169169

PanggungPanggung

Terwujudnya karya lukis dengan objek tubuh-tubuh liminal penari tarawangsa, hasil karya peneliti (Supriatna) terinspirasi dari sebuah peristiwa budaya seni tradisional. Lukisan yang dikreasi bertujuan menggambarkan kandungan dimensi ruang dan waktu dari ambiguitas para penari Tarawangsa. Tarian ini diekspresikan ke dalam kanvas, menggambarkan gerakan tubuh para penari berada dalam jiwa dualitas, yakni satu sisi gerakannya mengikuti irama pengiring secara estetik, namun dalam waktu yang sama gerakannya terisyarat tengah penyatukan diri dengan Nyi Pohaci, yakni sosok Dewi yang disucikannya. Ekspresi visual lukisan tarian sakral ini dilakukan melalui metode Practice-led research, yakni proses melukis melalui interpretasi atas pengamatan dan penghayatan terhadap objek, yang didasari pendekatan semiotika. Proses ini diharapkan dapat menjadi pemodelan metode penciptaan lukis berbasis riset seni budaya.

Pengalaman langsung selama pertunjukan Tarawangsa menunjukkan pentingnya penggunaan alat rekam seperti kamera foto dan video untuk mendokumentasikan momen yang bersifat spontan dan tidak dapat diulang.Persiapan objek budaya seni yang menjadi sumber inspirasi harus diperlakukan sebagai reinterpretasi kreatif karena keterbatasan persepsi visual peneliti.Alat rekam tersebut kemudian berfungsi sebagai bahan analisis lanjutan untuk memperkaya kajian visual dan semiotik pada karya lukis berbasis riset budaya.

Penelitian selanjutnya dapat mengkaji persepsi visual penonton terhadap lukisan liminal dengan menggunakan teknologi eye‑tracking untuk mengidentifikasi elemen visual mana yang paling menarik perhatian dan bagaimana mereka menafsirkan dualitas gerak. Selanjutnya, perlu dilakukan studi perbandingan antara metode Practice‑led research dengan pendekatan penelitian seni lainnya (misalnya research‑by‑practice atau action research) untuk menilai kelebihan dan keterbatasan masing‑masing dalam merepresentasikan ritual budaya. Akhirnya, pengembangan media realitas tertambah (AR/VR) dapat dieksplorasi sebagai platform interaktif yang memperluas pengalaman visual Tarawangsa, memungkinkan peneliti menguji bagaimana lingkungan digital mempengaruhi pemahaman semiotik dan keterlibatan emosional penonton.

  1. Fenomenologi Estetika pada Bahasa Rupa Anak | Dekonstruksi. fenomenologi estetika bahasa rupa anak dekonstruksi... doi.org/10.54154/dekonstruksi.v10i03.254Fenomenologi Estetika pada Bahasa Rupa Anak Dekonstruksi fenomenologi estetika bahasa rupa anak dekonstruksi doi 10 54154 dekonstruksi v10i03 254
Read online
File size446.85 KB
Pages17
DMCAReport

Related /

ads-block-test