STT KADESISTT KADESI

Jurnal Teologi (JUTEOLOG)Jurnal Teologi (JUTEOLOG)

Tulisan ini berangkat dari masalah yang dijumpai dalam konteks penderitaan manusia karena pandemi Covid-19 terkait sosok manusia sosial yang ideal yang relevan di masa ini. Tulisan ini bermaksud menjelaskan pemikiran filsafat seorang reformator gereja, John Calvin. Metode penelitian yang dipakai dalam tulisan ini adalah deskriptif-interpretatif dalam rangka mengonstruksi pemikiran seorang tokoh dengan melihat relasi-relasi di dalam konteks hidupnya. Pertanyaan utama adalah bagaimana gagasan filsafat Calvin muncul dan dikontekstualisasi di hari ini? Metode pembahasan adalah pertama menjelaskan Calvin dan konteks hidupnya, kedua filsafat Calvin tentang manusia, ketiga filsafat Calvin dan aktualisasinya dalam gereja dan negara (pendidikan masyarakat), keempat filsafat Calvin dan aktualisasinya dalam konteks pandemi covid-19 dan terakhir beberapa kesimpulan. Hasil penelitiannya bahwa Calvin membangun pemikiran filsafatnya dari sumber pemikiran filsafat Stoa dan Augustinus. Filsafatnya tentang manusia mengusung gagasan pembebasan bagi hidup yang merdeka dari penindasan dan bekerja hanya untuk kemuliaan Tuhan. Filsafat tentang manusia ini kemudian diturunkannya dalam pemikiran terkait gereja dan negara, serta konstruksi manusia sosial di masa pandemi ini.

Filsafat Calvin dibentuk oleh humanisme abad pertengahan dengan dua sumber utamanya, yaitu filsafat Stoa dengan tokohnya Seneca, dan Augustinus yang mewakili seorang filsuf sekaligus teolog.Masing-masing memberi sumbangan berharga ke dalam pemikiran Calvin tentang manusia ideal sebagai makhluk sosial yang bebas dan bertanggung jawab pada hidup orang lain.Manusia bebas untuk melakukan berbagai karya sosial dan politik demi kemuliaan Allah.Dunia sebagai panggung kemuliaan Allah, memberi mandat kepada manusia untuk mengusahakan pengudusan hidup melalui hidup dalam keadilan dan perdamaian.Dari filsafatnya tentang manusia ini, Calvin bergerak ke pemikirannya tentang gereja dan negara atau masyarakat.Tentang gereja, Calvin antara lain memperkenalkan model gereja sebagai ibu, yang peran utamanya adalah menghidupi kerahiman Allah yang menerima semua orang dalam kasih yang tanpa batas.Dalam perspektif pendidikan masyarakat, maka respon atau tanggapan manusia terhadap sesamanya adalah menunjukkan cinta tanpa batas dalam laku menerima satu sama lain tanpa menolaknya, karena Allah sendiri tidak pernah menolak manusia.Hidup di dalam gereja adalah hidup dalam kasih Allah.Filsafat Calvin tentang negara atau masyarakat sejatinya dibangun oleh pandangannya tentang hakikat keberadaan dan tugas negara dan gereja, yaitu untuk menghadirkan damai sejahtera.Melalui filsuf Seneca, Calvin menemukan pijakan bagi usahanya menjelaskan keutamaan seorang pemimpin atau penguasa yang harus mempunyai sifat belas-kasih kepada rakyat yang dipimpin.Ketika negara tidak imun dari kesalahan, maka Calvin merekomendasikan pentingnya ketaatan kepada Allah, dalam rangka terus memastikan negara atau masyarakat hidup di dalam “kota Allah yang damai dan sejahtera.Terakhir, manusia sosial adalah manusia pasca-pandemi yang kiprahnya dibutuhkan untuk melampaui saat-saat penuh kepahitan ini.Nilai-nilai kepedulian, persahabatan dan keramahan adalah kekuatan bagi hidup di masa sulit ini yang hanya dapat dilewati secara bersama-sama.

Berdasarkan latar belakang, metode, hasil, keterbatasan, dan bagian saran penelitian lanjutan, berikut adalah saran penelitian lanjutan yang baru:. . 1. Mengkaji lebih dalam tentang bagaimana pemikiran filsafat Calvin tentang manusia sosial dapat diterapkan dalam konteks masyarakat Indonesia yang majemuk dan multikultural. Penelitian ini dapat berfokus pada bagaimana nilai-nilai kemanusiaan yang diusung Calvin dapat diintegrasikan dengan nilai-nilai lokal dan budaya Indonesia, serta bagaimana hal ini dapat mendorong pembangunan masyarakat yang lebih inklusif dan adil.. . 2. Menjelajahi implikasi pemikiran Calvin tentang pengudusan hidup (sanctificatio) dalam konteks pandemi Covid-19. Penelitian ini dapat menyelidiki bagaimana konsep pengudusan hidup dapat diterapkan dalam situasi krisis saat ini, dan bagaimana hal ini dapat mendorong tindakan-tindakan konkret dalam merawat sesama dan menciptakan masyarakat yang lebih tangguh dan peduli.. . 3. Menganalisis bagaimana pemikiran Calvin tentang gereja sebagai ibu dapat diterapkan dalam konteks gereja-gereja di Indonesia saat ini. Penelitian ini dapat mengeksplorasi bagaimana konsep gereja sebagai ibu dapat diwujudkan dalam praktik-praktik gereja, dan bagaimana hal ini dapat memperkuat persekutuan dan solidaritas di antara anggota gereja, serta bagaimana gereja dapat menjadi agen perubahan sosial yang positif di masyarakat.

  1. Pemikiran Filsafat John Calvin Tentang Manusia dan Relevansinya Hingga di Era Pandemi | Jurnal Teologi... ejurnal.sttkadesiyogyakarta.ac.id/index.php/juteolog/article/view/37Pemikiran Filsafat John Calvin Tentang Manusia dan Relevansinya Hingga di Era Pandemi Jurnal Teologi ejurnal sttkadesiyogyakarta ac index php juteolog article view 37
  2. Calvin dan Humanisme | Batlajery | Jurnal Ledalero. calvin humanisme batlajery jurnal ledalero agustinus... ejurnal.stfkledalero.ac.id/index.php/JLe/article/view/37Calvin dan Humanisme Batlajery Jurnal Ledalero calvin humanisme batlajery jurnal ledalero agustinus ejurnal stfkledalero ac index php JLe article view 37
  3. Calvin dan Spiritualitas Kerahiman | GEMA TEOLOGIKA: Jurnal Teologi Kontekstual dan Filsafat Keilahian.... journal-theo.ukdw.ac.id/index.php/gemateologika/article/view/287Calvin dan Spiritualitas Kerahiman GEMA TEOLOGIKA Jurnal Teologi Kontekstual dan Filsafat Keilahian journal theo ukdw ac index php gemateologika article view 287
Read online
File size891.84 KB
Pages26
DMCAReport

Related /

ads-block-test