LPPMDIANHUSADALPPMDIANHUSADA
Masyarakat Mandiri dan BerdayaMasyarakat Mandiri dan BerdayaHipertensi merupakan penyakit tidak menular yang menjadi salah satu penyebab utama kematian terbesar di dunia. Hipertensi sering disebut the silent killer karena sering tanpa keluhan, sehingga penderita tidak tahu kalau dirinya mengidap hipertensi, tetapi kemudian mendapatkan dirinya sudah terdapat penyakit penyulit atau komplikasi dari hipertensi. Salah satu metode non-farmakologi yang dapat diaplikasikan untuk meredakan nyeri leher pada penderita hipertensi adalah dengan penerapan kompres hangat. Kompres hangat merupakan tindakan yang dilakukan dengan memberikan sensasi hangat pada area yang mengalami nyeri dengan tujuan untuk menurunkan spasme otot, memperlancar sirkulasi darah dan mengurangi rasa sakit atau nyeri. Kompres hangat merelaksasi otot pada pembuluh darah dan melebarkan pembuluh darah sehingga meningkatkan pemasukan oksigen dan nutrisi ke jaringan otak. Kompres hangat dilakukan dengan menempelkan handuk, kain hangat atau hot cold pack pada permukaan kulit. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di Desa Sooko Kabupaten Mojokerto. Metode penyampaian materi dilakukan menggunakan teknik wawancara, tanya jawab dan praktik. Evaluasi kegiatan dilakukan sebanyak 2 kali. Berdasarkan hasil pengumpulan data didapatkan bahwasanya tingkat pengetahuan baik tentang implementasi terapi komplementer menggunakan kompres hangat untuk meredakan nyeri kepala akibat peningkatan tekananan darah yang tidak terkendali yang semula tidak ada, naik menjadi 5 peserta (18,5%), tingkat pengetahuan cukup tentang implementasi terapi komplementer menggunakan kompres hangat untuk meredakan nyeri kepala akibat peningkatan tekananan darah yang tidak terkendali yang semula sebanyak 7 peserta (25,9%) naik menjadi 16 peserta (59,3%) dan tingkat pengetahuan kurang tentang implementasi terapi komplementer menggunakan kompres hangat untuk meredakan nyeri kepala akibat peningkatan tekananan darah yang tidak terkendali yang semula sebanyak 20 peserta (74,1%) turun menjadi 6 peserta (22,2%). Hasil ini secara tidak langsung menunjukkan bahwasanya terjadi peningkatan pengetahuan tentang implementasi terapi komplementer menggunakan kompres hangat untuk meredakan nyeri kepala akibat peningkatan tekananan darah yang tidak terkendali pada peserta kegiatan pengabdian kepada masyarakat.
Pengetahuan peserta mengenai implementasi kompres hangat untuk meredakan nyeri kepala akibat hipertensi sebelum kegiatan pengabdian masyarakat didominasi oleh pengetahuan kurang, yaitu sebanyak 20 peserta (74,1%).Setelah dilakukan kegiatan pengabdian masyarakat, sebagian besar peserta memiliki pengetahuan cukup tentang implementasi terapi komplementer ini, yaitu sebanyak 16 peserta (59,3%).Secara keseluruhan, kegiatan pengabdian masyarakat ini berhasil meningkatkan pengetahuan peserta tentang pemanfaatan kompres hangat sebagai terapi komplementer untuk mengatasi nyeri kepala pada penderita hipertensi.
Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk menguji efektivitas kompres hangat secara klinis dengan melibatkan jumlah partisipan yang lebih besar dan menggunakan kelompok kontrol untuk membandingkan hasil. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada durasi dan frekuensi kompres hangat yang optimal untuk mencapai efek terapeutik maksimal pada penderita hipertensi dengan keluhan nyeri kepala. Ketiga, studi kualitatif dapat dilakukan untuk menggali pengalaman dan persepsi penderita hipertensi terhadap penerapan kompres hangat sebagai terapi komplementer, termasuk faktor-faktor yang memengaruhi kepatuhan dan keberhasilan terapi. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan bukti ilmiah yang lebih kuat mengenai manfaat kompres hangat dan membantu mengembangkan protokol terapi yang lebih efektif dan personal bagi penderita hipertensi.
| File size | 71.5 KB |
| Pages | 11 |
| DMCA | Report |
Related /
YARSIYARSI Prevalensi terjadi 100% pada kelompok usia dewasa (19–59 tahun), dengan tidak ada kasus pada remaja (10–18 tahun) atau lansia (>60 tahun). Oleh karenaPrevalensi terjadi 100% pada kelompok usia dewasa (19–59 tahun), dengan tidak ada kasus pada remaja (10–18 tahun) atau lansia (>60 tahun). Oleh karena
YARSIYARSI Latar Belakang: Kesehatan reproduksi merupakan aspek penting dalam remaja, terutama di lingkungan pondok pesantren yang memiliki pendekatan unik dalamLatar Belakang: Kesehatan reproduksi merupakan aspek penting dalam remaja, terutama di lingkungan pondok pesantren yang memiliki pendekatan unik dalam
UNPADUNPAD Hak reproduksi perempuan penyandang disabilitas masih terhambat oleh hambatan struktural, sosial, dan kultural. Keterlibatan Lembaga Swadaya MasyarakatHak reproduksi perempuan penyandang disabilitas masih terhambat oleh hambatan struktural, sosial, dan kultural. Keterlibatan Lembaga Swadaya Masyarakat
JCEHJCEH Hasil menunjukkan bahwa 38,7% responden memiliki perilaku seksual berisiko. Pengetahuan (p=0,002), sikap (p=0,001), pengaruh teman sebaya (p=0,000), danHasil menunjukkan bahwa 38,7% responden memiliki perilaku seksual berisiko. Pengetahuan (p=0,002), sikap (p=0,001), pengaruh teman sebaya (p=0,000), dan
UNBITAGOUNBITAGO Kajian ini mengungkap bahwa rendahnya pengetahuan, kuatnya pengaruh sosial, pola asuh yang kurang optimal, serta dominasi media digital menjadi faktorKajian ini mengungkap bahwa rendahnya pengetahuan, kuatnya pengaruh sosial, pola asuh yang kurang optimal, serta dominasi media digital menjadi faktor
UNSURUNSUR Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan literasi dan keterampilan pelaku UMKM dalam mengelola usaha menggunakan aplikasi akuntansi digital.Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan literasi dan keterampilan pelaku UMKM dalam mengelola usaha menggunakan aplikasi akuntansi digital.
UNSURUNSUR Kegiatan PkM melalui pelatihan minuman olahan kopi dan penyuluhan kewirausahaan telah berhasil meningkatkan pengetahuan, sikap, dan minat peserta dalamKegiatan PkM melalui pelatihan minuman olahan kopi dan penyuluhan kewirausahaan telah berhasil meningkatkan pengetahuan, sikap, dan minat peserta dalam
4141 Pasal 7 Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2019 tentang Perubahan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan mengatur bahwa perkawinan hanya diizinkanPasal 7 Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2019 tentang Perubahan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan mengatur bahwa perkawinan hanya diizinkan
Useful /
YARSIYARSI Penyakit ginjal kronik (PGK) merupakan kerusakan ginjal yang terjadi akibat kelainan struktur dan fungsi ginjal yang menetap lebih dari 3 bulan. PGK menyebabkanPenyakit ginjal kronik (PGK) merupakan kerusakan ginjal yang terjadi akibat kelainan struktur dan fungsi ginjal yang menetap lebih dari 3 bulan. PGK menyebabkan
YARSIYARSI 9% berisiko PPOK. Oleh karena itu, diagnosis dini dan penanganan yang tepat sangat penting. Penelitian ini bertujuan untuk memahami kejadian PPOK di kalangan9% berisiko PPOK. Oleh karena itu, diagnosis dini dan penanganan yang tepat sangat penting. Penelitian ini bertujuan untuk memahami kejadian PPOK di kalangan
UNWAHAUNWAHA Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan pengetahuan, keterampilan, dan sikap petani dalam melakukanKegiatan pengabdian kepada masyarakat ini memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan pengetahuan, keterampilan, dan sikap petani dalam melakukan
4141 Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 7 jenis tanaman obat yang dapat ditanam di pekarangan Kantor Desa Lae Butar, ketujuh tanaman obat tersebutHasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 7 jenis tanaman obat yang dapat ditanam di pekarangan Kantor Desa Lae Butar, ketujuh tanaman obat tersebut