UIN SUSKAUIN SUSKA

Jurnal AgroteknologiJurnal Agroteknologi

Permintaan terhadap tanaman kacang panjang masih cukup tinggi di masyarakat, namun produksinya menurun setiap tahun. Penelitian ini bertujuan menentukan pertumbuhan dan produksi tanaman kacang panjang ketika diberikan berbagai jenis kompos dan pupuk NPK Mutiara 16:16:16. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (CRD) dengan dua faktor, faktor pertama berupa pemberian berbagai jenis kompos (serasah jagung, kulit pisang, kulit singkong, dan kulit nanas) dan faktor kedua berupa NPK Mutiara 16:16:16 (0, 100, 200, 300 kg/ha). Variabel yang diamati meliputi Laju Asimilasi Bersih, Laju Pertumbuhan Relatif, umur berbunga, umur panen, jumlah polong, berat polong, dan panjang polong per tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi kompos kulit nanas dengan NPK Mutiara 16:16:16 dapat meningkatkan pertumbuhan dan produksi tanaman kacang panjang dibandingkan perlakuan lain. Pemberian kompos atau pupuk NPK Mutiara 16:16:16 secara tunggal tidak meningkatkan semua parameter yang diamati pada pertumbuhan dan produksi tanaman kacang panjang.

Kombinasi kompos kulit nanas dengan pupuk NPK Mutiara 16.16 secara signifikan meningkatkan pertumbuhan serta hasil tanaman kacang panjang dibandingkan perlakuan tunggal.Pemberian kompos atau NPK secara terpisah tidak cukup untuk memperbaiki semua parameter pertumbuhan dan produksi.Oleh karena itu, integrasi antara pupuk organik berbasis kompos dan pupuk anorganik NPK direkomendasikan untuk mencapai produktivitas optimal pada tanaman kacang panjang.

Penelitian selanjutnya dapat menyelidiki bagaimana variasi dosis kompos kulit nanas yang dipadukan dengan tingkat aplikasi NPK yang berbeda memengaruhi komunitas mikroba tanah serta dinamika nutrisi, sehingga memberikan wawasan tentang mekanisme biologis di balik peningkatan hasil. Selain itu, penting untuk mengevaluasi kinerja kombinasi optimal kompos dan NPK pada kondisi agroekologis yang beragam, termasuk tipe tanah dan iklim yang berbeda, untuk memastikan keberlakuan temuan secara lebih luas. Selanjutnya, eksplorasi penggunaan limbah organik lain seperti kulit mangga atau dedak padi sebagai kompos tambahan bersama NPK dapat memberikan alternatif yang lebih berkelanjutan, sekaligus menilai dampak lingkungan dan efisiensi produksi yang dihasilkan.

Read online
File size448.97 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test