UTUUTU

Jurnal Agrotek LestariJurnal Agrotek Lestari

Tanaman cabai merah (Capsicum annuum L.) merupakan komoditas strategis yang produktivitasnya sering terhambat oleh serangan patogen. Penelitian ini bertujuan untuk menginventarisasi jenis penyakit serta melakukan karakterisasi patogen berdasarkan morfologi dan gejala kerusakan di Desa Ujong Tanjong, Kabupaten Aceh Barat. Penelitian dilaksanakan melalui metode survei dengan teknik purposive sampling untuk pengamatan lapangan, serta karakterisasi laboratorium yang meliputi isolasi patogen pada media Potato Dextrose Agar (PDA) dan uji konfirmasi melalui Postulat Koch. Hasil penelitian mengidentifikasi empat penyakit utama: Layu Fusarium, Bercak Daun (Cercospora sp.), Busuk Buah (Antraknosa), dan Virus Daun Keriting. Penyakit Layu Fusarium ditemukan sebagai ancaman paling dominan dengan persentase serangan tertinggi sebesar 34,13% dan intensitas serangan 12,23%. Karakterisasi morfologi isolat menunjukkan ciri khas yang konsisten dengan gejala lapangan, termasuk adanya massa konidia berwarna merah muda pada isolat Antraknosa. Uji Postulat Koch memvalidasi seluruh isolat sebagai agen penyebab penyakit dengan tingkat virulensi tinggi, di mana gejala klinis muncul dalam waktu 14–21 hari setelah inokulasi. Kesimpulannya, patogen tular tanah (soil-borne) merupakan kendala biotik utama di wilayah pesisir Aceh Barat yang didukung oleh kondisi mikroklimat dengan kelembapan tinggi. Implikasi hasil penelitian ini menekankan urgensi penerapan manajemen penyakit terpadu, khususnya penggunaan agens hayati dan edukasi teknik sanitasi lahan bagi petani lokal, guna mencegah kehilangan hasil yang lebih luas dan menjaga stabilitas produksi cabai daerah.

Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa terdapat empat jenis penyakit utama yang menyerang tanaman cabai merah di Desa Ujong Tanjong, Kabupaten Aceh Barat, yaitu Layu Fusarium, Bercak Daun (Cercospora), Busuk Buah (Antraknosa), dan Virus Daun Keriting (CLCV).Dari keempat penyakit tersebut, Fusarium merupakan penyakit yang paling destruktif dan dominan dengan persentase serangan 34,13% dan intensitas serangan 12,23%.Validasi melalui uji Postulat Koch mengonfirmasi bahwa seluruh isolat yang diperoleh merupakan agen penyebab utama dengan masa inkubasi gejala antara 14 hingga 21 hari, menandakan tingkat virulensi tinggi pada lokal Aceh Barat.

Untuk memperluas pemahaman tentang dinamika interaksi patogen dan tanaman cabai di Aceh Barat, peneliti berikutnya dapat meneliti efektivitas agen hayati seperti Bacillus subtilis terhadap Fusarium oxysporum di tingkat laboratorium dan lapangan, serta mengevaluasi ketersediaan dan resistensi varietas lokal cabai terhadap infeksi virus CLCV dengan metode PCR. Selanjutnya, studi longitudinal yang memantau perubahan prevalensi penyakit selama lima musim tanam dapat memberikan wawasan tentang efek perubahan iklim mikroklimat terhadap penyebaran dan intensitas penyakit, sekaligus menilai keberhasilan praktik sanitasi lahan yang diajarkan. Akhirnya, pengembangan aplikasi mobile berbasis AI untuk membantu petani di Desa Ujong Tanjong dalam mendeteksi gejala penyakit secara real-time dapat meningkatkan respons dini, mengurangi ketergantungan pada pestisida, dan mendukung strategi pengelolaan penyakit terpadu yang berkelanjutan.

  1. Inventarisasi Penyakit Pada Tanaman Cabai Merah (Capsicum annum l.) di Kebun Warga Gampong Suak Raya... jurnal.utu.ac.id/jagrotek/article/view/5293Inventarisasi Penyakit Pada Tanaman Cabai Merah Capsicum annum l di Kebun Warga Gampong Suak Raya jurnal utu ac jagrotek article view 5293
  2. A review of the effects of Capsicum annuum L. and its constituent, capsaicin, in metabolic syndrome.... ijbms.mums.ac.ir/article_10604.htmlA review of the effects of Capsicum annuum L and its constituent capsaicin in metabolic syndrome ijbms mums ac ir article 10604 html
  3.  . 0 mdpi.com/1422-0067/21/15/5179A 0 mdpi 1422 0067 21 15 5179
Read online
File size602.37 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test