UNIPAUNIPA

CassowaryCassowary

Sarang semut (Myrmecodia sp.) memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai bahan baku minuman fungsional melalui proses fermentasi; namun, efek dari formulasi gula dan waktu fermentasi terhadap karakteristik produknya belum banyak diteliti. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh konsentrasi gula dan waktu fermentasi terhadap karakteristik fisikokimia dan organoleptik teh kombucha sarang semut sebagai dasar pengembangan produk minuman fungsional. Penelitian dilakukan dengan metode eksperimental rancangan faktorial Completely Randomized Design (CRD), terdiri dari dua faktor: konsentrasi gula (20%, 25%, dan 30%) dan waktu fermentasi (0, 4, 6, 8, 10, 12, dan 14 hari). Hasil menunjukkan bahwa konsentrasi gula dan waktu fermentasi berpengaruh signifikan terhadap karakteristik fisikokimia teh kombucha sarang semut. Nilai pH menurun selama fermentasi, dari 4,15-4,23 pada hari 0 menjadi 2,64-2,76 pada hari 14. Total padatan terlarut (TSS) meningkat seiring dengan peningkatan konsentrasi gula dan waktu fermentasi, berkisar dari 14,5-17,0 °Brix pada konsentrasi gula 20%, 18,0-19,9 °Brix pada 25%, dan 21,7-23,8 °Brix pada 30%. Total keasaman juga meningkat seiring dengan waktu fermentasi, dari 7,71-8,10% pada hari 4 hingga 15,63-17,37% pada hari 14. Sementara itu, hasil uji organoleptik menunjukkan bahwa konsentrasi gula dan waktu fermentasi tidak berpengaruh signifikan terhadap warna, aroma, rasa, atau intensitas aroma dan rasa, dengan penilaian berkisar dari netral hingga agak disukai. Teh kombucha sarang semut yang dihasilkan memiliki warna kuning kecokelatan, aroma sarang semut yang cukup kuat, dan rasa yang agak asam.

Konsentrasi gula dan lama fermentasi berpengaruh nyata terhadap karakteristik fisikokimia dan organoleptik teh kombucha sarang semut.Nilai pH teh kombucha sarang semut mengalami penurunan selama fermentasi dari sekitar 4,15-4,23 menjadi 2,64-2,76.Total padatan terlarut (TSS) juga meningkat seiring dengan peningkatan konsentrasi gula dan lama fermentasi, berkisar antara 14,5-23,8˚Brix.Total asam menunjukkan peningkatan seiring dengan lama fermentasi, dari 7,71-8,1% menjadi 15,63-17,37%.Hasil pengujian organoleptik menunjukkan bahwa konsentrasi gula dan lama fermentasi tidak berpengaruh signifikan terhadap warna, aroma, dan rasa teh kombucha sarang semut, dengan tingkat kesukaan panelis berada pada kisaran netral hingga agak suka.Teh kombucha sarang semut yang dihasilkan memiliki karakteristik warna kuning kecokelatan, aroma sarang semut yang agak kuat, dan rasa yang agak asam.

Untuk penelitian lanjutan, dapat dilakukan studi lebih mendalam tentang efek variasi konsentrasi gula dan waktu fermentasi pada profil metabolit dan aktivitas fungsional teh kombucha sarang semut. Selain itu, penelitian dapat dilakukan untuk mengeksplorasi potensi kombinasi bahan lain dengan sarang semut dalam pembuatan minuman kombucha, serta mengoptimalkan proses fermentasi untuk meningkatkan aktivitas fungsional dan kualitas organoleptik produk. Penelitian juga dapat dilakukan untuk mengevaluasi efek konsumsi teh kombucha sarang semut terhadap kesehatan manusia, seperti studi klinis untuk mengukur manfaat kesehatan yang mungkin diperoleh dari konsumsi minuman ini.

  1. Kombucha Fermentation and Its Antimicrobial Activity | Journal of Agricultural and Food Chemistry. kombucha... doi.org/10.1021/jf991333mKombucha Fermentation and Its Antimicrobial Activity Journal of Agricultural and Food Chemistry kombucha doi 10 1021 jf991333m
Read online
File size581.3 KB
Pages14
DMCAReport

Related /

ads-block-test