WESTSCIENCE PRESSWESTSCIENCE PRESS

West Science Journal Economic and EntrepreneurshipWest Science Journal Economic and Entrepreneurship

Studi ini menyelidiki hambatan dan strategi terkait adopsi transformasi digital (DT) di antara usaha kecil dan menengah (UKM). Meskipun teknologi digital semakin penting dalam meningkatkan daya saing dan ketahanan, banyak UKM masih berada pada tahap awal kematangan digital. Dengan menggunakan pendekatan metode campuran, penelitian ini menggabungkan data kuantitatif dari 450 UKM di seluruh ekonomi maju, berkembang, dan transisi dengan wawasan kualitatif dari studi kasus dan wawancara ahli. Temuan mengungkapkan bahwa hambatan internal, terutama keterbatasan keuangan dan kesenjangan keterampilan digital, adalah yang paling signifikan diikuti oleh inersia organisasi dan tantangan eksternal seperti kompleksitas regulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi yang ditargetkan, termasuk subsidi pemerintah, program peningkatan keterampilan, dan kemitraan publik-swasta, meningkatkan secara signifikan tingkat adopsi digital dan kinerja perusahaan. Secara khusus, UKM yang berhasil menerapkan strategi DT mengalami pertumbuhan pendapatan yang lebih tinggi dan peningkatan efisiensi operasional. Dengan memperluas kerangka Teori-Organisasi-Lingkungan (TOE) dan Teori Penyebaran Inovasi (DOI), penelitian ini menekankan pentingnya intervensi terintegrasi dan spesifik konteks. Penelitian ini menawarkan implikasi praktis dan relevan kebijakan untuk pemangku kepentingan UKM, dengan menekankan kebutuhan akan upaya terkoordinasi untuk menjembatani kesenjangan digital dan mendorong transformasi digital inklusif.

Studi ini menerangi hambatan yang terus-menerus yang menghambat adopsi transformasi digital (DT) di antara usaha kecil dan menengah (UKM) sambil merencanakan strategi pragmatis untuk mendorong mereka menuju kematangan digital dan ketahanan ekonomi.Melalui analisis metode campuran yang ketat dari 450 UKM di berbagai konteks global, yang didukung oleh studi kasus dan wawasan ahli, bukti secara tidak dapat disangkal menunjukkan bahwa keterbatasan keuangan internal dan kesenjangan keterampilan, menimbulkan hambatan paling tangguh, mengurangi peluang adopsi hingga 76% dan membatasi 72% perusahaan ke keterlibatan digital dasar.Tantangan eksternal seperti kompleksitas regulasi dan kesenjangan infrastruktur memperburuk masalah ini, terutama di pasar berkembang seperti Indonesia dan India, di mana kekurangan konektivitas memperbesar stagnasi.intervensi pemerintah yang ditargetkan, terutama subsidi dan program peningkatan keterampilan, dapat meningkatkan peluang kematangan hingga 85% dan 64% masing-masing, dengan kemitraan publik-swasta memberikan dukungan ekosistem yang penting.UKM yang memanfaatkan strategi ini mencapai pertumbuhan pendapatan yang lebih tinggi 28%, menekankan ROI DT yang nyata dan biaya mendesak dari inaksi dalam era di mana digital maju.

Untuk mendorong adopsi transformasi digital (DT) di antara usaha kecil dan menengah (UKM), penelitian ini menyarankan beberapa strategi. Pertama, perlu ada subsidi dan insentif yang ditargetkan untuk membantu UKM mengatasi hambatan keuangan dan keterampilan. Kedua, program peningkatan keterampilan yang terstruktur dapat membantu UKM mengembangkan kemampuan digital mereka. Ketiga, kemitraan publik-swasta yang kuat dapat membantu UKM mengakses teknologi dan sumber daya yang diperlukan untuk DT. Keempat, regulasi yang lebih harmonis dan ramah UKM dapat mengurangi beban kepatuhan dan meningkatkan akses ke pasar. Kelima, upaya pendidikan dan pelatihan yang terkoordinasi dapat meningkatkan kesadaran dan pemahaman tentang DT di antara UKM. Dengan menggabungkan strategi ini, UKM dapat meningkatkan kinerja dan daya saing mereka di ekonomi digital yang semakin kompleks.

Read online
File size462.6 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test