UNRIUNRI

Jurnal Administrasi Politik dan SosialJurnal Administrasi Politik dan Sosial

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui , berdasarkan tujuh kriteria dalam Peraturan Menteri PUPR No.14/PRT/M/2018, yaitu kondisi bangunan, jalan lingkungan, penyediaan air minum, drainase lingkungan, pengelolaan air limbah, pengelolaan persampahan, dan proteksi kebakaran. Dengan menggunakan metode kualitatif studi kasus, data diperoleh melalui wawancara, studi pustaka, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program ini berhasil mengurangi kawasan kumuh sebesar 64,83% dari total 3.223,29 hektar, dengan sisa 1.133,76 hektar yang masih perlu ditangani. Strategi yang diterapkan meliputi pembangunan infrastruktur, pemberdayaan masyarakat, serta kolaborasi antara pemerintah, swasta, dan masyarakat. Implementasi program terhadap pengurangan kawasan kumuh dan peningkatan kualitas hidup masyarakat. Keberlanjutan kebijakan serta pendekatan berbasis lingkungan diperlukan untuk menyelesaikan sisa tantangan secara menyeluruh dan menciptakan permukiman yang layak huni.

Program penanganan kawasan permukiman kumuh di Kabupaten Malang berhasil mengurangi 64,83% area kumuh, namun masih terdapat sisa 1.Tantangan utama meliputi urbanisasi cepat, koordinasi tata ruang yang lemah, dan keterbatasan sumber daya.Diperlukan pendekatan berkelanjutan yang mengintegrasikan aspek fisik, sosial, dan ekonomi melalui kolaborasi multi‑stakeholder untuk mentransformasi kawasan kumuh menjadi lingkungan yang layak huni.

Penelitian pertama dapat mengeksplorasi bagaimana program pemberdayaan masyarakat yang diterapkan dalam penanganan kumuh berkontribusi pada keberlanjutan penurunan kawasan kumuh melalui studi longitudinal yang melacak perubahan sosial‑ekonomi selama beberapa tahun, sehingga mengidentifikasi faktor‑faktor kunci yang mempengaruhi keberhasilan jangka panjang. Penelitian kedua sebaiknya menilai dampak pembangunan infrastruktur proteksi kebakaran yang masih kurang di kawasan kumuh yang tersisa, dengan mengukur perubahan risiko kebakaran, kesehatan pernapasan, dan persepsi keamanan warga, serta merumuskan strategi optimal untuk mengintegrasikan aspek proteksi kebakaran dalam program penanganan. Penelitian ketiga dapat mengembangkan model keputusan berbasis GIS yang menggabungkan data kepadatan penduduk, kondisi lingkungan, akses layanan publik, dan prioritas kebijakan, untuk membantu pemerintah Kabupaten Malang menentukan prioritas intervensi pada sisa 1.133,76 hektar secara lebih efisien dan berbasis bukti. Ketiga studi tersebut dapat menggunakan pendekatan campuran kuantitatif‑kualitatif, termasuk survei rumah tangga, wawancara mendalam dengan pemangku kepentingan, serta analisis spasial, guna memperoleh gambaran komprehensif tentang dinamika kawasan kumuh. Hasil penelitian diharapkan memberikan rekomendasi kebijakan yang konkret, seperti mekanisme pendanaan berkelanjutan, pedoman teknis untuk proteksi kebakaran, dan prosedur prioritas intervensi yang dapat diadopsi oleh pemerintah daerah dan pusat. Dengan melibatkan masyarakat secara aktif dalam proses perencanaan dan evaluasi, penelitian lanjutan ini dapat meningkatkan akseptabilitas dan efektivitas program, sehingga mempercepat transformasi kawasan kumuh menjadi permukiman yang layak huni dan berkelanjutan.

  1. Strategi Pembangunan Dan Pengembangan Permukiman Dalam Penanganan Permukiman Kumuh Di Jawa Timur | Jurnal... japs.ejournal.unri.ac.id/index.php/JAPS/article/view/24Strategi Pembangunan Dan Pengembangan Permukiman Dalam Penanganan Permukiman Kumuh Di Jawa Timur Jurnal japs ejournal unri ac index php JAPS article view 24
  2. PERANAN PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR DALAM MENINGKATKAN KUALITAS HIDUP MASYARAKAT | Fadilla | Jurnal Ekonomi... ejurnal.esaunggul.ac.id/index.php/Eko/article/view/7442PERANAN PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR DALAM MENINGKATKAN KUALITAS HIDUP MASYARAKAT Fadilla Jurnal Ekonomi ejurnal esaunggul ac index php Eko article view 7442
Read online
File size695.81 KB
Pages17
DMCAReport

Related /

ads-block-test