AMPTAAMPTA

Media WisataMedia Wisata

Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh atraksi, fasilitas, dan aksesibilitas terhadap minat wisatawan mengunjungi destinasi wisata masjid di wilayah Jawa Barat, serta menguji peran moderasi electronic word of mouth (E‑WOM) dalam hubungan tersebut. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei, menargetkan masjid‑masjid di Jawa Barat yang berpotensi sebagai objek wisata religi; data dikumpulkan melalui kuesioner yang disebarkan kepada pengunjung masjid. Analisis data dilakukan dengan regresi linier berganda dan regresi moderasi. Hasil menunjukkan variabel atraksi berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat kunjungan (p = 0.021), sedangkan fasilitas (p = 0.602) dan aksesibilitas (p = 0.142) tidak berpengaruh signifikan secara langsung. Namun, E‑WOM secara signifikan memoderasi pengaruh aksesibilitas terhadap minat kunjungan (p = 0.014), sementara interaksi E‑WOM dengan atraksi dan fasilitas tidak signifikan. Secara simultan, atraksi, aksesibilitas, dan fasilitas bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap minat wisatawan (p < 0.001) dengan nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0.623. Temuan ini menunjukkan bahwa meskipun tidak semua variabel berpengaruh individu, kombinasi ketiganya secara bersamaan memainkan peran penting dalam membentuk minat kunjungan wisatawan. Peran ulasan digital efektif sebagai variabel moderasi hanya untuk faktor yang dapat dijelaskan secara informatif; sementara pengaruh E‑WOM tidak signifikan dalam memoderasi hubungan antara atraksi, fasilitas, dan minat kunjungan karena kedua faktor tersebut lebih bersifat subjektif dan hanya dapat dinilai optimal melalui pengalaman langsung wisatawan di destinasi.

Temuan penelitian menunjukkan bahwa atraksi masjid, terutama arsitektur yang khas, nilai sejarah, dan kegiatan religius inklusif, menjadi faktor utama yang menarik minat wisatawan, lebih kuat dibandingkan fasilitas dan aksesibilitas.Promosi digital melalui E‑WOM, khususnya ulasan yang menyoroti informasi aksesibilitas seperti rute, kondisi jalan, dan transportasi publik, secara signifikan meningkatkan minat kunjungan.Oleh karena itu, strategi promosi digital harus menekankan penyediaan informasi fungsional yang memudahkan mobilitas wisatawan, selain menampilkan keunggulan atraksi, untuk memperkuat daya tarik destinasi wisata masjid di era digital.

Penelitian selanjutnya dapat menyelidiki bagaimana jenis konten digital yang berbeda, seperti video tur virtual dibandingkan ulasan teks, memengaruhi persepsi aksesibilitas dan niat kunjungan wisatawan; selanjutnya, studi dapat memperluas fokus ke masjid di wilayah selain Jawa Barat, membandingkan perbedaan budaya antara daerah perkotaan dan pedesaan serta dampaknya terhadap efektivitas E‑WOM; selain itu, penelitian dapat mengeksplorasi integrasi teknologi augmented reality (AR) dengan E‑WOM untuk meningkatkan pengalaman dan minat wisatawan, serta menilai efek jangka panjang promosi digital terhadap perilaku kunjungan berulang wisatawan selama periode waktu yang lebih lama.

  1. Turismul religios în contextul fluxurilor turistici internaționale. turismul religios contextul... irek.ase.md/xmlui/handle/123456789/3303Turismul religios yn contextul fluxurilor turistici internauionale turismul religios contextul irek ase md xmlui handle 123456789 3303
  2. Communicating Destination Social Responsibility Through Social Media: The Roles of Tourists’ Social... journals.sagepub.com/doi/10.1177/00472875231225390Communicating Destination Social Responsibility Through Social Media The Roles of TouristsAo Social journals sagepub doi 10 1177 00472875231225390
  3. Putopisi u islamu i njihov doprinos razvoju socijalne misli. putopisi islamu njihov doprinos razvoju... doi.org/10.5937/kom2002087HPutopisi u islamu i njihov doprinos razvoju socijalne misli putopisi islamu njihov doprinos razvoju doi 10 5937 kom2002087H
Read online
File size722.18 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test