UINFASBENGKULUUINFASBENGKULU

Al-Bahtsu: Jurnal Penelitian Pendidikan IslamAl-Bahtsu: Jurnal Penelitian Pendidikan Islam

Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan penelitian pustaka, dimana teknik pengumpulan data adalah dokumen, berupa catatan, transkrip, buku, dan lain-lain. Hasil penelitian meninjau konsep pendidikan Islami dan Barat dengan fokus pada analisis komparatif antara pemikiran Ibn Khaldun dan Paulo Freire serta relevansinya terhadap pendidikan modern. Ibn Khaldun, seorang sarjana Muslim abad ke-14, dikenal dengan pemikiran mendalam tentang pendidikan yang berakar pada nilai moral, sosial, dan budaya. Ia menekankan pentingnya lingkungan dalam membentuk karakter dan moral individu serta hubungan antara pendidikan dan pembangunan masyarakat. Di sisi lain, Paulo Freire, seorang pendidik Brasil abad ke-20, mengembangkan teori pendidikan kritis yang menekankan partisipasi aktif siswa dalam proses belajar, serta peran pendidikan dalam pemberdayaan sosial dan keadilan. Melalui perbandingan kedua pemikiran ini, studi ini bertujuan mengidentifikasi persamaan dan perbedaan pendekatan pendidikan serta kontribusinya terhadap pendidikan modern. Relevansi pemikiran Ibn Khaldun dan Paulo Freire sangat penting mengingat tantangan global seperti ketimpangan akses dan kualitas pendidikan. Oleh karena itu, penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan baru tentang pentingnya integrasi nilai universal dalam pendidikan untuk membentuk individu cerdas, berkarakter luhur, dan kritis terhadap realitas sosial di sekitar mereka.

Konsep pendidikan Ibnu Khaldun menekankan integrasi nilai moral, sosial, dan budaya, serta adaptasi terhadap konteks lingkungan sebagai dasar pembentukan karakter dan kemajuan masyarakat.Sedangkan pemikiran Paulo Freire menonjolkan pendidikan kritis yang memperjuangkan kesadaran, pemberdayaan, dan dialog aktif sebagai cara membebaskan manusia dari penindasan struktural.Ibnu Khaldun dengan penekanannya pada nilai-nilai universal dan keterbukaan konteks sosial, dan Freire dengan menekankan kesadaran kritis, partisipasi aktif, serta dialog hingga menciptakan sistem pendidikan yang demokratis dan adil.Integrasi kedua perspektif dapat memperkaya praktik pendidikan Indonesia, menghasilkan tenaga pengajar yang berpikiran kritis dan sanggup merespons perubahan sosial secara holistik.

Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi bagaimana integrasi nilai-nilai universal Ibn Khaldun dapat diselaraskan dengan pendekatan pendidikan kritis Freire dalam kurikulum sekolah menengah pertama, dengan meninjau efektivitas penerapan model pembelajaran berbasis proyek yang menumbuhkan kesadaran sosial dan budaya. Selanjutnya, studi longitudinal dapat mengamati dampak program pelatihan guru yang mengkombinasikan teori kebahasaan dan metodologi dialogis Freire terhadap peningkatan kompetensi kritis siswa di daerah pedesaan, menilai perubahan sikap dan perilaku siswa dalam konteks masyarakat lokal. Akhirnya, penelitian interdisipliner dapat membandingkan hasil belajar dan kepuasan siswa antara model pembelajaran tradisional dan model berbasis kebebasan belajar yang diinspirasi oleh pemikiran Ibn Khaldun dan Paulo Freire, guna memberikan rekomendasi kebijakan pendidikan yang lebih inklusif dan kontekstual.

  1. Agama dan Pendidikan di Barat dan Dunia Islam | Jurnal Mu'allim. agama pendidikan dunia islam jurnal... doi.org/10.35891/muallim.v5i1.3542Agama dan Pendidikan di Barat dan Dunia Islam Jurnal Muallim agama pendidikan dunia islam jurnal doi 10 35891 muallim v5i1 3542
  2. KONSEP PENDIDIKAN ISLAM DAN BARAT (Analisis Komparatif Pemikiran Imam az-Zarnuji dan John Dewey) | Rausyan... doi.org/10.31000/rf.v14i02.897KONSEP PENDIDIKAN ISLAM DAN BARAT Analisis Komparatif Pemikiran Imam az Zarnuji dan John Dewey Rausyan doi 10 31000 rf v14i02 897
Read online
File size219.14 KB
Pages14
DMCAReport

Related /

ads-block-test