LLDIKTI13LLDIKTI13

Aceh Journal of Health InnovationAceh Journal of Health Innovation

Personal hygiene saat menstruasi adalah perilaku menjaga kesehatan dan personal hygiene selama menstruasi. Kurangnya perilaku kebersihan diri selama menstruasi meningkatkan kerentanan infeksi saluran kemih, perineum, vagina, dan pelvic. Jika infeksi ini diabaikan dan tidak segera diobati akan menyebabkan beberapa dampak seperti infertilitas, kehamilan ektopik, infeksi prenatal, berat badan lahir bayi rendah (BBLR), dan sindrom syok toksik. full-day school menyebabkan siswi berada di sekolah selama satu hari penuh dan selama itu harus menjaga personal hygiene mereka terutama di saat menstruasi agar tubuh tetap bersih, aman, dan nyaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perilaku siswi SMP yang menerapkan sistem full-day school di Rantauprapat mengenai personal hygiene saat menstruasi. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan metode deskriptif. Populasi dari penelitian ini adalah seluruh siswa perempuan SMP IT Ar-Rozzaq dan SMP IT Robbani Rantauprapat yang berjumlah 206 orang. Teknik purposive sampling yang digunakan dalam penelitian ini merekrut sampel sebanyak 136 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden berperilaku positif saat menstrulasi.

Berdasarkan hasil penelitian, mayoritas responden berperilaku cukup baik dalam melakukan tindakan personal hygiene saat menstruasi.Selain itu, sebagian besar responden memiliki pengetahuan yang memadai dan bersikap positif terkait personal hygiene selama menstruasi.Dengan demikian, perilaku dan pengetahuan yang baik dapat mendukung kebersihan diri siswi pada periode menstruasi.

Penelitian selanjutnya dapat meneliti sejauh mana kolaborasi antara sekolah dan pusat pelayanan kesehatan berkontribusi dalam meningkatkan pengetahuan serta perilaku kebersihan personal saat menstruasi pada siswi SMP yang menjalankan sistem full‑day school di Rantauprapat. Selanjutnya, perlu dilakukan studi yang mengevaluasi efektivitas program pendidikan kebersihan menstruasi yang dipandu oleh teman sebaya dalam mengubah sikap positif dan praktik kebersihan pribadi di kalangan siswi SMP dengan sistem belajar penuh hari. Selain itu, penting juga untuk mengidentifikasi hambatan‑hambatan yang menghalangi penggunaan pembalut yang tepat dan konsisten serta merancang intervensi yang dapat meningkatkan aksesibilitas serta pemahaman tentang penggunaan produk menstruasi yang higienis di lingkungan sekolah. Penelitian-penelitian tersebut diharapkan dapat memberikan dasar ilmiah bagi kebijakan pendidikan kesehatan reproduksi yang lebih terintegrasi dan responsif terhadap kebutuhan remaja perempuan. Hasilnya dapat menjadi acuan bagi pihak sekolah, dinas kesehatan, dan pembuat kebijakan dalam merancang program yang berkelanjutan.

Read online
File size243.58 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test