RESCOLLACOMMRESCOLLACOMM

International Journal of Research in Community ServicesInternational Journal of Research in Community Services

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji reformasi struktural institusi ekonomi di tingkat desa, dengan Desa Sindangpakuon sebagai studi kasus utama, dalam rangka mengurangi kemiskinan. Meskipun Indonesia telah mengalami desentralisasi yang signifikan, banyak daerah pedesaan masih terjebak dalam ketergantungan ekonomi akibat maraknya pinjaman informal eksploitatif yang dikenal sebagai Bank Emok. Dalam kerangka program pemberdayaan Lentera Desa, penelitian ini menggunakan pendekatan Business Process Reengineering (BPR) untuk menganalisis inefisiensi pada Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dan Koperasi Desa (KOPDes). Intervensi ini membangun struktur distribusi model Hub and Spoke serta prosedur pinjaman berbasis digital agar mampu bersaing dengan pemberi pinjaman informal. Hasil menunjukkan bahwa kendala dalam akumulasi modal berasal dari lemahnya sinergi institusi dan prosedur administratif yang rumit. Artikel ini mengusulkan ekosistem terintegrasi di mana koperasi berperan sebagai pusat ritel dan keuangan yang menyatukan produk dari BUMDes dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal. Keselarasan strategis dengan program nasional Koperasi Desa Merah Putih memberikan dukungan regulasi dan finansial untuk kemandirian jangka panjang. Peningkatan transparansi melalui dashboard digital dan penurunan hambatan transaksi dapat meningkatkan partisipasi masyarakat di desa-desa dekat kawasan industri, serta menjadi model yang dapat direplikasi untuk mencapai otonomi ekonomi di wilayah pedesaan.

Optimalisasi strategis sinergi antara KOPDes dan BUMDes memungkinkan Desa Sindangpakuon bertransformasi menjadi desa yang mandiri secara ekonomi.Sinergi ini menempatkan BUMDes sebagai mesin produksi dan KOPDes sebagai pusat distribusi dan keuangan, yang diikat melalui hubungan off-take yang formal, menjamin stabilitas harga bagi konsumen dan keamanan pasar bagi produsen.Digitalisasi proses pinjaman dan penerapan dashboard transparansi sangat penting untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat, menyaingi kemudahan akses pinjaman informal, serta mendukung partisipasi luas dalam ekosistem ekonomi desa yang terintegrasi.

Pertama, perlu dilakukan penelitian tentang efektivitas integrasi penerima bantuan sosial (PKH) sebagai anggota wajib koperasi desa dalam mencegah jatuhnya keluarga rentan ke dalam jeratan utang informal, termasuk bagaimana literasi keuangan dapat ditanamkan secara berkelanjutan melalui pendekatan budaya lokal. Kedua, diperlukan studi untuk mengevaluasi penerapan model Hub and Spoke berbasis warung RW di desa-desa dengan karakteristik geografis dan demografis berbeda, guna mengidentifikasi faktor penentu keberhasilan dan hambatan dalam pemasaran produk desa. Ketiga, sebaiknya dikaji pemanfaatan sistem digital SOP pinjaman berbasis magang atau kerja sama dengan pelajar vokasi, untuk memastikan keberlanjutan tata kelola dan inovasi teknologi di koperasi desa meskipun terjadi rotasi kepemimpinan atau tenaga ahli.

Read online
File size435.48 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test