UnwahasUnwahas

Jurnal Ilmu Farmasi dan Farmasi KlinikJurnal Ilmu Farmasi dan Farmasi Klinik

Pengadaan perbekalan farmasi, termasuk obat merupakan bagian yang menyerap anggaran terbesar di rumah sakit. Penggunaan anggaran yang besar tersebut mengharuskan rumah sakit melakukan pengendalian terhadap persediaan obat untuk mencegah terjadinya kekosongan atau stok berlebihan yang dapat menyebabkan kerugian. Adanya ketidakpastian dalam perencanaan kebutuhan mendorong adanya penerapan suatu metode dalam pengendalian persediaan obat. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui jumlah dan nilai investasi obat yang masuk dalam kelompok A, B, dan C serta untuk mengetahui nilai EOQ dan ROP dari obat-obat tersebut. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan secara retrospektif yang menggunakan data sekunder berupa pengadaan obat selama bulan Januari-Desember 2022 di RSUD Undata Palu. Hasil analisis menggunakan metode ABC diperoleh obat kelompok A berjumlah 64 item (11%) dengan nilai investasi Rp 11.048.130.440 (75%), kelompok B berjumlah 142 item (25%) dengan nilai investasi Rp 2.976.402.576 (20%), dan kelompok C berjumlah 364 item (64%) dengan nilai investasi Rp 737.979.346 (5%). Jumlah optimum obat yang dipesan berdasarkan metode EOQ paling banyak berkisar 1-100 item. Jumlah minimal stok obat agar dilakukan pemesanan kembali berdasarkan metode ROP paling banyak berkisar 1-100 item.

Berdasarkan evaluasi pengadaan obat di rumah sakit yang dilakukan menggunakan metode analisis ABC dan EOQ (Economic Order Quantity), hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan pengadaan obat sebagian besar telah berjalan sesuai dengan ketentuan yang berlaku, namun masih terdapat ruang untuk peningkatan efisiensi dan efektivitas sistem.Implikasi dari hasil penelitian ini adalah perlunya penyesuaian pada sistem pengadaan rumah sakit untuk meningkatkan efisiensi.Beberapa saran perbaikan yang dapat diterapkan meliputi integrasi ABC-EOQ-ROP ke dalam sistem informasi manajemen inventaris rumah sakit untuk memonitor stok secara real-time dan mendukung pengambilan keputusan berbasis data, serta pelatihan bagi staf pengadaan dan gudang untuk meningkatkan pemahaman mereka terhadap konsep EOQ dan ROP, sehingga implementasinya lebih optimal.

Penelitian selanjutnya dapat menguji dampak penerapan sistem informasi terintegrasi yang menggabungkan metode ABC, EOQ, dan ROP terhadap tingkat stockout dan overstock pada instalasi farmasi RSUD Undata, dengan membandingkan data sebelum dan sesudah implementasi; selanjutnya, sebuah studi dapat menilai efektivitas program pelatihan bagi tenaga pengadaan dan gudang dalam meningkatkan pemahaman serta penerapan konsep EOQ dan ROP, menggunakan desain eksperimental berkelompok yang mengukur perubahan kinerja operasional; terakhir, penelitian dapat mengeksplorasi penggunaan model prediksi berbasis machine learning untuk memperkirakan permintaan obat secara lebih akurat, sehingga parameter EOQ dapat disesuaikan secara dinamis dan mengurangi biaya penyimpanan serta pemesanan berlebih.

  1. Studi Kasus Kebidanan Pada Ibu Multipara Dengan Post Sectio Caesarea Di Ruang Perawatan Sakura RS Hajja... doi.org/10.58294/jbk.v15i1.93Studi Kasus Kebidanan Pada Ibu Multipara Dengan Post Sectio Caesarea Di Ruang Perawatan Sakura RS Hajja doi 10 58294 jbk v15i1 93
  2. "Analisis Perencanaan Obat Berdasarkan Metode ABC Indeks Kritis di Inst" by Irwan Unggul Widodo... doi.org/10.7454/arsi.v6i2.2484Analisis Perencanaan Obat Berdasarkan Metode ABC Indeks Kritis di Inst by Irwan Unggul Widodo doi 10 7454 arsi v6i2 2484
  3. Evaluasi Perencanaan Pengadaan Obat Berdasarkan Metode ABC Di Instalasi Farmasi RSUP Prof. Dr. R. D.... journal.fmipaukit.ac.id/index.php/jbt/article/view/290Evaluasi Perencanaan Pengadaan Obat Berdasarkan Metode ABC Di Instalasi Farmasi RSUP Prof Dr R D journal fmipaukit ac index php jbt article view 290
Read online
File size494.42 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test