LAAROIBALAAROIBA

Reslaj : Religion Education Social Laa Roiba JournalReslaj : Religion Education Social Laa Roiba Journal

Problematika dalam kajian haqiqah dan majaz salah satu bahasannya melibatkan bidang kajian bahasa dan sastra. Dalam ranah kajian bahasa dan sastra Arab, terdapat satu cabang ilmu, bernama Ilmu Balaghoh, yang topik kajiannya tentang haqiqah dan majaz sebagaimana yang ditulis dalam artikel ini. Ilmu Balaghoh merupakan salah satu alat untuk memahami Al-Quran, Al-Hadits, teks atau ungkapan berbahasa Arab secara komprehensif, baik perspektif lafadz, maupun maknanya. Selain itu, ilmu ini juga sangat terkait dengan ilmu-ilmu lain, di antaranya ushul fiqih, tafsir, hadits, tasawwuf, dan lain sebagainya. Pemahaman tentang haqiqah dan majaz sangat penting dalam memahami teks-teks dan ungkapan bahasa Arab, terlebih memahami Al-Quran dan Al-Hadist. Dalam studi Al-Quran, konsep haqiqah dan majaz berkaitan erat dengan masalah tawil.

Setelah membahas masalah Majaz-Haqiqah dan Tawil di atas, maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut.Haqiqah adalah ungkapan yang merujuk kepada makna asli sebuah kata, yaitu makna setiap kata yang terkandung dalam kata tersebut atau yang melekat kepadanya, sedangkan majaz adalah ungkapan yang tidak merujuk kepada makna aslinya, yaitu maknanya diubah ke makna lain.Sedangkan tawil adalah pengembalian makna suatu ungkapan kepada makna lain yang lebih tepat sesuai dengan kaidah kebahasaan dan dalil yang menunjukkannya.Ada tiga kelompok berbeda yang memposisikan majaz sebagai lawan dari haqiqah.

Berdasarkan kajian ini, terdapat beberapa arah penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, penelitian lebih lanjut mengenai perbedaan interpretasi tawil antara tradisi Bayani dan Irfani dapat dilakukan untuk memahami bagaimana latar belakang pemikir dan keyakinan mempengaruhi penafsiran teks keagamaan. Kedua, eksplorasi lebih mendalam mengenai peran kasyaf dalam tawil Irfani dapat memberikan wawasan tentang bagaimana pengalaman spiritual memengaruhi pemahaman makna terdalam dalam Al-Quran. Ketiga, penelitian komparatif mengenai pandangan ulama dari berbagai mazhab mengenai keberadaan majaz dan implikasinya terhadap metode tawil dapat memperkaya pemahaman tentang dinamika pemikiran keagamaan dalam menafsirkan teks suci. Dengan menggabungkan ketiga saran ini, diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam memahami kompleksitas tawil dan relevansinya dalam konteks keagamaan dan intelektual kontemporer, serta mendorong pengembangan metode penafsiran yang lebih komprehensif dan kontekstual.

Read online
File size424.16 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test