UNIVET BANTARAUNIVET BANTARA

Jurnal Aplikasi Ilmu Teknik Industri (JAPTI)Jurnal Aplikasi Ilmu Teknik Industri (JAPTI)

Kualitas blade pemotong pada mesin produksi pelet berpengaruh langsung terhadap konsistensi dimensi pelet yang dihasilkan. Penggunaan blade berbahan polimer hasil 3D printing memiliki keunggulan dari sisi biaya dan kemudahan fabrikasi, namun masih memiliki keterbatasan pada ketahanan mekanik selama penggunaan berulang. Penelitian ini bertujuan mengembangkan blade pemotong berbahan PLA (Polylactic Acid) hasil 3D printing dengan penguat plat stainless steel setebal 2 mm pada ujung blade, serta mengevaluasi pengaruhnya terhadap kestabilan panjang pelet pada mesin produksi pelet. Blade dirancang menggunakan SolidWorks, kemudian difabrikasi dengan teknologi Fused Deposition Modeling (FDM) menggunakan nozzle 0,4 mm, layer height 0,22 mm, infill 100%, temperatur bed 60°C, temperatur extruder 210°C, dan kecepatan cetak 4500 mm/min. Pengujian dilakukan pada mesin pelet dengan putaran 70 rpm selama 6 siklus, masing-masing menggunakan 200 gram bahan pakan dan 8 sampel pengukuran per siklus. Hasil pengujian menunjukkan bahwa blade full PLA mengalami peningkatan panjang pelet dari rata-rata 4,99 mm menjadi 7,05 mm, sedangkan blade hybrid hanya meningkat dari 3,78 mm menjadi 4,22 mm. Hasil One-Way ANOVA menunjukkan bahwa siklus pengujian berpengaruh signifikan terhadap panjang pelet pada blade full PLA (F = 365,015; p < 0,001) dan blade hybrid (F = 61,255; p < 0,001). Penelitian menunjukkan bahwa penggunaan penguat stainless steel menghasilkan dimensi pelet yang lebih stabil selama pengujian berulang, dibanding blade full PLA.

Berdasarkan hasil penelitian, blade pemotong berbahan PLA dengan penguat stainless steel 2 mm menunjukkan performa yang lebih baik dibanding blade full PLA pada mesin produksi pelet dengan putaran 70 rpm.Hasil pengujian selama 6 siklus menunjukkan bahwa blade full PLA mengalami peningkatan panjang pelet dari rata-rata sekitar 4,99 mm pada siklus 1 menjadi 7,05 mm pada siklus 6, dengan selisih rata-rata antar siklus mencapai 2,06 mm.Sementara itu, blade hybrid PLA–stainless steel menunjukkan hasil yang lebih stabil, yaitu dari rata-rata 3,78 mm pada siklus 1 menjadi 4,22 mm pada siklus 6, dengan selisih rata-rata hanya 0,44 mm.Hasil One-Way ANOVA menunjukkan bahwa siklus pengujian berpengaruh signifikan terhadap panjang pelet pada blade full PLA (F = 365,015.p < 0,001) maupun blade hybrid (F = 61,255.Hasil uji lanjut LSD juga menunjukkan seluruh pasangan siklus berbeda signifikan (p < 0,05).Secara keseluruhan, penggunaan penguat stainless steel pada ujung blade menghasilkan dimensi pelet yang lebih stabil selama pengujian berulang.

Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk mengembangkan variasi geometri blade, jumlah mata pisau, dan penggunaan material penguat lain agar performa pemotongan dapat semakin optimal. Selain itu, pengujian dapat diperluas pada variasi putaran mesin, umur pakai blade, dan ketahanan aus untuk memperoleh karakteristik operasional blade yang lebih komprehensif pada aplikasi produksi pelet berkelanjutan. Penelitian selanjutnya juga dapat fokus pada pengembangan desain blade yang lebih efisien dan ekonomis, serta mengeksplorasi penggunaan material alternatif yang lebih tahan aus untuk meningkatkan kinerja blade dalam jangka panjang.

Read online
File size546.65 KB
Pages17
DMCAReport

Related /

ads-block-test