ULILALBABINSTITUTEULILALBABINSTITUTE

ULIL ALBAB : Jurnal Ilmiah MultidisiplinULIL ALBAB : Jurnal Ilmiah Multidisiplin

Ketimpangan pendapatan antar lapisan masyarakat menjadi salah satu isu yang perlu perhatian lebih. Peran UMKM di Indonesia dinilai mampu untuk dikembangkan agar dapat memberikan kontribusi lebih terhadap pengentasan ketimpangan ekonomi antar lapisan masyarakat. Potensi kuat UMKM dilihat melalui kontribusinya terhadap pertumbuhan PDB dan angka daya serap tenaga kerja yang tinggi. Di sisi lain potensi maksimal UMKM terhalang oleh angka ketimpangan yang tidak kalah mengancam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran UMKM sebagai Ladder of Opportunity dalam menjembatani kesenjangan ekonomi.

Pertumbuhan ekonomi merupakan salah satu indikator penting dalam menilai keberhasilan pembangunan suatu negara, namun indikator tersebut tidak dapat berdiri sendiri tanpa mempertimbangkan aspek pemerataan kesejahteraan.Hasil analisis studi pustaka dalam penelitian ini menunjukkan bahwa Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memiliki kontribusi yang sangat signifikan terhadap pertumbuhan Produk Domestik Bruto serta penyerapan tenaga kerja di Indonesia.Meskipun demikian, tingkat ketimpangan ekonomi yang tercermin melalui Rasio Gini menunjukkan bahwa peningkatan kontribusi ekonomi UMKM belum secara otomatis menghasilkan pemerataan kesejahteraan antar lapisan masyarakat.Temuan ini menegaskan adanya paradoks pembangunan, di mana pertumbuhan ekonomi yang ditopang oleh UMKM belum sepenuhnya mampu mengurangi kesenjangan ekonomi secara struktural.Paradoks tersebut dijelaskan melalui heterogenitas internal UMKM.Sebagian UMKM berfungsi sebagai jaring pengaman sosial yang berorientasi pada pemenuhan kebutuhan dasar dan stabilitas ekonomi jangka pendek, sementara sebagian lainnya memiliki kapasitas untuk berkembang menjadi mesin pemerataan melalui peningkatan produktivitas, nilai tambah, dan redistribusi pendapatan.Perbedaan kapasitas ini menunjukkan bahwa UMKM tidak dapat diperlakukan sebagai entitas yang homogen dalam upaya mendorong pemerataan ekonomi.Dalam kerangka Ladder of Opportunity, efektivitas UMKM sebagai jembatan kesenjangan ekonomi sangat bergantung pada kemampuannya untuk naik kelas dari peran subsisten menuju peran produktif dan berorientasi pertumbuhan.Anak tangga pertama berupa penciptaan lapangan kerja dan pendapatan dasar penting untuk menjaga stabilitas sosial, namun belum cukup untuk mendorong mobilitas sosial ekonomi yang berkelanjutan.Peran UMKM sebagai mesin pemerataan baru dapat terwujud ketika pelaku usaha mampu meningkatkan produktivitas, mengakses permodalan formal, mengadopsi teknologi, serta terintegrasi dalam rantai nilai yang lebih luas.Hasil pembahasan juga menunjukkan bahwa akses terhadap modal dan teknologi merupakan faktor penentu utama dalam proses naik kelas UMKM.Ketimpangan akses terhadap kedua faktor tersebut berpotensi memperlebar kesenjangan antar pelaku UMKM dan menghambat peran sektor ini dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif.Oleh karena itu, Ladder of Opportunity tidak dapat dipahami sebagai proses yang berlangsung secara alami, melainkan membutuhkan dukungan struktural melalui kebijakan dan ekosistem yang inklusif.Dengan memaksimalkan peran UMKM sebagai jembatan kesenjangan ekonomi, diperlukan kebijakan pembangunan yang lebih terarah dan diferensiatif.Strategi pengembangan UMKM perlu disesuaikan dengan karakter dan posisi masing-masing pelaku usaha.UMKM yang berperan sebagai jaring pengaman sosial membutuhkan penguatan ketahanan usaha dan perlindungan dasar, sementara UMKM yang berpotensi tumbuh memerlukan dukungan dalam bentuk akses pembiayaan, digitalisasi, perluasan pasar, dan integrasi rantai nilai.Pendekatan kebijakan yang seragam berisiko menghambat mobilitas ekonomi dan memperlebar ketimpangan di dalam sektor UMKM itu sendiri.

Untuk mendorong pemerataan ekonomi di Indonesia, diperlukan strategi pengembangan UMKM yang diferensiatif dan terarah. UMKM yang berperan sebagai jaring pengaman sosial perlu diberikan penguatan ketahanan usaha dan perlindungan dasar, sementara UMKM yang berpotensi tumbuh memerlukan dukungan dalam bentuk akses pembiayaan, digitalisasi, perluasan pasar, dan integrasi rantai nilai. Selain itu, penting untuk menciptakan ekosistem yang inklusif dan mendukung mobilitas ekonomi, sehingga UMKM dapat berperan sebagai mesin pemerataan yang efektif. Dengan memaksimalkan potensi UMKM, Indonesia dapat mengurangi ketimpangan ekonomi secara struktural dan mencapai pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

  1. Economic Journal of Emerging Markets. impact real effective exchange rate revealed comparative advantage... journal.uii.ac.id/JEP/article/view/14518Economic Journal of Emerging Markets impact real effective exchange rate revealed comparative advantage journal uii ac JEP article view 14518
Read online
File size229.66 KB
Pages13
DMCAReport

Related /

ads-block-test