NURISNURIS

Journal of Linguistics and Social StudiesJournal of Linguistics and Social Studies

Qasidah Nahdliyah Satu Abad NU (QNSANU) adalah karya sastra yang diciptakan oleh KH. Afifudin Muhajir untuk memperingati satu abad Nahdlatul Ulama (NU). Menurut Iser, sebuah karya sastra tidak memiliki makna yang lengkap jika hanya statis sebagai dokumen; ia harus dibaca dan direspon secara aktif oleh pembaca. Penulis secara sengaja meninggalkan celah atau ruang kosong dalam teks sebagai platform bagi pembaca untuk melibatkan imajinasi mereka, yang mengarah pada berbagai interpretasi yang memperkaya perspektif dan pemahaman tentang karya sastra tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menguji bagaimana celah-celah ini diisi oleh responden atau pembaca, sehingga mengungkapkan interpretasi yang beragam. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, dengan data metafora dikumpulkan melalui pendekatan eksperimental, melibatkan studi lapangan dan wawancara dengan 11 mahasiswa magister Bahasa dan Sastra Arab dari Fakultas Adab dan Humaniora, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Angkatan 2024. Penelitian ini menekankan bahwa bait kedua dari Qasidah Nahdliyah Satu Abad NU memiliki kekuatan simbolis yang signifikan dalam membangun koneksi emosional dan intelektual dengan pembacanya. Temuan ini mendukung hipotesis bahwa qasidah tersebut berfungsi sebagai medium estetika yang efektif untuk merepresentasikan nilai-nilai historis, spiritual, dan ideologis NU. Metafora dalam bait tersebut, seperti kaukabah (bintang) dan al-barq fi al-zulma (kilat dalam kegelapan), berhasil menciptakan kerangka kerja untuk interpretasi yang beragam tergantung pada latar belakang pembaca. Interpretasi ini menunjukkan kemampuan qasidah untuk menjembatani berbagai perspektif, baik di antara individu yang terhubung langsung dengan NU maupun mereka yang tidak memiliki afiliasi langsung.

Penelitian ini menegaskan bahwa bait kedua Qosidah Nahdliyah Satu Abad NU memiliki kekuatan simbolis yang signifikan dalam membangun koneksi emosional dan intelektual dengan pembacanya.Temuan ini mendukung hipotesis bahwa qasidah tersebut dapat menjadi medium estetis yang efektif dalam merepresentasikan nilai-nilai historis, spiritual, dan perjuangan Nahdlatul Ulama (NU).Metafora dalam bait tersebut, seperti kaukabah (bintang) dan al-barq fi al-zulma (kilat di kegelapan), berhasil menciptakan kerangka pemaknaan yang beragam sesuai latar belakang pembaca.Interpretasi ini menunjukkan bahwa qasidah mampu menjembatani berbagai perspektif, baik di kalangan yang memiliki keterkaitan langsung dengan NU maupun yang tidak.Qasidah ini membuktikan potensinya sebagai alat literasi budaya yang menghidupkan kembali pemahaman tentang sejarah dan tokoh-tokoh penting NU, tanpa mengesampingkan inklusivitas audiens yang lebih luas.

Berdasarkan analisis mendalam terhadap Qasidah Nahdliyah Satu Abad NU, beberapa arah penelitian lanjutan yang menarik dapat dieksplorasi. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengkaji bagaimana qasidah ini diterima dan diinterpretasikan oleh berbagai kelompok masyarakat NU, seperti pengurus cabang, tokoh agama lokal, dan santri, untuk memahami variasi interpretasi berdasarkan latar belakang sosial dan keagamaan. Kedua, studi komparatif dapat dilakukan dengan membandingkan QNSANU dengan qasidah-qasidah lain yang ditulis untuk memperingati peristiwa penting dalam sejarah NU, untuk mengidentifikasi persamaan dan perbedaan dalam gaya bahasa, tema, dan pesan yang disampaikan. Ketiga, penelitian dapat berfokus pada potensi qasidah ini sebagai media dakwah dan pendidikan agama, dengan menganalisis bagaimana metafora dan simbol-simbol yang digunakan dapat membantu memperkuat pemahaman nilai-nilai Islam Ahlussunnah wal Jamaah di kalangan masyarakat NU. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap pemahaman yang lebih komprehensif tentang peran sastra dalam memperkuat identitas keagamaan dan budaya NU, serta memperkaya khazanah penelitian di bidang studi Islam dan sastra Arab.

  1. Analisa Qashidah Nahdliyyah Karya M. Faisol Fatawi: Kajian Resepsi Sastra Prespektif Hans Robert Jauss... ejournal.uin-malang.ac.id/index.php/afshaha/article/view/17840Analisa Qashidah Nahdliyyah Karya M Faisol Fatawi Kajian Resepsi Sastra Prespektif Hans Robert Jauss ejournal uin malang ac index php afshaha article view 17840
  2. Analisis Resepsi Sastra dalam Cerpen Perhiasan Bumi Karya Korrie Layun Rampan | Adjektiva: Educational... jurnal.fkip.unmul.ac.id/index.php/adjektiva/article/view/954Analisis Resepsi Sastra dalam Cerpen Perhiasan Bumi Karya Korrie Layun Rampan Adjektiva Educational jurnal fkip unmul ac index php adjektiva article view 954
  3. Demitefikasi Tokoh Rahwana dalam Kumpulan Puisi Kemelut Cinta Rahwana Karya Djoko Saryono: Tinjauan Estetika... doi.org/10.17977/um064v1i72021p943-957Demitefikasi Tokoh Rahwana dalam Kumpulan Puisi Kemelut Cinta Rahwana Karya Djoko Saryono Tinjauan Estetika doi 10 17977 um064v1i72021p943 957
  4. Metafora dalam Qosidah Nahdiyyah Satu Abad Nahdlatul Ulama: Resepsi Sastra Wolfgang Iser | Umam | Journal... pub.nuris.ac.id/jls/article/view/178Metafora dalam Qosidah Nahdiyyah Satu Abad Nahdlatul Ulama Resepsi Sastra Wolfgang Iser Umam Journal pub nuris ac jls article view 178
Read online
File size367.89 KB
Pages15
DMCAReport

Related /

ads-block-test