UNMERPASUNMERPAS

JMM - Jurnal Masyarakat MerdekaJMM - Jurnal Masyarakat Merdeka

Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kompetensi guru SMK Widyagama Malang dalam memanfaatkan kecerdasan buatan, khususnya Generative AI (GenAI), untuk pengembangan bahan ajar vokasional. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif melalui observasi, wawancara, workshop interaktif, dan pendampingan selama 2–3 minggu. Pelatihan mencakup penggunaan tools seperti ChatGPT, Canva AI, Diffit, dan MagicSchool. Hasil menunjukkan tingkat kepuasan peserta sebesar 86% serta peningkatan pemahaman dan keterampilan guru dalam mengintegrasikan GenAI ke dalam pembelajaran. Secara keseluruhan, program ini efektif dalam mendorong peningkatan kompetensi digital guru, meskipun diperlukan durasi pelatihan yang lebih panjang untuk hasil yang optimal.

Pelatihan dan pendampingan pemanfaatan Generative AI (GenAI) untuk guru SMK Widyagama Malang menunjukkan hasil sangat positif dengan tingkat kepuasan 86%, berhasil meningkatkan kompetensi dan motivasi guru dalam mengembangkan bahan ajar.Keberhasilan program ini didukung oleh kesesuaian materi, kejelasan penyampaian, dan pendampingan efektif, meskipun durasi pelatihan yang lebih panjang disarankan untuk pendalaman materi optimal.Mengingat dampak positifnya, program serupa direkomendasikan untuk diperluas ke sekolah lain, dengan perbaikan pada metode pelatihan, pembaruan materi, serta pendampingan berkelanjutan untuk mendukung transformasi pembelajaran berbasis teknologi.

Untuk pengembangan lebih lanjut dari inisiatif pemanfaatan kecerdasan buatan dalam pendidikan vokasional, beberapa arah penelitian baru dapat dieksplorasi. Pertama, menarik untuk meneliti secara mendalam bagaimana durasi pelatihan yang lebih panjang dan program pendampingan yang berkelanjutan dapat memengaruhi tingkat adopsi teknologi GenAI oleh guru dalam jangka panjang, serta dampaknya terhadap inovasi bahan ajar dan capaian belajar siswa. Studi ini dapat mengidentifikasi model pendampingan paling efektif yang tidak hanya meningkatkan keterampilan awal tetapi juga menjamin keberlanjutan praktik penggunaan AI di kelas. Kedua, meskipun program ini menunjukkan keberhasilan di SMK Widyagama Malang, penting untuk memahami apakah efektivitas penggunaan GenAI untuk pengembangan bahan pembelajaran juga konsisten di berbagai program keahlian vokasional lainnya, seperti bidang pariwisata, pertanian, atau kesehatan. Penelitian komparatif dapat mengungkap perbedaan tantangan dan peluang dalam adaptasi GenAI di beragam konteks kejuruan, sehingga rekomendasi pengembangan bahan ajar dapat lebih spesifik dan relevan. Ketiga, mengingat keterbatasan infrastruktur dan kebijakan yang masih menjadi kendala, sebuah studi dapat menginvestigasi bagaimana ketersediaan sarana digital yang memadai—seperti akses internet stabil dan perangkat keras yang canggih—bersama dengan implementasi kebijakan sekolah yang mendukung penggunaan AI, secara signifikan memengaruhi kesiapan guru dan keberhasilan integrasi GenAI dalam kurikulum. Penelitian ini dapat memberikan panduan bagi pembuat kebijakan pendidikan untuk menciptakan lingkungan yang lebih kondusif bagi inovasi teknologi.

  1. [2408.01443] Framework for Adoption of Generative Artificial Intelligence (GenAI) in Education. framework... arxiv.org/abs/2408.014432408 01443 Framework for Adoption of Generative Artificial Intelligence GenAI in Education framework arxiv abs 2408 01443
Read online
File size518.32 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test