UNSUNS

PRIMA: Journal of Community Empowering and ServicesPRIMA: Journal of Community Empowering and Services

Pengembangan padi Rojolele sering kali menghadapi permasalahan dalam kualitas dan operasionalnya. Model kemitraan closed loop menjadi salah satu solusi melalui integrasi ekosistem rantai pasok dan nilai dari hulu sampai hilir yang saling menguntungkan semua pihak termasuk kelompok tani. Program Kemitraan Masyarakat oleh Tim Pengabdian Universitas Sebelas Maret dilakukan untuk memfasilitasi peningkatan kompetensi dan kemitraan petani Sanggar Rojolele Delanggu dengan menerapkan Good Agricultural Practices (GAP) produk beras organik yang terstandarisasi Lembaga Sertifikasi Organik di Indonesia. Program bertujuan: (1) meningkatkan hardskills dan softskills petani dalam pengembangan padi Rojolele organik, (2) meningkatkan produktivitas dan pendapatan petani, serta (3) menjamin kepastian pasar dengan harga yang kompetitif. Metode pelaksanaan melalui: (1) penyuluhan dan pelatihan petani dalam bentuk experiental learning melalui demonstrasi plot padi Rojolele organik, (2) pendampingan budidaya padi Rojolele input rendah berbasis pertanian organik, serta (3) fasilitasi jejaring pemasaran produk hasil panen beras Rojolele organik dengan off taker PT. Waroeng Spesial Sambal (WSS) Indonesia mengacu pada standar kualitas sesuai SNI. Hasil penyuluhan, pelatihan dan fasilitasi terhadap petani menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan ketrampilan petani dalam penerapan GAP produk beras organik dan meningkatnya penyerapan pasar hasil produk dengan harga lebih tinggi.

Penyuluhan dan pelatihan dengan metode experiential learning meningkatkan pengetahuan serta keterampilan petani dalam mengelola produksi beras Rojolele organik menggunakan Good Agricultural Practices.Pendampingan budidaya dan penerapan smart farming meningkatkan motivasi, sikap, dan respon positif petani terhadap teknologi pertanian modern.Fasilitasi jaringan pemasaran bersama off‑taker PT WSS memperluas pasar, meningkatkan pengetahuan petani tentang manajemen pemasaran, dan memungkinkan harga beras organik Rojolele yang lebih tinggi.

Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi (1) bagaimana penerapan sensor Internet of Things dalam sistem smart‑farming mempengaruhi produktivitas, efisiensi penggunaan air, dan kualitas beras Rojolele organik pada skala perkebunan kecil, serta sejauh mana data real‑time dapat meningkatkan keputusan manajerial petani; (2) apa saja faktor ekonomi, sosial, dan risiko yang mempengaruhi keberlanjutan model kemitraan closed‑loop bila diperluas ke varietas padi lain atau wilayah desa yang berbeda, sehingga dapat merumuskan strategi skala yang optimal dan kebijakan dukungan pemerintah; (3) sejauh mana praktik budidaya organik dengan input rendah yang diterapkan dalam program ini berdampak pada kesehatan tanah, keanekaragaman mikroba, dan emisi karbon dalam jangka panjang, serta bagaimana mekanisme adaptasi dapat meningkatkan ketahanan agroekosistem. Dengan menjawab pertanyaan‑pertanyaan tersebut, penelitian dapat memberikan dasar ilmiah yang kuat bagi kebijakan pertanian berkelanjutan serta memperkuat jaringan pemasaran bagi petani kecil, meningkatkan kesejahteraan mereka, dan mendukung ketahanan pangan regional.

Read online
File size566.25 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test