MEDIAANTARTIKAMEDIAANTARTIKA

English Journal AntartikaEnglish Journal Antartika

Bahasa Inggris tidak diragukan lagi merupakan salah satu persyaratan dalam industri perhotelan dan perhotelan. Semua staf hotel dituntut untuk bisa berkomunikasi dalam bahasa Inggris, terutama yang bekerja di hotel internasional. Hal ini juga berlaku di Indonesia dimana beberapa hotel internasional beroperasi di kota-kota besar seperti Jakarta. Sayangnya, hanya sedikit staf hotel di Indonesia, termasuk karyawan food and beverage yang memiliki kompetensi bahasa Inggris yang memadai. Oleh karena itu, pelatihan bahasa Inggris adalah suatu keharusan bagi mereka yang bekerja di industri perhotelan. Penelitian ini dilakukan untuk menyelidiki masalah dan tantangan pengajaran bahasa Inggris kepada staf food and beverage karena mereka sangat sering berkomunikasi dengan tamu hotel Indonesia dan internasional, misalnya saat sarapan, makan siang, dan makan malam. Observasi secara cermat dilakukan untuk melihat permasalahan dan tantangan yang ada, yaitu masalah bahasa, kemampuan bahasa Inggris peserta pelatihan, dan partisipasi di dalam kelas setiap peserta pelatihan. Temuan mengungkapkan bahwa sebagian besar staf food and beverage tidak dapat berkomunikasi dalam bahasa Inggris dengan baik dan akurat. Mereka tidak dapat menggunakan ekspresi yang tepat dalam situasi tertentu dengan tamu hotel. Sementara itu, tantangannya mencakup penggunaan ekspresi yang fossilized yang tidak tepat. Artinya perlu adanya solusi untuk mengatasi permasalahan dan menghadapi tantangan pengajaran bahasa Inggris pada staf food and beverage. Kata Kunci: Bahasa Inggris, staf food and beverage, kompetensi bahasa.

Untuk menyimpulkan, mengajar bahasa Inggris kepada staf food and beverage di hotel bintang lima bisa menjadi tantangan karena kebanyakan peserta/trainee memiliki kemampuan bahasa Inggris di level A1 (pemula).Guru harus bisa menjadi pengamat saat mengajar bahasa Inggris kepada staf hotel dengan mencatat semua kesalahan bahasa yang mereka buat.Mereka perlu belajar dari kesalahan tersebut sehingga dapat meningkatkan kemampuan lebih lanjut dan meminimalkan fosilisasi bahasa.

Berdasarkan penelitian ini, ada beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan. Pertama, perlu dilakukan analisis lebih mendalam tentang faktor-faktor yang mempengaruhi kemampuan bahasa Inggris staf food and beverage, seperti latar belakang pendidikan, pengalaman kerja, dan motivasi belajar. Kedua, penelitian dapat berfokus pada pengembangan metode pengajaran yang efektif untuk meningkatkan kemampuan bahasa Inggris staf, termasuk penggunaan teknologi dan sumber daya digital. Ketiga, studi lanjutan dapat mengeksplorasi strategi-strategi yang dapat diterapkan untuk mengatasi masalah fosilisasi bahasa dan meningkatkan kemampuan komunikasi staf dalam situasi nyata. Dengan menggabungkan ketiga saran ini, penelitian dapat memberikan kontribusi yang lebih komprehensif dalam upaya meningkatkan kemampuan bahasa Inggris staf food and beverage di industri perhotelan.

Read online
File size409.06 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test