PNCPNC

InfotekmesinInfotekmesin

Mesin pengering cocopeat tipe rotary dryer merupakan mesin yang dirancang untuk mempermudah proses pengeringan cocopeat. Proses saat ini masih menggunakan sinar matahari pengeringan tersebut memiliki kekurangan waktu pengeringan lebih lama dan kadar air tidak terkontrol. Kelembaban cocopeat yang harus dicapai yaitu maksimal 15%. Metode penelitian ini berupa eksperimen dengan menggunakan beberapa parameter yaitu kecepatan drum 6 rpm, suhu pemanas 600°C, 900°C, 1300°C dengan variasi lama pengeringan 120 dan 150 menit. Proses pengeringan menggunakan mesin pengering sangat berpengaruh pada hasil uji yaitu terdapat penurunan kadar air dan massa cocopeat. Proses pengeringan dengan suhu 600°C mendapatkan penurunan efisiensi kelembaban sampai dengan 56,7% dengan nilai kadar air 23,8% waktu 150 menit dan massa 3,7 Kg. Sedangkan untuk pengeringan suhu 1300°C mendapatkan penurunan efisiensi paling baik dibandingkan suhu sebelumnya penurunan kadar air sampai dengan 84% dengan nilai kadar air sebesar 8,55 dan massa 2,7 Kg menggunakan waktu 150 menit.

Penggunaan mesin pengering cocopeat tipe rotary dryer secara signifikan menurunkan kadar air dan massa cocopeat, khususnya pada suhu tinggi dan waktu pengeringan lebih lama.Suhu 600°C mengurangi kadar air hingga 23,8% dalam 150 menit, sementara suhu 1300°C mengurangi kadar air sebesar 84% mencapai 8,55% dalam 150 menit.Hasil ini menunjukkan bahwa peningkatan suhu dan durasi pemanasan dapat memberikan efisiensi pengeringan terbaik dibandingkan metode pengeringan alami.

Pertama, mempelajari dampak penggunaan energi terbarukan, seperti panel surya, pada mesin rotary dryer agar efisiensi energi meningkat dan biaya operasional berkurang, sekaligus mengevaluasi apakah kombinasi pemanas lampu LED dapat menggantikan elemen pemanas konvensional tanpa mengurangi hasil pengeringan. Kedua, mengembangkan model prediksi kelembaban cocopeat secara real‑time menggunakan sensor kelembaban dan algoritma machine learning, sehingga operasi dapat disesuaikan otomatis pada perubahan temperatur dan kelembapan lingkungan. Ketiga, meneliti efek pengeringan pada kualitas mikroba dan kandungan nutrisi cocopeat, terutama komposisi unsur hara, untuk memastikan produk akhir tetap cocok sebagai media tumbuh bagi tanaman yang menuntut kondisi tanah tertentu.

  1. Pengaruh Suhu Pemanas Pada Mesin Pengering Cocopeat Tipe Rotary Dryer | Infotekmesin. pengaruh suhu pemanas... ejournal.pnc.ac.id/index.php/infotekmesin/article/view/2833Pengaruh Suhu Pemanas Pada Mesin Pengering Cocopeat Tipe Rotary Dryer Infotekmesin pengaruh suhu pemanas ejournal pnc ac index php infotekmesin article view 2833
  2. PENGELOLAAN SABUT KELAPA SEBAGAI MEDIA TANAM HIDROPONIK ATAU COCOPEAT | Jurnal Pengabdian Masyarakat... doi.org/10.62668/berkarya.v1i06.451PENGELOLAAN SABUT KELAPA SEBAGAI MEDIA TANAM HIDROPONIK ATAU COCOPEAT Jurnal Pengabdian Masyarakat doi 10 62668 berkarya v1i06 451
  3. Jurnal Warta Desa (JWD). pemanfaatan limbah serabut kelapa korleko labuhan haji lombok jurnal jwd authors... doi.org/10.29303/jwd.v1i3.81Jurnal Warta Desa JWD pemanfaatan limbah serabut kelapa korleko labuhan haji lombok jurnal jwd authors doi 10 29303 jwd v1i3 81
Read online
File size228.25 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test