UNISMAUNISMA

JU-ke (Jurnal Ketahanan Pangan)JU-ke (Jurnal Ketahanan Pangan)

Komoditas bawang merah memiliki peran strategis dalam sektor hortikultura, namun produktivitas antar petani di Desa Torongrejo masih bervariasi sehingga diperlukan analisis efisiensi usahatani. Penelitian ini bertujuan menganalisis efisiensi usahatani bawang merah di Desa Torongrejo, Kecamatan Junrejo Kota Batu, dengan menggunakan data seluruh populasi petani (60 responden) dan metode analisis R/C ratio. Hasil menunjukkan rata-rata penerimaan petani sebesar Rp150.327.085/ha/MT, biaya produksi Rp57.133.384/ha/MT, dan pendapatan bersih Rp93.193.701/ha/MT, dengan nilai R/C ratio sebesar 2,73 yang berarti setiap rupiah yang dikeluarkan menghasilkan penerimaan dua rupiah tiga puluh tiga sen.

Penelitian ini menunjukkan bahwa usahatani bawang merah di Desa Torongrejo efisien dan layak diusahakan secara ekonomi, didukung oleh R/C ratio sebesar 2,73.085 per hektar per musim tanam dan pendapatan bersih Rp93.701 per hektar menegaskan keuntungan yang signifikan bagi petani.Nilai R/C ratio > 1 mengindikasikan bahwa setiap rupiah yang dikeluarkan menghasilkan penerimaan lebih dari dua rupiah, sehingga usahatani bawang merah di desa tersebut dapat terus dikembangkan.

Penelitian berikutnya bisa meneliti faktor penyebab variasi R/C ratio antar petani, misalnya dampak penggunaan teknologi modern dan praktik manajemen lahan, untuk mengidentifikasi praktik terbaik yang meningkatkan efisiensi. Penelitian terintegrasi dapat mengevaluasi pengaruh kondisi mikroklimat dan kualitas tanah pada produktivitas bawang merah, sehingga petani dapat memperbaiki input sesuai karakteristik lahan masing‑masing. Studi lanjutan dapat mengembangkan model prediksi pendapatan bersih berdasarkan harga pasar dinamika, mengingat fluktuasi harga input dan output, sehingga petani dapat merencanakan produksi dengan risiko terendah.

Read online
File size380.07 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test