PNCPNC
InfotekmesinInfotekmesinFiberboard banyak menggunakan bahan limbah agroindustri yang disatukan dengan perekat sintesis yang mengandung formaldehid. Kelemahan perekat ini adalah dapat menyebabkan gangguan kesehatan seperti kanker dan iritasi pada mata. Lignin mempunyai sifat dan kandungan mirip dengan formaldehid yang dapat digunakan sebagai perekat alami. Nipah mempunyai kandungan lignin dan selulosa yang berpotensi untuk dikembangkan menjadi binderless fiberboard. Tujuan dari penelitian ini adalah dengan menganalisis potensi serat pelepah nipah untuk dibuat binderless fiberboard dengan menggunakan metode hot press. Karateristik fiberboard yang akan dianalisis meliputi densitas dan kadar air. Binderless fiberboar pelepah nipah dibuat dengan menggunakan mesin press dengan tekanan 50 bar, suhu 100oC selama 20 menit. Densitas antara 0,46-0,52 gram/cm3 yang telah sesuai dengan syarat SNI 03-2105-2006 dan kadar air 5,98% - 7,70% juga telah sesuai dengan persyaratan JIS 5908: 2003 dan SNI 03-2105-2006. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa pelepah nipah dapat dijadikan sebagai bahan baku binderless fiberboard.
Binderless fiberboard hasil penelitian mempunyai densitas antara 0,46-0,52 gram/cm3 yang telah sesuai dengan syarat SNI 03-2105-2006 dan kadar air 5,98%-7,70% juga telah sesuai dengan persyaratan JIS 5908.Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa pelepah nipah dapat dijadikan sebagai bahan baku binderless fiberboard.
Penelitian lanjutan bisa menyelidiki efektivitas pengolahan pelepah nipah dengan bahan pengikat alternatif seperti bahan terbuat dari ekstrak limbah pestisida untuk menurunkan densitas fiberboard, sehingga dapat meningkatkan sifat mekanik dan daya tahan pada paparan kelembapan. Selain itu, studi perbandingan antara penggunaan peptida alami sebagai perekat dengan teknik pemanasan suhu rendah dapat membuka peluang untuk produksi fiberboard dengan emisi karbon lebih rendah. Terakhir, evaluasi dampak lingkungan serta siklus hidup produk binderless fiberboard dari pelepah nipah, mulai dari penanaman, pengumpulan, hingga pembuatan, dapat memberikan panduan keberlanjutan di industri konstruksi.
- Potensi Serat Pelepah Nipah Sebagai Bahan Baku Binderless Fiberboard | Infotekmesin. serat pelepah nipah... doi.org/10.35970/infotekmesin.v16i1.2507Potensi Serat Pelepah Nipah Sebagai Bahan Baku Binderless Fiberboard Infotekmesin serat pelepah nipah doi 10 35970 infotekmesin v16i1 2507
- Kualitas Papan Partikel dari Pelepah Nipah dengan Perekat Asam Sitrat dan Sukrosa | Santoso | Jurnal... doi.org/10.22146/jik.16514Kualitas Papan Partikel dari Pelepah Nipah dengan Perekat Asam Sitrat dan Sukrosa Santoso Jurnal doi 10 22146 jik 16514
| File size | 441.52 KB |
| Pages | 6 |
| DMCA | Report |
Related /
POLBANGTANBOGORPOLBANGTANBOGOR Peran pemangku kepentingan seperti pemerintah, universitas, sektor swasta, lembaga keuangan, dan agen perubahan memiliki kontribusi yang beragam, tetapiPeran pemangku kepentingan seperti pemerintah, universitas, sektor swasta, lembaga keuangan, dan agen perubahan memiliki kontribusi yang beragam, tetapi
POLBANGTANBOGORPOLBANGTANBOGOR Wawancara dilakukan dengan Sekretaris BUMDES Kelurahan Karangrejek, Kepala Dukuh Dusun Blimbing, Karyawan BUMDES dan 10 orang perwakilan petani yang menggunakanWawancara dilakukan dengan Sekretaris BUMDES Kelurahan Karangrejek, Kepala Dukuh Dusun Blimbing, Karyawan BUMDES dan 10 orang perwakilan petani yang menggunakan
POLBANGTANBOGORPOLBANGTANBOGOR Petani sudah terbiasa melakukan budidaya sesuai pengalaman dan penyuluhan pertanian. Petani mampu menganalisis biaya produksi tanaman. Pengetahuan lokalPetani sudah terbiasa melakukan budidaya sesuai pengalaman dan penyuluhan pertanian. Petani mampu menganalisis biaya produksi tanaman. Pengetahuan lokal
ALFITHRAHALFITHRAH Begitupun dalam masalah istinbat al-hukm tersebut. Mereka disebut madhhab Zahiry karena dalam memahami nas-nas al-Quran maupun sunnah hanya berdasarkanBegitupun dalam masalah istinbat al-hukm tersebut. Mereka disebut madhhab Zahiry karena dalam memahami nas-nas al-Quran maupun sunnah hanya berdasarkan
ALFITHRAHALFITHRAH Penelitian ini mengkaji sejauh mana fatwa DSN-MUI mengakomodasi penerapan multiakad dalam produk-produk pasar uang, serta analisis hukum dan aplikasinyaPenelitian ini mengkaji sejauh mana fatwa DSN-MUI mengakomodasi penerapan multiakad dalam produk-produk pasar uang, serta analisis hukum dan aplikasinya
POLBANGTANBOGORPOLBANGTANBOGOR Penelitian ini bertujuan 1) mengidentifikasi karakteristik penyuluh, 2) mengidentifikasi potensi dan tantangan yang dihadapi oleh penyuluh dalam mewujudkanPenelitian ini bertujuan 1) mengidentifikasi karakteristik penyuluh, 2) mengidentifikasi potensi dan tantangan yang dihadapi oleh penyuluh dalam mewujudkan
POLBANGTANBOGORPOLBANGTANBOGOR Analisa data dilakukan dengan metode deskriptif dan menggunakan teknik Partial Least Square (PLS) melalui bantuan aplikasi smartPLS. 3. 2. 9. Hasil penelitianAnalisa data dilakukan dengan metode deskriptif dan menggunakan teknik Partial Least Square (PLS) melalui bantuan aplikasi smartPLS. 3. 2. 9. Hasil penelitian
POLBANGTANBOGORPOLBANGTANBOGOR Regenerasi petani pada usahatani sayuran dataran tinggi dinilai oleh sebagian besar generasi muda berada pada kategori sedang (75,03 %). Faktor-faktorRegenerasi petani pada usahatani sayuran dataran tinggi dinilai oleh sebagian besar generasi muda berada pada kategori sedang (75,03 %). Faktor-faktor
Useful /
DEWANSENGKETADEWANSENGKETA Arbitrase dianggap lebih efektif dan efisien dibandingkan menyelesaikan sengketa secara litigasi. Saat ini lembaga arbitrase di Indonesia terdiri dariArbitrase dianggap lebih efektif dan efisien dibandingkan menyelesaikan sengketa secara litigasi. Saat ini lembaga arbitrase di Indonesia terdiri dari
POLBANGTANBOGORPOLBANGTANBOGOR Model Pesantren Islam berhasil memperkuat kemandirian agribisnis santri melalui kombinasi pendidikan agama dan praktis. Implementasi pendidikan agribisnis,Model Pesantren Islam berhasil memperkuat kemandirian agribisnis santri melalui kombinasi pendidikan agama dan praktis. Implementasi pendidikan agribisnis,
PNCPNC Pada pengujian dengan berat bawang merah 1 kg dan 2 kg, ketebalan irisan yang dihasilkan adalah 1,4 mm. Sedangkan pada pengujian dengan berat 1,5 kg, ketebalanPada pengujian dengan berat bawang merah 1 kg dan 2 kg, ketebalan irisan yang dihasilkan adalah 1,4 mm. Sedangkan pada pengujian dengan berat 1,5 kg, ketebalan
PNCPNC Metode penyayatan konvensional dengan kedalaman sayat 2 mm menghasilkan kekasaran permukaan paling baik yakni sebesar 26,47µm. Serangkaian pengujian pemotonganMetode penyayatan konvensional dengan kedalaman sayat 2 mm menghasilkan kekasaran permukaan paling baik yakni sebesar 26,47µm. Serangkaian pengujian pemotongan