AFEBIAFEBI

AFEBI Management and Business ReviewAFEBI Management and Business Review

Kinerja rantai pasok yang efisien merupakan faktor penting bagi keberhasilan perusahaan. Penelitian ini bertujuan merancang sistem evaluasi kinerja manajemen rantai pasok (SCM) dengan menggunakan pendekatan Balanced Scorecard (BSC) sebagai dasar penentuan Key Performance Indicators (KPI) pada CV Jumjum Station. Metode penelitian yang diterapkan bersifat deskriptif kuantitatif, dengan data primer yang dikumpulkan melalui wawancara, kuesioner perbandingan berpasangan, serta data sekunder dari studi literatur. Analisis data dilakukan menggunakan Analytic Network Process (ANP) dengan perangkat lunak Super Decision 3.20 untuk mengukur tingkat kepentingan antar hierarki dan perspektif BSC. Hasil menunjukkan bahwa aspek keuangan menjadi prioritas utama dalam evaluasi kinerja SCM, diikuti oleh pengembangan karyawan, layanan pelanggan, dan proses internal perusahaan. Keandalan pengiriman, pengembangan produk, dan rasio produktivitas diidentifikasi sebagai area utama yang perlu diperbaiki untuk mengoptimalkan kinerja SCM perusahaan.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa prioritas utama untuk meningkatkan kinerja SCM pada CV Jumjum Station adalah aspek keuangan, diikuti oleh pembelajaran dan pertumbuhan karyawan, layanan pelanggan, serta proses internal perusahaan.Tiga area kritis yang membutuhkan perhatian khusus meliputi keandalan pengiriman, pengembangan produk, dan rasio produktivitas, karena masing‑masing berkontribusi signifikan terhadap efisiensi operasional dan kepuasan pasar.Implementasi sistem manajemen kinerja berbasis Balanced Scorecard selama tiga tahun diperkirakan dapat memperbaiki indikator‑indikator tersebut dan memperkuat posisi kompetitif perusahaan.

Penelitian lanjutan dapat menyelidiki bagaimana integrasi teknologi Industry 4.0, seperti Internet of Things dan analitik data real‑time, mempengaruhi indikator kinerja SCM pada usaha kecil dan menengah di sektor makanan dan minuman di berbagai wilayah, dengan pendekatan studi lintas perusahaan selama periode lima tahun. Selain itu, studi longitudinal dapat mengukur dampak jangka panjang penerapan sistem manajemen kinerja berbasis Balanced Scorecard terhadap KPI keuangan dan operasional, menilai apakah perbaikan yang dicapai bersifat berkelanjutan dan berkontribusi pada pertumbuhan profitabilitas. Terakhir, penelitian dapat menambahkan perspektif pemangku kepentingan eksternal, seperti pemasok dan pelanggan, untuk menilai bagaimana pendapat mereka mempengaruhi penentuan bobot KPI dalam kerangka ANP‑BSC, sehingga menghasilkan model evaluasi yang lebih komprehensif dan inklusif.

  1. Risk mitigation in supply chain management process: procurement using house of risk method at PT. Pertamina... doi.org/10.20885/jsb.vol26.iss1.art5Risk mitigation in supply chain management process procurement using house of risk method at PT Pertamina doi 10 20885 jsb vol26 iss1 art5
  2. Pengukuran Kinerja Rantai Pasok Agroindustri Sirup Markisa Dengan Balance Scorecard di Provinsi Sumatera... talentaconfseries.usu.ac.id/ee/article/view/669Pengukuran Kinerja Rantai Pasok Agroindustri Sirup Markisa Dengan Balance Scorecard di Provinsi Sumatera talentaconfseries usu ac ee article view 669
Read online
File size605.09 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test