POLITEKNIKJAMBIPOLITEKNIKJAMBI

Jurnal INOVATORJurnal INOVATOR

Gas karbon dioksida (CO2) telah menjadi ancaman besar bagi lingkungan bumi karena emisinya mengalami peningkatan setiap tahunnya. Efek rumah kaca, yang menyebabkan pemanasan global, meningkatkan suhu bumi, mencairnya gletser dan menaikkan permukaan air laut, dan lain-lain, terutama disebabkan oleh emisi CO2 yang setara dengan 80% dari total emisi. Pembentukan CH4 dari CO2 pada suhu rendah adalah terobosan signifikan dalam memahami peran dan penggunaan CO2, meskipun tingkat konversinya masih sangat rendah.

Menurut hasil penelitian, sampel 10 menghasilkan gas metana yang paling banyak secara in situ pada temperatur 120 oC dan perlakuan katalis Ni_R4 yaitu sebesar 50,56%.Terbukti hasil Gas Metana pada penelitian kali ini lebih besar dari penelitian sebelumnya Aditya, (2023) yaitu sebesar 13,56% dengan selisih 37% lebih tinggi.Dari variasi temperatur yang telah digunakan yaitu 110 oC dan 120 oC koversi gas Metana yang paling tinggi didapatkan terdapat pada temperatur 120 oC.Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi suhu yang digunakan, semakin banyak gas metana yang dihasilkan.

Untuk penelitian lanjutan, dapat dilakukan studi lebih mendalam tentang pengaruh variasi temperatur yang lebih luas, misalnya dari 100 oC hingga 150 oC, untuk menentukan rentang temperatur optimal yang dapat meningkatkan produksi metana secara signifikan. Selain itu, penelitian dapat fokus pada pengembangan katalis Ni/Al2O3 dengan komposisi yang berbeda atau kombinasi dengan katalis lain untuk meningkatkan efisiensi dan selektivitas metanasi CO2. Terakhir, studi tentang pengaruh penambahan promotor Zn dalam berbagai jumlah dan kondisi reaksi dapat dilakukan untuk memahami mekanisme dan efeknya terhadap pembentukan metana.

Read online
File size245.59 KB
Pages3
DMCAReport

Related /

ads-block-test