IBRAHIMYIBRAHIMY

PSYCOMEDIA : Jurnal PsikologiPSYCOMEDIA : Jurnal Psikologi

Kemajuan teknologi mendorong perkembangan pemasaran digital, termasuk penggunaan beauty influencer dalam mempromosikan produk kecantikan. Femonena ini kemudian memunculkan perilaku impulsive buying di kalangan konsumen produk kecantikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh beauty influencer terhadap perilaku impulsive buying pada produk kecantikan. Responden dalam penelitian ini adalah 114 pengguna media sosial yang mengikuti beauty influencer dan pernah membeli produk yang di review oleh beauty influencer. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang disebarkan melalui media sosial. Skala yang digunakan dalam penelitian ini adalah Impulse Buying Tendency Scale dari Verplanken dan Herabadi (2001). Teknik analisis data menggunakan korelasi spearman rank dengan bantuan program SPSS versi 23. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua variabel memiliki hubungan signifikan dengan nilai signifikansi 0,004 < 0,05. Sementara itu, hubungan kedua variabel memiliki hubungan yang cukup kuat dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0,271. Temuan ini mengindikasikan bahwa semakin tinggi pengaruh influencer maka semakin tinggi pula perilaku impulsive buying pada produk kecantikan.

Penelitian ini menunjukkan bahwa beauty influencer memiliki pengaruh signifikan terhadap perilaku impulsive buying pada produk kecantikan, terutama melalui konten ulasan, tutorial, dan promosi visual yang meningkatkan daya tarik konsumen.Influencer seperti Tasya Farasya dan Nanda Arsyinta, yang paling banyak diikuti, memiliki pengaruh kuat dalam mendorong perilaku impulsif pembelian.Meskipun mayoritas responden berada pada kategori impulsive buying sedang, keputusan pembelian tetap dipengaruhi secara signifikan oleh pengaruh beauty influencer.

Penelitian selanjutnya dapat menyelidiki bagaimana persepsi harga produk kecantikan mempengaruhi perilaku impulsive buying pada konsumen dengan latar belakang ekonomi yang berbeda, sehingga dapat mengidentifikasi peran faktor harga dalam keputusan pembelian yang spontan. Selain itu, studi komparatif antar platform media sosial seperti Instagram, TikTok, dan YouTube dapat mengungkap perbedaan tingkat kredibilitas influencer dan pengaruhnya terhadap impulsive buying, yang akan membantu pemasar memilih kanal yang paling efektif. Selanjutnya, penelitian longitudinal yang melacak dampak kampanye beauty influencer selama periode waktu yang lebih panjang dapat mengevaluasi perubahan perilaku konsumen, kepuasan pasca pembelian, dan kemungkinan pembelian ulang, sehingga memberikan wawasan tentang keberlanjutan efek influencer pada pola konsumsi. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memperluas pemahaman tentang faktor-faktor yang memoderasi atau memediasi hubungan antara influencer dan perilaku impulsif, serta memberikan dasar empiris bagi strategi pemasaran digital yang lebih terarah.

  1. Pengaruh Event Tanggal Kembar dan Diskon Terhadap Impulse Buying Pada Pengguna Shopee dengan Emosi Konsumen... doi.org/10.35957/prmm.v6i2.10605Pengaruh Event Tanggal Kembar dan Diskon Terhadap Impulse Buying Pada Pengguna Shopee dengan Emosi Konsumen doi 10 35957 prmm v6i2 10605
  2. Pengaruh Influencer Marketing dan Value Co-Creation terhadap Customer Engagement melalui Minat Beli dan... jurnal.ranahresearch.com/index.php/R2J/article/view/894Pengaruh Influencer Marketing dan Value Co Creation terhadap Customer Engagement melalui Minat Beli dan jurnal ranahresearch index php R2J article view 894
  3. EXPLORING THE TIKTOK INFLUENCES ON CONSUMER IMPULSIVE PURCHASE BEHAVIOUR | International Journal of Business... publisher.unimas.my/ojs/index.php/IJBS/article/view/5600EXPLORING THE TIKTOK INFLUENCES ON CONSUMER IMPULSIVE PURCHASE BEHAVIOUR International Journal of Business publisher unimas my ojs index php IJBS article view 5600
Read online
File size832.59 KB
Pages13
DMCAReport

Related /

ads-block-test