ALQOLAMALQOLAM

JURALIANSI: Jurnal Lingkup Anak Usia DiniJURALIANSI: Jurnal Lingkup Anak Usia Dini

Pembelajaran inovatif dan berdiferensiasi merupakan pendekatan penting dalam Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) karena setiap anak memiliki kebutuhan, minat, dan kemampuan belajar yang berbeda. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi pembelajaran inovatif dan berdiferensiasi, mengidentifikasi kendala yang dihadapi guru, serta menganalisis upaya peningkatan kualitas pembelajaran di TKIT Al Hasan Kabupaten Gowa. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru telah menerapkan pembelajaran inovatif melalui kegiatan bermain, bernyanyi, bercerita, bermain peran, dan eksplorasi lingkungan. Pembelajaran berdiferensiasi mulai diterapkan melalui pemberian pendampingan dan tugas yang disesuaikan dengan kemampuan anak, meskipun belum dilakukan secara optimal. Kendala yang ditemukan meliputi variasi media pembelajaran, waktu persiapan guru, jumlah anak yang cukup banyak, serta pemahaman guru mengenai pembelajaran berdiferensiasi yang masih terbatas. Lingkungan belajar di TKIT Al Hasan sudah cukup aman, nyaman, dan kondusif, namun masih memerlukan pengembangan media dan fasilitas pembelajaran yang lebih variatif. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan kompetensi guru melalui pelatihan, workshop, pendampingan, serta optimalisasi sarana pembelajaran agar implementasi pembelajaran inovatif dan berdiferensiasi dapat berjalan lebih efektif dan sesuai dengan kebutuhan perkembangan anak usia dini.

Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa pembelajaran inovatif di TKIT Al Hasan Kabupaten Gowa dilaksanakan dengan fokus pada penggunaan media yang didemostrasikan oleh pendidik dalam pembelajaran dengan teknik eksplorasi lingkungan belajar.Manajemen pembelajaran inovatif dilakukan dengan metode belajar praktik yang sesuai dengan topik belajar dan konsep belajar bersifat kooperatif.Kendala penerapan pembelajaran berdiferensiasi diidentifikasi sebagai rasio guru-murid yang tidak ideal, kompetensi guru yang tidak selaras, strategi diferensiasi yang belum memadai, keterbatasan waktu belajar dengan kecepatan belajar anak, dan minimnya eksplorasi media pembelajaran.Solusi manajemen yang diusulkan meliputi diferensiasi pembelajaran dalam menggali pengalaman belajar anak, program pendampingan (coaching) guru dalam penguatan pengetahuan dan keterampilan, pengadaan media pembelajaran berbasis bahan alam yang bervariatif, serta pengembangan sistem penilaian perkembangan anak yang terstandar.

Untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di TKIT Al Hasan, disarankan agar sekolah memberikan dukungan berupa pelatihan, workshop, dan pendampingan kepada guru terkait pembelajaran inovatif, pembelajaran berdiferensiasi, serta asesmen autentik PAUD. Selain itu, penyediaan media pembelajaran dan alat permainan edukatif yang inovatif dan variatif perlu ditingkatkan agar guru dapat menciptakan kegiatan belajar yang lebih kreatif dan sesuai dengan kebutuhan perkembangan anak usia dini. Sekolah juga dapat mempertimbangkan untuk mengembangkan sistem penilaian perkembangan anak yang terstandar dan lebih sistematis, serta meningkatkan kompetensi guru dalam melaksanakan asesmen autentik melalui observasi, dokumentasi, portofolio, dan refleksi pembelajaran.

  1. Differentiated instruction: ‘to be, or not to be, that is the question’: International... tandfonline.com/doi/full/10.1080/13603116.2022.2119290Differentiated instruction yAAAoto be or not to be that is the questionyAAAo International tandfonline doi full 10 1080 13603116 2022 2119290
Read online
File size559.45 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test