UNISMUNISM
Journal Pharmaceutical Care and SciencesJournal Pharmaceutical Care and SciencesLatar Belakang: Penyakit dislipidemia merupakan salah satu penyakit yang dapat berdampak buruk bagi kesehatan manusia. Pengobatan dislipidemia memiliki 3 tingkatan berdasarkan intensitasnya yaitu penyakit dengan intensitas tinggi, intensitas menengah, dan intensitas rendah. Dalam penelitian ini obat yang di gunakan adalah Pravastatin dan Rosuvastatin yang mana kedua obat ini termasuk dalam intensitas menengah. Tujuan: Mengetahui perbandingan efektivitas obat Rosuvastatin dan Pravastatin sebagai anti dislipidemia pada tikus. Metode: Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah True Experimental. Desain penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah postest only control group yaitu dengan pengambilan sampel yang dilakukan sesudah diberikan obat Rosuvastatin dan Pravastatin, sehingga akan dilihat efektivitas dari pemberian perlakuan terhadap kelompok tikus yang diuji. Hasil: Rosuvastatin lebih dapat menurunkan LDL lebih baik dari pada Pravastatin karena rosuvastatin memiliki interaksi ikatan tertinggi dengan HMG‑CoA reduktase, menghasilkan penghambatan sintesis kolesterol yang paling kuat dari semua golongan statin lainnya. Pravastatin memiliki kemampuan menurunkan LDL lebih rendah. Dari hasil nilai rata‑rata dari kedua obat golongan statin tersebut Rosuvastatin yang memiliki nilai rata‑rata yang lebih baik dibandingkan dengan Pravastatin, namun hasil statistik dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi perbedaan yang bermakna dari kontrol Na CMC 0,5% terhadap Rosuvastatin dibandingkan dengan Pravastatin. Simpulan: Obat golongan statin Rosuvastatin memiliki efektivitas yang lebih baik dibandingkan dengan Pravastatin.
Berdasarkan hasil penelitian, rosuvastatin menunjukkan efektivitas yang lebih tinggi dibandingkan pravastatin dalam menurunkan profil lipid pada tikus jantan.Oleh karena itu, obat golongan statin rosuvastatin memberikan aktivitas anti‑dislipidemia yang lebih unggul daripada pravastatin.Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk menilai keamanan dan efek sampingnya pada model hewan lain serta pada populasi manusia.
Penelitian selanjutnya dapat mengevaluasi efek dosis beragam rosuvastatin dan pravastatin pada tikus jantan serta pada tikus betina untuk mengetahui adanya perbedaan gender dalam respons terapi; apakah peningkatan atau penurunan dosis mempengaruhi profil lipid secara signifikan? Selanjutnya, studi in‑vivo dapat menginvestigasi dampak jangka panjang penggunaan rosuvastatin terhadap fungsi hati dan risiko miopati, dengan mengukur parameter biokimiaatik serta histopatologi jaringan; bagaimana keamanan jangka panjang obat ini pada model hewan? Terakhir, dilakukan percobaan klinis terkontrol pada pasien manusia dengan dislipidemia untuk membandingkan efektivitas dan tolerabilitas rosuvastatin versus pravastatin, serta mengidentifikasi faktor prediktif respons terapi; apakah hasil pada hewan dapat direplikasi pada populasi klinis?.
- Pengaruh Pemberian Ekstrak Etanol Herba Poguntano (Picria FelTerrae Lour.) Terhadap Profil Lipid Tikus... doi.org/10.32734/tm.v1i1.81Pengaruh Pemberian Ekstrak Etanol Herba Poguntano Picria FelTerrae Lour Terhadap Profil Lipid Tikus doi 10 32734 tm v1i1 81
- EFEK EKSTRAK DAUN SIRSAK (ANNONA MURICATA L.) PADA KADAR KOLESTEROL TOTAL TIKUS WISTAR | Jurnal Biomedik:JBM.... doi.org/10.35790/jbm.4.1.2012.750EFEK EKSTRAK DAUN SIRSAK ANNONA MURICATA L PADA KADAR KOLESTEROL TOTAL TIKUS WISTAR Jurnal Biomedik JBM doi 10 35790 jbm 4 1 2012 750
- Vol. 4 No. 2 (2024): Journal of Pharmaceutical Care and Sciences (JPCS) | Journal Pharmaceutical Care... doi.org/10.33859/jpcs.v4i2Vol 4 No 2 2024 Journal of Pharmaceutical Care and Sciences JPCS Journal Pharmaceutical Care doi 10 33859 jpcs v4i2
| File size | 628.38 KB |
| Pages | 11 |
| DMCA | Report |
Related /
INTELEKMADANIINTELEKMADANI ) memiliki potensi antiinflamasi. Flavonoid memiliki aktivitas sebagai antiinflamasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh gel ekstrak Kulit) memiliki potensi antiinflamasi. Flavonoid memiliki aktivitas sebagai antiinflamasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh gel ekstrak Kulit
INTELEKMADANIINTELEKMADANI Sedangkan pada pengukuran kadar SGPT ekstrak etanol kulit buah naga merah (Hylocereus polyrhizus) dapat mencegah peningkatan kadar SGPT tikus yang diinduksiSedangkan pada pengukuran kadar SGPT ekstrak etanol kulit buah naga merah (Hylocereus polyrhizus) dapat mencegah peningkatan kadar SGPT tikus yang diinduksi
INTELEKMADANIINTELEKMADANI Dan hasil nya tidak berbeda nyata berdasarkan waktu, dan berbeda nyata berdasarkan perlakuan. Ekstrak etil asetat daun sirih hijau (Piper betle L) padaDan hasil nya tidak berbeda nyata berdasarkan waktu, dan berbeda nyata berdasarkan perlakuan. Ekstrak etil asetat daun sirih hijau (Piper betle L) pada
INTELEKMADANIINTELEKMADANI Dalam hal ini, dilakukan pengujian terhadap 15 ekor tikus putih jantan yang dibagi dalam 5 kelompok. Kelompok I diberi Na. CMC 1% sebagai kontrol negatif,Dalam hal ini, dilakukan pengujian terhadap 15 ekor tikus putih jantan yang dibagi dalam 5 kelompok. Kelompok I diberi Na. CMC 1% sebagai kontrol negatif,
INTELEKMADANIINTELEKMADANI Hasil menunjukkan bahwa ekstrak buah Pining konsentrasi 2%, 4%, dan 6% b/v mampu menurunkan kadar kolesterol total darah, namun efek terbaik dicapai padaHasil menunjukkan bahwa ekstrak buah Pining konsentrasi 2%, 4%, dan 6% b/v mampu menurunkan kadar kolesterol total darah, namun efek terbaik dicapai pada
INTELEKMADANIINTELEKMADANI CMC 1% b/v sebagai placebo/kontrol negatif. Sedangkan untuk ekstrak 780mg/KgBB dan ekstrak 260mg/kgBB tidak berpengaruh sebagai penginduksi terhadap waktuCMC 1% b/v sebagai placebo/kontrol negatif. Sedangkan untuk ekstrak 780mg/KgBB dan ekstrak 260mg/kgBB tidak berpengaruh sebagai penginduksi terhadap waktu
INTELEKMADANIINTELEKMADANI Pemberian Ekstrak Kulit Buah Mentimun pada Dosis 300 mg/KgBB menunjukkan efek diuretic paling besar pada Mencit, tetapi efeknya masih lebih rendah dariPemberian Ekstrak Kulit Buah Mentimun pada Dosis 300 mg/KgBB menunjukkan efek diuretic paling besar pada Mencit, tetapi efeknya masih lebih rendah dari
BALIMEDICALJOURNALBALIMEDICALJOURNAL Setelah perlakuan 60 hari, ditemukan peningkatan signifikan kadar kolesterol total, MDA, dan interleukin-1 pada kelompok hiperkolesterolemia. KelompokSetelah perlakuan 60 hari, ditemukan peningkatan signifikan kadar kolesterol total, MDA, dan interleukin-1 pada kelompok hiperkolesterolemia. Kelompok
Useful /
UNISMUNISM Analisis kualitatif dengan Kromatografi Lapis Tipis (KLT) menunjukkan bahwa sampel jamu pegel linu/encok mengandung natrium diklofenak (Rf = 0,87), sedangkanAnalisis kualitatif dengan Kromatografi Lapis Tipis (KLT) menunjukkan bahwa sampel jamu pegel linu/encok mengandung natrium diklofenak (Rf = 0,87), sedangkan
BALIMEDICALJOURNALBALIMEDICALJOURNAL Multiplex PCR dapat mendeteksi mikroorganisme meskipun kultur urine negatif. Kombinasi kultur urine dan multiplex PCR memberikan hasil diagnosis etiologisMultiplex PCR dapat mendeteksi mikroorganisme meskipun kultur urine negatif. Kombinasi kultur urine dan multiplex PCR memberikan hasil diagnosis etiologis
BALIMEDICALJOURNALBALIMEDICALJOURNAL Sediaan ini mempunyai karakteristik menghancur di mulut dengan cepat menggunakan saliva sebagai media tanpa memerlukan air. Formulasi yang dikembangkanSediaan ini mempunyai karakteristik menghancur di mulut dengan cepat menggunakan saliva sebagai media tanpa memerlukan air. Formulasi yang dikembangkan
BALIMEDICALJOURNALBALIMEDICALJOURNAL Deterjen terbukti memiliki potensi sebagai larvisida terhadap larva Aedes aegypti, dimana konsentrasi 0,12–0,24 g/L menghasilkan mortalitas hinggaDeterjen terbukti memiliki potensi sebagai larvisida terhadap larva Aedes aegypti, dimana konsentrasi 0,12–0,24 g/L menghasilkan mortalitas hingga