UPN VeteranUPN Veteran

International Journal of Eco-Innovation in Science and Engineering (IJEISE)International Journal of Eco-Innovation in Science and Engineering (IJEISE)

Korosi adalah kerusakan logam yang disebabkan oleh reaksi elektrokimia dengan lingkungannya. Lingkungan ini dapat berupa air, udara, gas, larutan asam, larutan garam, dan lainnya. Logam sangat aktif dalam menghasilkan lapisan oksida pada permukaan logam di bawah pengaruh lingkungan aerob. Korosi logam adalah proses di mana tindakan media sekitar merusak bahan logam dengan introduksi ion korosi. Studi ini bertujuan untuk menentukan kondisi terbaik untuk fosfat dalam mengendalikan laju korosi dan mengetahui inhibisi fosfat dalam mengendalikan laju korosi. Bahan yang digunakan adalah stainless steel 201, stainless steel 304, dan fosfat sebagai inhibitor. Sementara itu, larutan NaCl 3.5% sebagai lingkungan media korosif dan air suling. Berdasarkan penelitian ini, konsentrasi fosfat terbaik dalam mengurangi laju korosi stainless steel 201 dan 304 adalah 100 ppm dengan penurunan laju korosi stainless steel 201 sebesar 0,022312 mpy dengan persentase inhibisi sebesar 89,68%, dan penurunan laju korosi stainless steel 304 sebesar 0,045694 mpy dengan persentase inhibisi sebesar 94,027%. Laju korosi stainless steel 304 lebih rendah daripada stainless steel 201 disebabkan oleh perbedaan komposisi unsur Cr pada setiap logam. Stainless steel 304 mengandung 18,24% Cr sedangkan stainless steel 201 mengandung 13,00% Cr. Semakin rendah kandungan Cr pada stainless steel, maka stainless steel akan lebih rentan terhadap korosi.

Konsentrasi fosfat terbaik dalam mengurangi laju korosi stainless steel 201 dan 304 adalah 100 ppm dengan penurunan laju korosi stainless steel 201 sebesar 0,022312 mpy dengan persentase inhibisi sebesar 89,68%, dan penurunan laju korosi stainless steel 304 sebesar 0,045694 mpy dengan persentase inhibisi sebesar 94,027%.Laju korosi stainless steel 304 lebih rendah daripada stainless steel 201 disebabkan oleh perbedaan komposisi unsur Cr pada setiap logam.Semakin rendah kandungan Cr pada stainless steel, maka stainless steel akan lebih rentan terhadap korosi.

Untuk penelitian lanjutan, dapat dilakukan studi komparatif antara berbagai jenis inhibitor yang digunakan dalam industri untuk mengendalikan korosi pada logam. Selain itu, penelitian juga dapat berfokus pada efek inhibitor terhadap jenis korosi spesifik yang dialami oleh SS 304 dan SS 201, serta implikasinya terhadap keberlanjutan dan keandalan sistem. Selain itu, penelitian dapat mengeksplorasi penggunaan inhibitor organik sintetis sebagai alternatif yang lebih ramah lingkungan dan efektif dalam mengendalikan korosi pada logam. Penelitian ini dapat memberikan solusi yang berkelanjutan dan efisien untuk mengendalikan laju korosi pada SS 304 dan SS 201, sehingga meningkatkan keandalan dan masa pakai peralatan dan struktur yang terkait dengan logam tersebut.

Read online
File size525.28 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test