PENCERAHPENCERAH

Journal of Social and Policy IssuesJournal of Social and Policy Issues

Napan Village, North Bikomi District - North Central Timor Regency - East Nusa Tenggara adalah salah satu wilayah yang berbatasan dengan negara tetangga di darat. Napan Village berbatasan dengan Timor Leste. Berbagai permasalahan mengenai keamanan, kesejahteraan, dan lingkungan dalam pembangunan seringkali muncul. Penelitian ini dilakukan untuk mengembangkan model dinamis dalam tiga skenario pembangunan menggunakan tiga pendekatan tersebut. Sampel penelitian diperoleh dengan menyebarkan kuesioner kepada 78 responden yang terdiri dari aparat desa dan polisi, aparat desa Napan, camat North Bikomi, dan aparat perbatasan di desa Napan. Dari hasil kuesioner, dilakukan analisis deskriptif dan analisis regresi berganda untuk memperoleh model regresi pengaruh variabel pendekatan keamanan, kesejahteraan, dan lingkungan terhadap pembangunan wilayah perbatasan. Selanjutnya, hasil analisis digunakan untuk mengembangkan model sistem dinamis dengan tiga skenario simulasi. Referensi yang digunakan dalam simulasi ini adalah nilai data rata-rata untuk setiap variabel dikurangi dan ditambah satu standar deviasi serta hasil persamaan dari analisis regresi berganda. Hasil simulasi menunjukkan bahwa target untuk mencapai pembangunan di wilayah perbatasan akan mencapai 73% dalam 5 tahun jika input dari faktor keamanan, kesejahteraan, dan lingkungan ditingkatkan dari kondisi saat ini sebesar 8% untuk keamanan, 6% untuk kesejahteraan, dan 9% untuk lingkungan. Selain itu, disarankan untuk meningkatkan pembangunan pada faktor-faktor pendekatan keamanan, kesejahteraan, dan lingkungan sesuai dengan hasil tersebut agar dalam lima tahun ke depan dapat dicapai kemajuan yang signifikan, yang mencapai hampir dua kali kondisi saat ini.

Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan, dapat disimpulkan bahwa model sistem dinamis untuk pembangunan wilayah perbatasan RI dengan Timor Leste di Desa Napan, Kecamatan North Bikomi - Kabupaten Timor Tengah Utara dapat dikembangkan menggunakan analisis regresi berganda.Persamaan yang dihasilkan dari regresi berganda digunakan sebagai model dasar, yang kemudian dikembangkan menjadi tiga skenario simulasi sistem dinamis, dengan referensi nilai rata-rata data untuk setiap variabel dikurangi, dan ditambah satu standar deviasi.Hasil simulasi menunjukkan bahwa target untuk mencapai pembangunan di wilayah perbatasan akan mencapai 73% dalam 5 tahun jika input dari faktor keamanan, kesejahteraan, dan lingkungan ditingkatkan dari kondisi saat ini sebesar 8% untuk keamanan, 6% untuk kesejahteraan, dan 9% untuk lingkungan secara konsisten.Jika kondisi saat ini tetap, pembangunan wilayah perbatasan di Napan hanya akan meningkat sebesar 58% dalam jangka waktu 5 tahun.Bahkan jika faktor keamanan, kesejahteraan, dan lingkungan dikurangi sebesar 8%, 6%, dan 9%, hal ini akan mengurangi persentase peningkatan pencapaian pembangunan wilayah perbatasan menjadi hanya 48%.Selanjutnya, disarankan untuk meningkatkan pembangunan pada faktor-faktor pendekatan keamanan, kesejahteraan, dan lingkungan dengan minimal 8%, 6%, dan 9% dari kondisi saat ini.Hal ini bertujuan agar dalam lima tahun ke depan dapat dicapai kemajuan yang signifikan, yang mencapai hampir dua kali kondisi saat ini.

Untuk penelitian lanjutan, dapat dilakukan studi komparatif dengan wilayah perbatasan lain di Indonesia untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi pembangunan dan mengidentifikasi praktik-praktik terbaik. Selain itu, penelitian dapat dilakukan untuk mengeksplorasi dampak pembangunan wilayah perbatasan terhadap aspek sosial dan budaya, serta mengidentifikasi strategi-strategi yang dapat meningkatkan partisipasi masyarakat lokal dalam proses pembangunan. Terakhir, penelitian dapat dilakukan untuk menganalisis dampak kebijakan-kebijakan pemerintah pusat dan daerah terhadap pembangunan wilayah perbatasan, serta mengidentifikasi langkah-langkah yang dapat diambil untuk meningkatkan koordinasi dan sinergi antara berbagai pihak yang terlibat dalam pembangunan wilayah perbatasan.

  1. The concept of an archipelagic Province in Indonesia - IOPscience. concept archipelagic province iopscience... doi.org/10.1088/1755-1315/777/1/012040The concept of an archipelagic Province in Indonesia IOPscience concept archipelagic province iopscience doi 10 1088 1755 1315 777 1 012040
  2. Jurnal Civics: Media Kajian Kewarganegaraan. national identity partnerships community border areas jurnal... journal.uny.ac.id/index.php/civics/article/view/53541Jurnal Civics Media Kajian Kewarganegaraan national identity partnerships community border areas jurnal journal uny ac index php civics article view 53541
  3. Utilizing System Dynamics for Border Area Development in Napan Village, North Bikomi, East Nusa Tenggara... journal.pencerah.org/index.php/jspi/article/view/323Utilizing System Dynamics for Border Area Development in Napan Village North Bikomi East Nusa Tenggara journal pencerah index php jspi article view 323
Read online
File size441.42 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test