UNPUNP

TeknomekanikTeknomekanik

Cangkang biji sawit memiliki potensi besar sebagai sumber energi biomassa dan terbarukan. Pemanfaatan yang belum dimaksimalkan hanya dibakar langsung yang menyebabkan polusi udara. Akumulasi limbah padat di industri pengolahan minyak sawit berdampak negatif terhadap lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan karakteristik dan kualitas briket arang cangkang biji sawit dengan karbonisasi cangkang biji sawit. Temuan utama dari studi ini adalah nilai kalor, kandungan air, zat terbang, abu, dan karbon tetap dalam briket arang cangkang biji sawit dengan pengikat damar. Metode penelitian eksperimental dilakukan dengan karbonisasi bahan baku briket cangkang biji sawit, dengan menerapkan berbagai konsentrasi campuran pengikat damar. Parameter teknis pembuatan briket adalah tekanan 10 MPa, ukuran mesh 60, dan suhu karbonisasi yang berbeda dengan menggunakan furnace. Nilai kalor dan proximate diukur secara empiris dengan menggunakan kalorimeter bom. Penelitian ini menghasilkan briket arang cangkang biji sawit dengan nilai kalor 30,72 MJ/kg pada suhu karbonisasi 500oC dan konsentrasi 85%:15%, kandungan air 5,18%, zat terbang 32,72%, abu 2,81%, dan karbon tetap 57,90%. Teknologi briket arang cangkang biji sawit merupakan bahan bakar padat alternatif yang potensial. Akibatnya, pengembangan energi terbarukan yang ramah lingkungan mengarah pada pencapaian keamanan energi berkelanjutan. Dengan memanfaatkan limbah, dampak negatif terhadap lingkungan dapat diatasi dan kebutuhan energi juga terpenuhi.

Hasil menunjukkan bahwa limbah cangkang biji sawit cocok untuk dibriket karena memiliki nilai kalor tinggi.Briket memiliki potensi sebagai bahan bakar padat yang memerlukan penambahan bahan pengikat.Pengolahan lebih lanjut dengan karbonisasi pada berbagai suhu adalah cara untuk meningkatkan kandungan energinya.Karakteristik dan kualitas briket yang dibuat dari limbah biomassa cangkang biji sawit berdasarkan variasi komposisi dan konsentrasi bahan.Komposisi bahan mempengaruhi karakteristik dan kualitas briket.Produksi briket arang cangkang biji sawit menggunakan pengikat damar telah berhasil dilakukan dalam penelitian ini.Pengikat damar alami yang digunakan berkontribusi pada karakteristik dan kualitas briket arang, yang memainkan peran efektif.Temuan penelitian mengevaluasi karakteristik kualitas briket arang cangkang biji sawit dan pengikat damar dengan konsentrasi campuran optimum 85%-15% yang dikarbonisasi pada 500oC menghasilkan kandungan air 5,18%, zat terbang 32,72%, abu 2,81%, karbon tetap 57,90%, dan nilai kalor 30,72 MJ/kg.Semakin besar karakteristik briket yang diperoleh, semakin besar komposisi briket arang, dengan kandungan air dan abu yang lebih rendah, dan nilai kalor yang lebih tinggi sesuai dengan persyaratan SNI.Studi ini menunjukkan bahwa karakteristik arang cangkang biji sawit serta parameter proses karbonisasi, seperti suhu puncak akhir dan laju pemanasan, mempengaruhi karakteristik mekanik arang.Karakteristik briket arang terbaik dicapai dengan karbonisasi pada 500°C yang ditandai dengan parameter nilai kalor tertinggi dibandingkan dengan suhu karbonisasi lainnya.Di antara nilai kalor briket yang dihasilkan, lebih rendah daripada briket batubara (anthracite), tetapi lebih tinggi daripada briket arang kayu.Kepatuhan hasil penelitian dengan standar kualitas briket menunjukkan bahwa briket yang dibuat dari limbah arang cangkang biji sawit dapat digunakan sebagai briket komersial.Pengembangan briket arang ini meningkatkan nilai ekonomi limbah cangkang biji sawit dan mengatasi masalah limbah, sehingga mewujudkan diversifikasi energi terbarukan.Dalam memanfaatkan limbah industri minyak sawit untuk berkontribusi dan mendukung prinsip-prinsip pengembangan energi berkelanjutan, briket arang cangkang biji sawit dengan pengikat damar dieksplorasi dengan berbagai strategi pencampuran untuk meningkatkan kualitas energi briket biomassa arang.Sehubungan dengan ini, penelitian lebih lanjut dapat dikembangkan dengan mencari limbah biomassa lainnya, pengguna perekat untuk pencampuran untuk mengoptimalkan kandungan energinya untuk memastikan kelayakan komersial dan dampak lingkungan.

Berdasarkan hasil penelitian ini, saran penelitian lanjutan dapat difokuskan pada beberapa hal berikut: . . 1. Pengembangan teknologi karbonisasi: Penelitian ini menunjukkan bahwa karbonisasi pada suhu 500°C menghasilkan briket arang cangkang biji sawit dengan kualitas terbaik. Namun, masih ada potensi untuk mengeksplorasi parameter karbonisasi lebih lanjut, seperti laju pemanasan dan waktu karbonisasi, untuk meningkatkan kualitas briket. Penelitian lanjutan dapat menyelidiki efek dari berbagai kondisi karbonisasi pada karakteristik briket, seperti nilai kalor, kandungan abu, dan stabilitas mekanik.. . 2. Optimasi komposisi campuran: Penelitian ini menggunakan campuran 85% cangkang biji sawit dan 15% pengikat damar. Namun, komposisi campuran dapat dioptimalkan lebih lanjut untuk meningkatkan kualitas briket. Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi berbagai rasio campuran cangkang biji sawit dan pengikat damar, serta menguji pengaruhnya terhadap karakteristik briket. Hal ini dapat membantu menentukan komposisi optimal untuk menghasilkan briket dengan nilai kalor tinggi dan karakteristik mekanik yang baik.. . 3. Pemanfaatan limbah biomassa lainnya: Penelitian ini berfokus pada limbah cangkang biji sawit, tetapi ada berbagai jenis limbah biomassa lainnya yang dapat dimanfaatkan untuk memproduksi briket arang. Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi potensi limbah biomassa lain, seperti limbah pertanian, limbah kayu, atau limbah industri, untuk memproduksi briket arang dengan kualitas tinggi. Dengan memanfaatkan limbah biomassa yang beragam, dapat meningkatkan ketersediaan bahan baku dan mengurangi dampak lingkungan dari limbah tersebut.. . 4. Pengembangan teknologi briket: Penelitian ini menggunakan metode briket sederhana dengan tekanan 10 MPa. Namun, teknologi briket dapat dikembangkan lebih lanjut untuk meningkatkan kualitas briket. Penelitian lanjutan dapat menyelidiki efek dari tekanan briket yang berbeda, ukuran partikel, dan metode pembentukan briket pada karakteristik briket. Pengembangan teknologi briket yang lebih canggih dapat meningkatkan kepadatan briket, mengurangi kehilangan energi selama pembakaran, dan meningkatkan efisiensi penggunaan bahan bakar.. . 5. Studi dampak lingkungan: Penelitian ini telah menunjukkan potensi briket arang cangkang biji sawit sebagai bahan bakar alternatif yang ramah lingkungan. Namun, studi lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengevaluasi dampak lingkungan dari penggunaan briket arang ini secara lebih mendalam. Penelitian lanjutan dapat menyelidiki emisi gas rumah kaca, polusi udara, dan dampak lingkungan lainnya yang terkait dengan pembakaran briket arang. Dengan memahami dampak lingkungan secara lebih komprehensif, dapat dikembangkan strategi mitigasi dan pengelolaan yang lebih efektif.. . 6. Analisis ekonomi dan kelayakan komersial: Penelitian ini telah menunjukkan potensi komersial dari briket arang cangkang biji sawit. Namun, analisis ekonomi lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengevaluasi kelayakan komersial produksi dan penggunaan briket arang ini. Penelitian lanjutan dapat menyelidiki biaya produksi, harga pasar, dan potensi pasar untuk briket arang. Dengan memahami aspek ekonomi, dapat dikembangkan strategi pemasaran dan distribusi yang efektif untuk mempromosikan penggunaan briket arang sebagai bahan bakar alternatif yang berkelanjutan.

  1. D5865/D5865M Standard Test Method for Gross Calorific Value of Coal and Coke. d5865 d5865m standard test... doi.org/10.1520/D5865_D5865M-19D5865 D5865M Standard Test Method for Gross Calorific Value of Coal and Coke d5865 d5865m standard test doi 10 1520 D5865 D5865M 19
  2. Calorific value of tibarau cane bio-briquette - IOPscience. calorific value tibarau cane briquette iopscience... iopscience.iop.org/article/10.1088/1742-6596/1317/1/012110Calorific value of tibarau cane bio briquette IOPscience calorific value tibarau cane briquette iopscience iopscience iop article 10 1088 1742 6596 1317 1 012110
  3. Supply and Demand Characteristics of Palm Kernel Shell as a Renewable Energy Source for Industries |... ijred.cbiore.id/index.php/ijred/article/view/41971Supply and Demand Characteristics of Palm Kernel Shell as a Renewable Energy Source for Industries ijred cbiore index php ijred article view 41971
  4. E711 Standard Test Method for Gross Calorific Value of Refuse-Derived Fuel by the Bomb Calorimeter. e711... doi.org/10.1520/E0711E711 Standard Test Method for Gross Calorific Value of Refuse Derived Fuel by the Bomb Calorimeter e711 doi 10 1520 E0711
Read online
File size395.06 KB
Pages14
DMCAReport

Related /

ads-block-test