UNDIPUNDIP

MODULMODUL

Pandemi COVID-19 tahun 2020 memaksa seluruh penduduk bumi, termasuk Indonesia, untuk menjalani kebiasaan hidup baru. Para ahli yang berkompeten terus menyatakan bahwa pandemi zoonosis yang berulang terkait erat dengan konsumsi manusia pada hewan liar dan ternak. Sebenarnya sumber pangan nabati telah terbukti dapat memenuhi kebutuhan nutrisi lengkap manusia. Arsitektur nabati nusantara adalah bentuk arsitektur yang menggabungkan wadah aktivitas manusia dengan tanaman pangan dalam konteks lokal. Arsitektur nabati menawarkan pemecahan terpadu dan komprehensif pencegahan berulangnya pandemi zoonosis, pencukupan nutrisi, keanekaragaman hayati, serta kualitas lingkungan hidup perkotaan. Tulisan ini menggunakan metode terbaru dengan menggali informasi terkini yang berhubungan dengan COVID-19 dan membahas benang merah antara pandemi dan desain arsitektur nabati. Sebagai objek studi yaitu karya mahasiswa dan arsitek profesional dalam menanggapi ide pertanian perkotaan. Hasil pembahasan menemukan bahwa Arsitektur Nabati mampu menjadi upaya mitigasi awal terhadap bencana pandemi dengan memberikan kualitas udara dan pencahayaan yang baik bagi ruang dan mampu menyehatkan penghuninya serta memberikan ketahanan pangan akibat keterbatasan lahan.

Pandemi COVID-19 menimbulkan dampak signifikan, mengungkapkan hubungan antara zoonosis dan konsumsi daging serta pentingnya beralih ke pola makan nabati untuk mencegah kemunculan kembali virus.Arsitektur nabati menawarkan solusi terpadu dengan menyediakan ketahanan pangan, meningkatkan kualitas udara, mengurangi gas rumah kaca, serta menyediakan ruang terbuka hijau yang dapat mengurangi stres dan berfungsi sebagai sarana edukatif.Oleh karena itu, penerapan arsitektur nabati di kawasan perkotaan di Indonesia dapat memperkuat ketahanan pangan, kesehatan masyarakat, dan keberlanjutan lingkungan.

Penelitian selanjutnya dapat menyelidiki bagaimana pilihan spesies tumbuhan yang diintegrasikan dalam sistem pertanian vertikal mempengaruhi kualitas udara dalam ruangan dan potensi penularan virus di gedung hunian, sehingga memberikan panduan ilmiah untuk desain interior yang lebih sehat. Selain itu, penting untuk mengeksplorasi penerimaan sosial serta perubahan perilaku masyarakat perkotaan terhadap pola makan nabati yang dipadukan dengan arsitektur nabati, dengan membandingkan variasi budaya di berbagai wilayah Indonesia untuk mengidentifikasi faktor-faktor motivasi dan hambatan yang mempengaruhi adopsi. Selanjutnya, dapat dikembangkan kerangka desain parametrik yang adaptif untuk arsitektur nabati, yang mengoptimalkan penggunaan ruang, energi, dan produksi pangan berdasarkan kondisi iklim lokal, sehingga menghasilkan model bangunan yang fleksibel dan berkelanjutan dalam konteks perubahan iklim dan urbanisasi.

  1. Envisioning Urban Farming for Food Security during the Climate Change Era. Vertical Farm within Highly... doi.org/10.1088/1757-899X/245/5/052094Envisioning Urban Farming for Food Security during the Climate Change Era Vertical Farm within Highly doi 10 1088 1757 899X 245 5 052094
Read online
File size747.11 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test