UNIBAUNIBA
Jurnal Teknik Elektro Uniba (JTE UNIBA)Jurnal Teknik Elektro Uniba (JTE UNIBA)Penyandang tunanetra mengalami keterbatasan dalam mobilitas dan orientasi lingkungan yang berpotensi menimbulkan risiko keselamatan, khususnya saat beraktivitas secara mandiri. Alat bantu konvensional seperti tongkat masih memiliki keterbatasan dalam mendeteksi rintangan serta tidak mendukung pemantauan lokasi pengguna. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan merancang dan mengimplementasikan perangkat asistif tunanetra berbasis Internet of Things (IoT) yang dilengkapi panduan suara dan fitur pemantauan lokasi secara real-time. Metode penelitian yang digunakan adalah Research and Development (R&D) yang meliputi tahap perancangan sistem, pembuatan prototipe perangkat keras, serta pengujian fungsional dan kinerja sistem. Solusi yang diusulkan diwujudkan melalui integrasi sensor ultrasonik sebagai pendeteksi rintangan, modul GPS Neo-8 untuk akuisisi koordinat lokasi, mikrokontroler ESP32 sebagai pengendali utama, serta modul DFPlayer Mini dan speaker sebagai media keluaran audio. Informasi lokasi dikirimkan melalui koneksi Wi-Fi ke aplikasi Telegram sebagai antarmuka pemantauan jarak jauh. Hasil pengujian menunjukkan sensor ultrasonik mampu mendeteksi objek secara stabil pada rentang jarak 30–160 cm, sedangkan pengujian GPS menunjukkan selisih posisi terhadap Google Maps berada pada kisaran 3,32 hingga 6,28 meter. Hasil tersebut menunjukkan sistem memiliki kinerja yang stabil dan berpotensi meningkatkan keselamatan serta kemandirian penyandang tunanetra.
Perangkat asistif tunanetra berbasis IoT yang dikembangkan berhasil mengintegrasikan sensor ultrasonik untuk deteksi rintangan, modul GPS Neo-8 untuk penentuan lokasi, mikrokontroler ESP32 sebagai pengendali, DFPlayer Mini untuk panduan suara, dan Telegram untuk pemantauan real-time.Pengujian sensor ultrasonik menunjukkan deteksi objek stabil pada 30-160 cm dengan respons suara cepat, sementara pengujian GPS mencatat selisih posisi 3,32-6,28 meter dari Google Maps, menunjukkan akurasi yang konsisten.Secara keseluruhan, sistem ini memiliki kinerja stabil dan berpotensi meningkatkan keselamatan, kemandirian, serta rasa aman penyandang tunanetra dalam aktivitas sehari-hari, dengan ruang untuk optimalisasi lebih lanjut.
Pengembangan perangkat asistif tunanetra di masa mendatang dapat difokuskan pada tiga area utama untuk memaksimalkan manfaatnya. Pertama, riset selanjutnya dapat mengeksplorasi peningkatan sistem deteksi rintangan yang saat ini terbatas pada satu sensor ultrasonik. Ini bisa dilakukan dengan mengintegrasikan lebih banyak sensor ultrasonik di berbagai sudut atau memanfaatkan teknologi canggih seperti LiDAR dan kamera dengan kecerdasan buatan (AI) untuk deteksi objek 360 derajat dan identifikasi jenis rintangan, termasuk yang berada di atas kepala. Tujuannya adalah memberikan informasi lingkungan yang jauh lebih kaya dan detail kepada pengguna, melampaui sekadar deteksi keberadaan objek. Kedua, untuk mengatasi selisih akurasi GPS yang masih ada dan keterbatasan di dalam ruangan, penelitian dapat bergeser ke pengembangan sistem penentuan posisi yang lebih presisi. Ini mungkin melibatkan penggabungan GPS dengan teknologi penentuan posisi dalam ruangan (IPS) seperti Wi-Fi fingerprinting atau beacon Bluetooth, memungkinkan navigasi yang sangat akurat di lingkungan kompleks seperti gedung atau pusat perbelanjaan. Studi juga bisa dilakukan untuk mengembangkan panduan navigasi langkah demi langkah yang lebih proaktif, bukan hanya pemantauan lokasi pasif. Ketiga, aspek pengalaman pengguna dan adaptabilitas perangkat merupakan area penting untuk studi lebih lanjut. Bagaimana sistem dapat memberikan umpan balik yang lebih intuitif selain suara, misalnya melalui umpan balik haptik yang bervariasi atau audio spasial yang mengindikasikan arah rintangan? Riset dapat pula membahas personalisasi pengaturan perangkat berdasarkan kebutuhan individu dan lingkungan yang berbeda, serta bagaimana perangkat ini dapat terhubung dengan infrastruktur kota cerdas yang mendukung aksesibilitas. Ini akan menjadikan perangkat tidak hanya fungsional, tetapi juga terasa sebagai perpanjangan indera yang sangat personal bagi penyandang tunanetra, meningkatkan kemandirian dan kenyamanan mereka secara signifikan.
| File size | 863.1 KB |
| Pages | 9 |
| DMCA | Report |
Related /
UKDCUKDC Penelitian ini menunjukkan bahwa pendekatan gamifikasi dan metode Design Thinking efektif dalam menciptakan desain game edukatif yang mampu menarik minatPenelitian ini menunjukkan bahwa pendekatan gamifikasi dan metode Design Thinking efektif dalam menciptakan desain game edukatif yang mampu menarik minat
UMPPUMPP Data splitting yang dipilih pada penelitian ini adalah 70% untuk data training dan 30% untuk data testing. Evaluasi model yang dilakukan dengan jumlahData splitting yang dipilih pada penelitian ini adalah 70% untuk data training dan 30% untuk data testing. Evaluasi model yang dilakukan dengan jumlah
UMPPUMPP Sistem web portal aplikasi internal berbasis SSO berhasil dikembangkan menggunakan metode RAD, memungkinkan akses terpusat ke berbagai aplikasi internalSistem web portal aplikasi internal berbasis SSO berhasil dikembangkan menggunakan metode RAD, memungkinkan akses terpusat ke berbagai aplikasi internal
LEMBAGA KITALEMBAGA KITA Penentuan anak usia dini yang memenuhi syarat untuk Program Makan Tambahan (PMT) di Pos Pelayanan Terpadu di Desa Perkebunan Tanah Datar masih dilakukanPenentuan anak usia dini yang memenuhi syarat untuk Program Makan Tambahan (PMT) di Pos Pelayanan Terpadu di Desa Perkebunan Tanah Datar masih dilakukan
UKDCUKDC Perancangan tampilan antarmuka aplikasi E-CANTEEN berhasil dirancang mengikuti metode UCD, menghasilkan aplikasi yang mudah digunakan oleh pengguna denganPerancangan tampilan antarmuka aplikasi E-CANTEEN berhasil dirancang mengikuti metode UCD, menghasilkan aplikasi yang mudah digunakan oleh pengguna dengan
UEUUEU Model dilatih menggunakan dataset augmentasi sebanyak 11.998 citra dan dievaluasi dengan 1. 856 citra uji. Proses pelatihan meliputi tahap Feature ExtractionModel dilatih menggunakan dataset augmentasi sebanyak 11.998 citra dan dievaluasi dengan 1. 856 citra uji. Proses pelatihan meliputi tahap Feature Extraction
UIN Ar-RaniryUIN Ar-Raniry Keselamatan dan keamanan adalah isu penting dalam kehidupan sehari-hari. Penggunaan sistem otentikasi sederhana seperti kunci mekanik telah terbukti rentanKeselamatan dan keamanan adalah isu penting dalam kehidupan sehari-hari. Penggunaan sistem otentikasi sederhana seperti kunci mekanik telah terbukti rentan
LLDIKTI10LLDIKTI10 Dengan adanya sistem informasi Manajemen Keluhan Inventarisasi Aset dengan bahasa pemograman PHP berbasis Web dan tersimpan dalam suatu database ini dapatDengan adanya sistem informasi Manajemen Keluhan Inventarisasi Aset dengan bahasa pemograman PHP berbasis Web dan tersimpan dalam suatu database ini dapat
Useful /
STTAASTTAA Studi penelitian naskah ini menggunakan pendekatan Reasoned Eclecticism untuk mengidentifikasi makna asli dari kata appāyim dalam 1 Samuel 1:5 dan alasanStudi penelitian naskah ini menggunakan pendekatan Reasoned Eclecticism untuk mengidentifikasi makna asli dari kata appāyim dalam 1 Samuel 1:5 dan alasan
UIN Ar-RaniryUIN Ar-Raniry Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dummy boom IoT yang dapat digunakan sebagai media pelatihan IoT yang layak digunakan dalam pembelajaran. MetodePenelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dummy boom IoT yang dapat digunakan sebagai media pelatihan IoT yang layak digunakan dalam pembelajaran. Metode
STAISAMSTAISAM Fenomena ini menegaskan bahwa media sosial adalah ruang interaksi sosial nyata, dan tindakan seperti unfollow membawa makna simbolik yang perlu dipahamiFenomena ini menegaskan bahwa media sosial adalah ruang interaksi sosial nyata, dan tindakan seperti unfollow membawa makna simbolik yang perlu dipahami
KOPERTAIS4KOPERTAIS4 Oleh karena itu, diperlukan peningkatan sistem manajemen BMS melalui pengembangan aplikasi akuntansi digital berbasis komputer dan transisi ke penggunaanOleh karena itu, diperlukan peningkatan sistem manajemen BMS melalui pengembangan aplikasi akuntansi digital berbasis komputer dan transisi ke penggunaan