UWKSUWKS

Jurnal Ilmiah Sosio AgribisJurnal Ilmiah Sosio Agribis

Penelitian ini menganalisis pengaruh teknologi digital dan modal sosial terhadap daya saing agrowisata, dengan bauran pemasaran (7P) sebagai variabel pemoderasi. Studi kuantitatif dilakukan di Desa Ketapanrame, Mojokerto, menggunakan kuesioner terhadap 30 pengelola agrowisata. Hasil menunjukkan bahwa teknologi digital dan modal sosial berpengaruh positif dan signifikan terhadap daya saing. Bauran pemasaran terbukti memperkuat hubungan kedua variabel terhadap daya saing. Temuan ini menekankan bahwa pengembangan agrowisata memerlukan integrasi strategi digital, pemanfaatan jejaring sosial, dan penerapan bauran pemasaran yang tepat. Studi ini memberikan kontribusi teoretis pada model pemasaran pariwisata berbasis masyarakat serta rekomendasi praktis bagi pengelola untuk meningkatkan daya saing secara berkelanjutan.

Penerapan teknologi digital (informasi digital, pemasaran digital, media sosial) berpengaruh positif dan signifikan terhadap daya saing agrowisata melalui bauran pemasaran, dengan nilai R² sebesar 62,8%.Modal sosial yang mencakup komunikasi, solidaritas, dan partisipasi warga berpengaruh positif dan signifikan terhadap daya saing agrowisata melalui bauran pemasaran, didukung oleh nilai R² sebesar 35,4%.Daya saing agrowisata juga dipengaruhi oleh inovasi produk, infrastruktur, SDM, dukungan kebijakan, kelembagaan desa, dan strategi pemasaran.Kombinasi faktor ini penting untuk menarik kunjungan dan memperkuat posisi agrowisata di tengah persaingan.

Untuk meningkatkan daya saing agrowisata, disarankan untuk mengoptimalkan teknologi digital dalam informasi, promosi, dan media sosial melalui pelatihan digital marketing dan pemanfaatan platform lokal. Penguatan modal sosial berbasis komunitas juga perlu menjadi prioritas, dengan mendorong komunikasi efektif, solidaritas, dan partisipasi aktif masyarakat. Selain itu, pengembangan faktor pendukung lainnya seperti inovasi produk, perbaikan infrastruktur, peningkatan kapasitas SDM, strategi pemasaran terintegrasi, regulasi kondusif, dan kelembagaan desa wisata yang profesional, sangat penting untuk memperkuat daya saing agrowisata secara berkelanjutan.

  1. Keadaan Sosial Ekonomi Dan Tingkat Kesejateraan Petani Padi Orang Asli Papua (OAP) Di Distrik Kurik Kabupaten... doi.org/10.35724/mujagri.v7i1.5944Keadaan Sosial Ekonomi Dan Tingkat Kesejateraan Petani Padi Orang Asli Papua OAP Di Distrik Kurik Kabupaten doi 10 35724 mujagri v7i1 5944
  2. Analisis SWOT Sebagai Strategi Meningkatkan Daya Saing | JPS (Jurnal Perbankan Syariah). analisis swot... ejournal.isnjbengkalis.ac.id/index.php/jps/article/view/205Analisis SWOT Sebagai Strategi Meningkatkan Daya Saing JPS Jurnal Perbankan Syariah analisis swot ejournal isnjbengkalis ac index php jps article view 205
  3. Analisis Payback Period Sebagai Dasar Kelayakan Investasi | Jurnal Daya Saing. analisis payback period... doi.org/10.35446/dayasaing.v2i2.54Analisis Payback Period Sebagai Dasar Kelayakan Investasi Jurnal Daya Saing analisis payback period doi 10 35446 dayasaing v2i2 54
Read online
File size342.77 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test