POLTEKKESBENGKULUPOLTEKKESBENGKULU

JURNAL SVASTA HARENA RAFFLESIAJURNAL SVASTA HARENA RAFFLESIA

Latar Belakang : Diabetes melitus adalah sekelompok penyakit metabolik yang ditandai dengan hiperglikemia akibat kelainan sekresi insulin, kerja insulin, atau kedua-duanya.. Tujuan : Untuk mengetahui gambaran kepatuhan diet, konsumsi serat dan magnesium pada penderita diabetes melitus tipe 2 di puskesmas pasar ikan kota Bengkulu tahun 2024.. Metode : Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yaitu penelitian yang bertujuan memaparkan atau mendeskripsikan peristiwa peristiwa yang terjadi pada masa kini. Populasi dalam penelitian ini adalah penderita diabetes tipe 2 dipuskesmas pasar ikan kota bengkulu dengan sampel 84 orang yang diambil secara Random Sampling. Pengumpulan data kepatuhan diet menggunakan metode kuesioner, untuk konsumsi serat dan magnesium dengan metode Form semi quantitive food questionnaire (SQ-FFQ).. Hasil : Berdasarkan hasil analisa bahwa terdapat sebagian responden penderita diabetes melitus tidak patuh terhadap kepatuhan diet 51 orang (60,7%), sebagian responden memiliki konsumsi serat kurang 53 orang (63,1%), dan sebagian responden memiliki konsumsi magnesium kurang 42 orang (50,0%).. Kesimpulan : Hasil Penelitian penderita diabetes melitus sebagian tidak patuh terhadap kepatuhan diet, sebagian responden kurang konsumsi serat dan sebagian dari responden kurang konsumsi magnesium.

Penderita Diabetes Melitus di Puskesmas Pasar Ikan Kota Bengkulu sebagian tidak patuh terhadap kepatuhan diet.Penderita Diabetes Melitus di Puskesmas Pasar Ikan Kota Bengkulu sebagian kurang konsumsi serat.Penderita Diabetes Melitus di Puskesmas Pasar Ikan Kota Bengkulu sebagian kurang konsumsi magnesium.

Penelitian selanjutnya dapat memanfaatkan pendekatan intervensi edukasi melalui modul diet digital khusus bagi penderita diabetes yang bertujuan meningkatkan pengetahuan dan praktik kepatuhan diet, sehingga dapat diukur perubahan tingkat kepatuhan selama enam bulan.. Selain itu, studi longitudinal perlu dilakukan untuk mengevaluasi efek jangka panjang dari peningkatan asupan serat terhadap kontrol HbA1c serta penurunan risiko komplikasi diabetes, dengan membandingkan kelompok intervensi dan kontrol.. Akhirnya, riset kualitatif dapat digali lebih dalam untuk menilai faktor psikososial, seperti motivasi dan persepsi kendala, yang mempengaruhi penerimaan dan keberlanjutan konsumsi magnesium, sehingga rekomendasi kebijakan kesehatan dapat diadaptasi secara lebih holistik.

Read online
File size310.02 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test