PNMPNM

JEECAE (Journal of Electrical, Electronics, Control, and Automotive Engineering)JEECAE (Journal of Electrical, Electronics, Control, and Automotive Engineering)

Peralihan kendaraan bermotor dari sistem Internal Combustion Engine (ICE) ke sistem penggerak listrik merupakan strategi penting dalam mewujudkan transportasi yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan, sekaligus mengurangi emisi karbon yang dihasilkan oleh sektor transportasi. Penelitian ini bertujuan untuk menilai sejauh mana efektivitas motor listrik tipe Permanent Magnet Synchronous Motor (PMSM) ketika digunakan sebagai komponen utama penggerak pada kendaraan yang telah mengalami konversi dari mesin ICE. Proses penelitian dilakukan melalui kajian pustaka mendalam, observasi langsung di lapangan, serta analisis teknis terhadap berbagai aspek, seperti performa motor listrik, kapasitas dan daya tahan baterai, estimasi jarak tempuh, serta waktu pengisian ulang baterai. Hasil pengujian menunjukkan bahwa motor PMSM menghasilkan torsi sebesar 110 Nm dan tenaga 70,45 PS, yang sedikit lebih rendah dibandingkan spesifikasi mesin ICE awal yaitu 118,6 Nm dan 86 PS. Sementara itu, baterai jenis LiFePO₄ berkapasitas 15,85 kWh menunjukkan tingkat efisiensi energi sangat tinggi sebesar 98%, dengan durasi operasional maksimal mencapai 1,55 jam dan jarak tempuh sekitar 42,6 km. Pengisian penuh baterai membutuhkan waktu sekitar 1,29 jam. Walaupun terjadi penurunan performa dalam hal daya keluaran dibandingkan mesin konvensional, sistem penggerak listrik menunjukkan efisiensi tinggi serta kinerja yang andal dan stabil. Temuan ini memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan teknologi konversi kendaraan listrik yang lebih efisien dan aplikatif, khususnya untuk diterapkan dalam konteks transportasi masa depan yang berkelanjutan.

Motor PMSM yang digunakan pada kendaraan konversi menunjukkan torsi dan daya yang lebih rendah dibandingkan mesin ICE standar, namun tetap menawarkan efisiensi tinggi serta kemampuan pengisian baterai yang cepat, sehingga dapat menempuh jarak sekitar 42,6 km dengan waktu operasional maksimal 1,55 jam.Studi ini memberikan gambaran komprehensif tentang performa dan efisiensi kendaraan listrik hasil konversi, yang dapat menjadi acuan dalam perbandingan performa sebelum dan sesudah konversi.Karena keterbatasan data, penggunaan satu tipe motor, dan metode perhitungan yang terbatas, disarankan melakukan pengukuran langsung dengan alat dynotest serta memperluas variasi motor dan kondisi uji untuk memperoleh data yang lebih representatif.

Penelitian selanjutnya dapat melakukan studi komparatif antara motor PMSM, motor BLDC, dan motor induksi pada kendaraan yang dikonversi untuk mengevaluasi perbedaan efisiensi, torsi, dan biaya produksi; penelitian ini dapat dirancang sebagai percobaan lapangan dengan mengukur performa masing‑masing motor pada kondisi beban yang sama. Selanjutnya, dapat dikembangkan penelitian tentang optimalisasi sistem manajemen baterai (BMS) pada kendaraan listrik konversi, dengan fokus pada strategi pengisian cepat, pemantauan suhu, dan peningkatan siklus hidup baterai LiFePO₄, sehingga memperpanjang jarak tempuh dan mengurangi waktu pengisian. Terakhir, diperlukan evaluasi real‑world driving cycle pada berbagai jenis jalan (perkotaan, pedesaan, dan jalan tol) untuk menilai konsumsi energi, emisi yang dihindari, dan kenyamanan pengguna, sehingga hasilnya dapat memberikan rekomendasi kebijakan dan desain yang lebih tepat bagi konversi kendaraan massal.

Read online
File size762.41 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test