USKUSK

Buletin Pengabdian Bulletin of Community ServicesBuletin Pengabdian Bulletin of Community Services

Usaha penggemukan ternak yang dilaksanakan oleh kelompok mitra di Gampong Cot Karieng, Kecamatan Blang Bintang, Aceh Besar, merupakan usaha sambilan dengan pola tradisional. Penyediaan pakan hanya mengandalkan pada usaha mencari rumput lapangan setiap hari, sementara keberadaan pakan sangat fluktuatif. Pada musim hujan, hijauan pakan segar tersedia melimpah sedangkan pada musim kemarau sangat langka. Tujuan dari kegiatan ini adalah meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kelompok mitra dalam pengadaan pakan ternak khususnya untuk musim kemarau. Solusi yang ditawarkan adalah pemanfaatan teknologi budidaya hijauan pakan ternak secara hidroponik (hidroponik fodder). Metode pelaksanaan program dilakukan melalui pendekatan partisipasi (mitra dilibatkan dan bekerja bersama-sama) mulai dari tahap awal sampai tahap terakhir. Pada tahap pertama, dilakukan pertemuan-pertemuan koordinasi agar semua yang terlibat memahami ruang lingkup kegiatan. Pada tahap kedua dilakukan pelatihan metode budidaya hidroponik fodder dan pada tahap ketiga perakitan dan penerapan teknologi yang meliputi pembuatan rumah fodder (green-house), instalasi jaringan air green-house dan proses budidaya tanaman pakan ternak secara hidroponik. Benih tanaman pakan ternak yang digunakan adalah benih jagung. Tahapan proses budidaya meliputi pencucian dan desinfeksi benih jagung dengan merendam dalam larutan klorin 1 % selama 15 menit, kemudian benih ditebar dalam tray. Kelembaban benih selalu dijaga dengan cara pengabutan (sistem aeroponik) setiap 1 – 2 jam sekali selama 10 menit. Hasil panen yang diperoleh setelah 14 hari masa budidaya adalah dari 1 kg benih jagung dihasilkan 6 kg fodder jagung. Fodder jagung ini siap diberikan kepada ternak setelah dicuci (bagian akar) dan dikering-anginkan. Hasil yang dicapai dari seluruh pelaksanaan kegiatan ini adalah tersedianya fasilitas untuk produksi pakan ternak sistem hidroponik fodder dan kelompok mitra sudah memiliki keterampilan budidaya pakan ternak sistem hidroponik fodder.

Teknologi pakan ternak hidroponik fodder telah dapat di implementasi dalam kegiatan usaha ternak oleh kelompok ternak mitra.Namun, terdapat beberapa kendala yang dihadapi oleh kelompok mitra dalam penerapan teknologi hidroponik fodder yaitu biaya bibit jagung relatif mahal dan perawatan instalasi irigasi khususnya nozzle yang berfungsi untuk penyiraman sering sumbat serta seringnya padam listrik sehingga tidak terjadi penyiraman.Guna penyempurnaan program dimasa yang akan datang maka diperlukan beberapa perbaikan atau modifikasi teknologi yang sudah dilakukan, diantaranya menggunakan bibit alternatif yang lebih murah, irigasi (penyiraman) dengan cara pengabutan diubah menjadi irigasi tetes sistem akuaponik.

Untuk meningkatkan keberlanjutan dan efisiensi produksi pakan ternak, perlu dikembangkan sistem akuaponik yang menggabungkan budidaya hidroponik dengan budidaya ikan. Sistem ini dapat memanfaatkan limbah nutrisi dari budidaya ikan sebagai sumber nutrisi untuk tanaman pakan ternak, sehingga mengurangi biaya produksi dan meningkatkan efisiensi penggunaan air. Selain itu, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai varietas tanaman pakan ternak yang cocok untuk budidaya hidroponik di daerah tersebut, serta optimasi teknik budidaya untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas pakan yang dihasilkan. Dengan demikian, kelompok mitra dapat memiliki sumber pakan yang lebih stabil dan berkualitas tinggi untuk mendukung usaha penggemukan ternak mereka.

Read online
File size559.52 KB
Pages5
DMCAReport

Related /

ads-block-test