ITSCIENCEITSCIENCE

Journal of AgricultureJournal of Agriculture

Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi Manajemen Rantai Pasokan (Supply Chain Management) untuk meningkatkan efisiensi distribusi produk lokal. Latar belakang penelitian didasarkan pada rendahnya efisiensi sistem distribusi yang ditandai oleh tingginya biaya logistik, lama waktu pengiriman, serta kurangnya koordinasi antar aktor rantai pasokan, yang berdampak pada rendahnya daya saing produk di pasar. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan deskriptif dengan kombinasi analisis kualitatif dan kuantitatif; data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan kuesioner yang disebarkan kepada aktor rantai pasokan, termasuk petani, kolektor, grosir, dan retailer. Teknik analisis data meliputi analisis deskriptif, analisis efisiensi distribusi, dan analisis SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats). Hasil menunjukkan bahwa rantai pasokan yang panjang dan kurang terintegrasi menjadi penyebab utama ketidakefisienan distribusi, serta infrastruktur terbatas, rendahnya pemanfaatan teknologi, dan koordinasi lemah antar aktor memperburuk kinerja distribusi. Strategi yang dapat diterapkan untuk meningkatkan efisiensi distribusi meliputi integrasi rantai pasokan, pemanfaatan teknologi digital, penguatan kelembagaan, dan perbaikan sistem logistik. Kesimpulannya, manajemen rantai pasokan yang efektif dan terintegrasi dapat meningkatkan efisiensi distribusi, menurunkan biaya, dan mempercepat aliran produk ke konsumen. Oleh karena itu, dukungan diperlukan dari berbagai pihak, baik pelaku bisnis maupun pemerintah, untuk mengoptimalkan sistem rantai pasokan.

Implementasi strategi Manajemen Rantai Pasokan terbukti meningkatkan efisiensi distribusi, tercermin dari rasio efisiensi 1,50, meskipun biaya transportasi masih menjadi komponen terbesar dan kinerja pengiriman belum memenuhi target.Integrasi dan kolaborasi antar pemangku kepentingan, serta adopsi teknologi digital, diidentifikasi sebagai faktor kunci untuk memperbaiki koordinasi, mengurangi biaya, dan mempercepat proses distribusi.Oleh karena itu, strategi pertumbuhan agresif seperti transformasi digital, perluasan jaringan distribusi, dan penguatan kemitraan harus diprioritaskan untuk mencapai peningkatan berkelanjutan.

Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi tiga arah utama. Pertama, bagaimana penerapan teknologi blockchain dapat meningkatkan transparansi, traceability, dan menurunkan biaya dalam rantai pasokan pertanian lokal, sehingga memperkuat kepercayaan konsumen dan efisiensi logistik. Kedua, apa dampak praktik logistik hijau, seperti penggunaan kendaraan listrik dan optimalisasi rute berbasis energi terbarukan, terhadap keberlanjutan lingkungan dan peningkatan efisiensi distribusi di wilayah terpencil. Ketiga, sejauh mana desain partisipatif platform digital bersama petani, distributor, dan retailer dapat memperbaiki koordinasi operasional, mempercepat waktu pengiriman, dan mengurangi kesalahan pemesanan. Penelitian ini sebaiknya menggunakan pendekatan campuran dengan studi kasus di beberapa daerah agribisnis, dilengkapi survei dan analisis data sekunder, serta melibatkan pemangku kepentingan secara aktif. Hasilnya diharapkan memberikan rekomendasi kebijakan yang praktis dan model implementasi yang dapat direplikasi pada skala nasional. Dengan demikian, kontribusi akademik dan praktis akan semakin kuat dalam mengatasi tantangan distribusi produk pertanian di Indonesia.

Read online
File size329.24 KB
Pages13
DMCAReport

Related /

ads-block-test