JURNALP4IJURNALP4I

KHAZANAH : Jurnal Studi Ilmu Agama, Sosial dan KebudayaanKHAZANAH : Jurnal Studi Ilmu Agama, Sosial dan Kebudayaan

Pandemi COVID-19 mendorong gereja-gereja Pentakostal di Indonesia mengadopsi ruang digital sebagai media ibadah dan pelayanan. Praktik yang awalnya bersifat sementara kemudian berkembang menjadi pola pelayanan berkelanjutan pada era pascapandemi. Artikel ini bertujuan menganalisis pengaruh digital worship terhadap konstruksi eklesiologi Pentakostal, khususnya terkait kehadiran, komunitas, spiritualitas, dan otoritas gerejawi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi pustaka terhadap literatur teologi digital dan gereja virtual di Indonesia periode 2018–2025. Data dikumpulkan melalui penelusuran literatur berbasis kata kunci pada basis data akademik, kemudian diseleksi, direduksi, dan dianalisis menggunakan teknik analisis isi (content analysis) secara tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa digitalisasi tidak hanya mengubah praktik liturgi, tetapi juga membentuk komunitas spiritual hibrida yang mengintegrasikan ruang fisik dan virtual. Di sisi lain, muncul tantangan berupa penurunan sakralitas ibadah, pelemahan relasi komunal, komodifikasi pengalaman religius, serta pergeseran otoritas pastoral akibat dominasi media sosial. Kebaruan penelitian ini terletak pada konsep hybrid ecclesiology sebagai kerangka teologis untuk membaca transformasi gereja Pentakostal di era digital. Artikel ini menyimpulkan bahwa gereja Pentakostal Indonesia perlu mengembangkan model hybrid ecclesiology yang tetap berakar pada pneumatologi, komunitas inkarnasional, dan disiplin pastoral.

Penelitian ini menemukan bahwa digital worship menghasilkan konsep hybrid ecclesiology yang menjelaskan relasi antara gereja fisik dan digital dalam konteks Pentakostal Indonesia.Transformasi digital memperluas praktik persekutuan, pelayanan, dan pengalaman spiritual namun menimbulkan tantangan seperti penurunan sakralitas, melemahnya relasi komunal, komodifikasi pengalaman religius, dan pergeseran otoritas pastoral.Oleh karena itu, gereja Pentakostal harus mengintegrasikan teknologi digital secara seimbang dengan mempertahankan identitas pneumatologis, komunitas inkarnasional, dan disiplin pastoral, serta perlu penelitian empiris lanjutan untuk menguji konsep ini.

Penelitian etnografi terapan yang mendalam pada beberapa gereja Pentakostal di Indonesia guna menelusuri bagaimana praktik ibadah digital memengaruhi pembentukan spiritualitas pribadi jemaat, khususnya dalam hal persepsi kehadiran Roh Kudus dalam lingkungan daring. Studi komparatif lintas daerah yang membandingkan implementasi model hybrid ecclesiology di gereja‑gereja urban dan rural untuk mengidentifikasi faktor kontekstual—seperti infrastruktur teknologi, budaya lokal, dan kepemimpinan pastoral—yang memengaruhi efektivitas integrasi ruang fisik dan virtual. Analisis kuantitatif dengan survei terstruktur kepada anggota jemaat untuk menguji hubungan antara intensitas penggunaan media sosial gereja dengan perubahan persepsi otoritas pastoral, serta implikasinya terhadap kepatuhan doktrinal dan partisipasi komunitas. Eksperimen intervensi digital yang menguji desain platform ibadah interaktif yang mengedepankan elemen pneumatologis, dengan mengukur dampaknya terhadap rasa kebersamaan dan keterlibatan spiritual dibandingkan dengan format ibadah tradisional. Penelitian longitudinal yang memantau perkembangan komunitas virtual selama tiga sampai lima tahun untuk mengevaluasi dinamika identitas iman generasi muda serta potensi risiko komodifikasi pengalaman religius dalam konteks digital yang terus berkembang.

  1. khazanah theologia. ethical dimensions artificial theological inquiry existential risks khazanah theologia... journal.uinsgd.ac.id/index.php/kt/article/view/33559khazanah theologia ethical dimensions artificial theological inquiry existential risks khazanah theologia journal uinsgd ac index php kt article view 33559
  2. SPIRITUALITAS KRISTEN DALAM BAYANG-BAYANG VIRTUALITAS: MENAFSIR KEHADIRAN ILAHI DAN TANGGUNG JAWAB ETIS... journals.sttab.ac.id/index.php/man_raf/article/view/619SPIRITUALITAS KRISTEN DALAM BAYANG BAYANG VIRTUALITAS MENAFSIR KEHADIRAN ILAHI DAN TANGGUNG JAWAB ETIS journals sttab ac index php man raf article view 619
  3. Mengulik Kontribusi Media Digital dalam Memaksimalkan Pelayanan di Lingkup Gereja Pentakostal | Siburian... ojs.pspindonesia.org/index.php/JPI/article/view/126Mengulik Kontribusi Media Digital dalam Memaksimalkan Pelayanan di Lingkup Gereja Pentakostal Siburian ojs pspindonesia index php JPI article view 126
  4. Peran Orang Muda Katolik dalam Pewartaan Injil di Era Digital: Perspektif Teologi Pastoral tentang Pengudusan... journal.stfsp.ac.id/index.php/media/article/view/778Peran Orang Muda Katolik dalam Pewartaan Injil di Era Digital Perspektif Teologi Pastoral tentang Pengudusan journal stfsp ac index php media article view 778
  5. Peran Roh Kudus dalam Penginjilan Virtual di Era Digital | Ananius | HARVESTER: Jurnal Teologi dan Kepemimpinan... e-journal.sttharvestsemarang.ac.id/index.php/harvester/article/view/220Peran Roh Kudus dalam Penginjilan Virtual di Era Digital Ananius HARVESTER Jurnal Teologi dan Kepemimpinan e journal sttharvestsemarang ac index php harvester article view 220
Read online
File size350.28 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test