UNAJAUNAJA

JUMANJI (JURNAL MANAJEMEN JAMBI)JUMANJI (JURNAL MANAJEMEN JAMBI)

Generasi Z menghadapi paradoks di era digital: melek teknologi namun rentan konsumsi impulsif akibat social commerce. Minimnya literasi keuangan menghilangkan filter mereka dari godaan promosi. Kajian ini memverifikasi secara empiris bagaimana literasi keuangan bertindak sebagai pertahanan kognitif yang mengkonversi kebiasaan belanja impulsif menjadi niat menabung. Menggunakan pendekatan kuantitatif eksplanatori, data primer dari 150 responden Generasi Z dianalisis via regresi linier sederhana. Hasilnya memvalidasi pengaruh positif signifikan (koefisien 0,755; Sig. 0,000) dengan nilai R Square 0,573. Rekomendasi praktisnya, pelaku perbankan perlu beralih strategi ke education-based marketing guna menaklukkan segmen Generasi Z.

Hasil analisis data 150 responden menunjukkan literasi keuangan berpengaruh positif signifikan terhadap minat menabung Generasi Z dengan koefisien 0,755.Pengaruh tersebut terbukti statistik dengan nilai signifikansi 0,000, sehingga hipotesis diterima.Model menjelaskan 57,3% variansi minat menabung, menegaskan literasi keuangan sebagai faktor utama pembentuk minat menabung.

Penelitian selanjutnya dapat menyelidiki bagaimana intensitas penggunaan media sosial memengaruhi minat menabung generasi Z, dengan meneliti apakah paparan konten finansial dan tekanan teman sebaya menjadi faktor mediasi yang signifikan. Selanjutnya, penting untuk menguji apakah tingkat pendapatan riil berperan sebagai variabel moderasi dalam hubungan antara literasi keuangan dan minat menabung, sehingga dapat diketahui apakah efek literasi berbeda pada kelompok berpenghasilan rendah versus tinggi. Selain itu, pendekatan metode campuran yang menggabungkan survei kuantitatif dengan wawancara mendalam dapat digunakan untuk menggali secara psikologis mekanisme pertahanan kognitif yang diaktifkan oleh literasi keuangan, seperti persepsi kontrol diri dan sikap terhadap konsumsi impulsif. Penelitian juga dapat memperluas kerangka teoritis dengan menambahkan variabel lingkungan keluarga, misalnya dukungan orang tua dalam edukasi keuangan, untuk menjelaskan bagian variansi yang belum tercover sebesar 42,7 %. Akhirnya, studi longitudinal yang melacak perubahan literasi keuangan dan perilaku menabung selama beberapa tahun dapat memberikan wawasan tentang kestabilan efek jangka panjang dan efektivitas intervensi edukatif.

Read online
File size277.53 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test