untuk konteks tropis; terakhir, eksplorasi integrasi nilai-nilai Tri Hita Karana dengan metrik keberlanjutan modern, seperti indeks keberlanjutan komunitas atau carbon footprint, dapat memperkaya pendekatan budaya dalam strategi mitigasi dan adaptasi iklim, sehingga menghasilkan model yang dapat direplikasi di desa-desa lain dengan karakteristik serupa.

Read online
File size952.5 KB
Pages17
DMCAReport

Related /

ads-block-test