LLDIKTI4LLDIKTI4

Jurnal Tekno InsentifJurnal Tekno Insentif

Industri manufaktur merupakan sektor penting yang memenuhi kebutuhan masyarakat namun bahan yang digunakan memiliki sifat berbahaya dan beracun. Industri manufaktur dapat menghasilkan limbah B3 yang membahayakan kesehatan pekerja dan pencemaran lingkungan. Sehingga perlu dilakukan perencanaan Tempat Penyimpanan Sementara (TPS) Limbah B3. Tujuan penelitian adalah merencanakan TPS limbah B3 sesuai dengan peraturan yang berlaku. Tahap awal perencanaan ini adalah pengumpulan data primer berupa jenis, jumlah, dan karakteristik limbah B3. Setelah melakukan pengumpulan data, tahap selanjutnya melakukan perencanaan yang disesuaikan dengan peraturan yang berlaku, yaitu PerMenLHK nomor 6 tahun 2021, SNI 02-6572-2001, SNI 03-6575-2001, dan PerMenaKer dan transmigrasi nomor 15 tahun 2008. Hasil dari perencanaan membutuhkan lahan seluas 30 m2 didalam-Nya membutuhkan 1 buah bak penampung dengan dimensi panjang, lebar dan tinggi berturut-turut 1 m x 0,5 m x 0,5 m, 2 buah smokedetector, ventilasi udara luas minimal 2,47 m2, dan 3 buah lampu LED masing-masing daya 18 watt.

Berdasarkan hasil perhitungan diperoleh luas lahan bangunan yang dibutuhkan untuk TPS Limbah B3 PT X dengan dimensi panjang, lebar dan tinggi secara berturut-turut adalah 12 m x 2,4 m x 3,2 m dengan luas total 30 m2.Kebutuhan untuk luas bak penampung tumpahan dengan dimensi panjang, lebar dan kedalaman berturut-turut berukuran 1 m x 0,5 m x 0,5.Selain itu, dibutuhkan dua buah alat pendeteksi asap, ventilasi udara dengan luas minimal 2,47 m2, dan tiga buah lampu LED dengan daya masing-masing lampu 18 watt pada bangunan perencanaan ini.

Penelitian ini telah berhasil merencanakan Tempat Penyimpanan Sementara (TPS) Limbah B3 PT. X sesuai dengan regulasi yang berlaku. Untuk pengembangan lebih lanjut, disarankan agar penelitian masa depan dapat menggali potensi optimasi desain TPS secara lebih mendalam. Misalnya, studi dapat dilakukan untuk mengevaluasi penggunaan material konstruksi alternatif yang tidak hanya memenuhi standar keamanan namun juga ramah lingkungan dan efisien secara biaya, atau eksplorasi desain modular yang memungkinkan perluasan fleksibel di masa depan. Selain itu, dengan kemajuan teknologi saat ini, sangat relevan untuk meneliti implementasi sistem pemantauan dan keamanan cerdas berbasis Internet of Things (IoT) pada TPS yang telah dirancang. Hal ini dapat mencakup sensor untuk deteksi dini kebocoran atau perubahan komposisi limbah, sistem otomatisasi untuk ventilasi dan pencahayaan adaptif, serta integrasi dengan sistem peringatan dini yang terpusat, guna meningkatkan keselamatan operasional dan respons darurat. Terakhir, aspek sumber daya manusia dan operasional tidak kalah pentingnya. Oleh karena itu, penelitian lanjutan dapat fokus pada pengembangan kerangka kerja pelatihan komprehensif bagi personel yang akan mengelola TPS, serta perancangan sistem manajemen operasional standar yang memastikan kepatuhan berkelanjutan terhadap regulasi dan praktik terbaik dalam penanganan limbah B3 sehari-hari. Investigasi ini akan melengkapi perencanaan fisik dengan strategi operasional yang kokoh, sehingga TPS tidak hanya berfungsi secara struktural tetapi juga berjalan dengan efektif dan aman dalam jangka panjang.

  1. Perencanaan Tempat Penyimpanan Sementara Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) | Jurnal Tekno Insentif.... jurnal.lldikti4.or.id/index.php/jurnaltekno/article/view/1400Perencanaan Tempat Penyimpanan Sementara Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun B3 Jurnal Tekno Insentif jurnal lldikti4 index php jurnaltekno article view 1400
  2. Kajian Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) PT. X | INSOLOGI: Jurnal Sains dan Teknologi.... doi.org/10.55123/insologi.v2i2.1280Kajian Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun B3 PT X INSOLOGI Jurnal Sains dan Teknologi doi 10 55123 insologi v2i2 1280
Read online
File size355.3 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test